Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 95 Kasian Banget


__ADS_3

"Ya udah yuk, langsung temuin bunda sama mamah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Yuk kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Setelah mendengar jawaban dari Rindi. Haikal pun tanpa pikir panjang lagi. Ia kemudian melangkahkan kakinya lebih dulu dari Rindi.


Sehingga secara otomatis tubuh Rindi pun tertarik oleh Haikal yang masih memegang bagian belakang pakaiannya tersebut.


"Argh... kak, stop, stop." Kata Rindi sambil teriak saat Haikal melangkahkan kaki nya.


Mendengar suara Rindi, Haikal kemudian membalikan tubuhnya untuk menghadap ke arah Rindi.


"Kenapa harus berhenti?" Kata Haikal yang masih belum menyadari kesalahannya. Sehingga ia pun bertanya pada Rindi.


"Kakak masih nanya kenapa? ckckck... ckckck... kakak nih beneran gak tau atau pura - pura gak tau. Liat apa yang di pegang di tangan kakak saat ini. Capek Rindi, kalau harus jelasin ke kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau kakak tanya kaya gitu. Itu artinya kakak gak tau, bukan pura - pura gak tau. Kamu nih ya suka banget sih buat kakak emosi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Rindi gak kaya gitu kak. Kakak nya aja yang baperan. Udah sekarang liat dulu apa yang di pegang kakak saat ini." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk melihat sesuatu di tangananya saat ini.


"Ini maksud kamu, masa kamu gak tau. Ini kan baju belakang pakaian kamu. Udah tau malah tanya, aneh banget sih kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil memperlihatkan ujung pakaian Rindi ke depan mata Rindi.


"Justru karena itu kak, kakak barusan kenapa gak sadar kalau kakak jalan duluan. Tubuh Rindi secara otomatis ke tarik. Apa kakak nggak memilikirkan hal itu atau gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Tunggu, tunggu maksud kamu. Kakak ini keterlaluan gitu. Karena udah jalan lebih dulu sebelum kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hem... bisa di bilang kaya gitu." Kata Rindi membalas apa adanya ucapan Haikal.


"Maaf, kakak seperti nya lupa. Kamu mau maafin kakak kan." Kata Haikal akhirnya menyadari kesalahannya itu sampai membuat ia meminta maaf pada Rindi saat ini.


"Hem" kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan satu kata saja.


"Ko cuman hem aja. Jawab yang bener dong Rindi. Kakak suka kepikiran kalau jawabannya hanya hem aja. Jadi, jawab sama ucapan yang lain coba. Biar kakak merasa tenang dan tau apa kamu udah maafin kakak atau belum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya aku maafin kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan jutek. Karena bisa di liat selain suara yang sudah terdengar jutek tangan Rindi yang di lipat di dada nya pun semakin membuat ia terlihat jutek dan terpaksa memberikan maaf pada Haikal.


"Ko kaya yang gak ikhlas maafin kakak nya. Pake senyum dong kalau maafin itu. Biar gak kepikiran." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ribet banget sih kak, Rindi udah maafin kakak juga harusnya udah gak perlu minta yang lain lagi. Bikin emosi aja sih kak, karena banyak maunya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Tut... Tut...


Suara hanphone Rindi yang terdengar sangat keras.


"Kam..." Baru saja tiga huruf yang Haikal keluarkan untuk menjawab ucapan Rindi. Suara hanphone Rindi terdengar saat itu juga.


"Bentar, bentar kak. Rindi terima telpon dulu ya." Kata Rindi pada Haikal yang akan menjawab ucapan darinya tersebut.


"Iya" dengan lemas Haikal pun membalas ucapan Rindi.


"Hallo" kata Rindi pada seseorang yang menelpon dirinya.

__ADS_1


"Hallo Rindi, ini aku udah di depan butik tante Ratna. Sekarang aku harus kemana?" Kata seseorang yang menelpon Rindi.


"Oh udah di depan ya, ko cepet banget. Biasanya kan tiga puluh menit lebih bisa sampai ke sini. Ini ko baru dua puluh menit kamu udah sampai aja. Kenapa?" Kata Rindi membalas ucapan seseorang yang menelponnya itu.


"Soalnya kebetulan aku lagi ada di daerah sekitar butik tante Ratna. Jadi, gak memakan banyak waktu untuk datang ke sini. Makannya sebelum tiga puluh menit udah sampai." Kata seseorang itu menjelaskan jawabannya pada Rindi.


"Jadi kaya gitu, em... ya udah nanti kamu izin dulu aja ke mbak Hani mau ketemu Rindi. Terus tanyain arah nya kemana. Maksudnya tempat aku sekarang berada." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu dan menyarankan seseorang itu untuk bertanya ke salah satu karyawan tante Ratna yaitu mbak Hani.


"Oke, aku ntar izin ke mbak Hani. Tapi, ngomong - ngomong kak Haikal ada di dekat kamu gak sih." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi dan sempat - sempatnya bertanya juga mengenai Haikal.


"Hem... iya, bahkan deket banget. Udah gak sabar ya pengen ketemu. Cie... yang mau ketemu sama idola nya. Padahal nih ya, gue tuh suka heran deh sama lo. Ko lo bisa suka sama kak Haikal yang modelannya kaya gitu. Apanya sih yang lo liat dari kak Haikal. Dan asal lo tau ya, kak Haikal itu nyebelin suka buat gue naik darah kalau deket sama dia. Emangnya lo bakalan tahan apa sama sikap nya itu." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu sambil melihat Haikal yang terus memperhatikan dirinya saat menerima telpon.


"Ya ampun Rindi, kamu parah banget ini mah. Kamu, siapa pun itu, jangan pernah percaya ucapan Rindi. Dia tuh suka bohong orang nya. Saya gak seperti apa yang di bilang Rindi ko." Kata Haikal seketika berbicara pada seseorang yang Rindi telpon untuk memberitahukan bahwa ia tak seperti apa yang di ucapkan Rindi agar seseorang itu tak salah paham mengenai dirinya.


"Hehehehe... tuh kamu denger sendiri kan orang nya itu nyebelin. Masa iya aku lagi bicara sama kamu juga. Malah ikut - ikutan, gak sopan banget kan. Makannya lebih baik nih, kamu pikirin lagi deh buat suka sama kak Haikal. Orang nyebelin kaya gini kamu suka. Kalau gue jadi lo. Ogah banget suka sama orang seperti ini." Kata Rindi yang malah semakin menjadi menjelek - jelekkan Haikal pada seseorang yang menelpon dirinya.


"Hem... Rindi kamu ko buat aku pusing ya. Bentar - bentar bilang aku, kamu. Terus selanjutnya bilang lo, gue. Aku jawabnya harus pake yang mana?" Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.


Sontak ucapan seseorang yang menelpon Rindi pun membuat Haikal tertawa karena melihat ekspresi wajah Rindi yang kaget.


"Hahaha... hahaha... kasian banget sih kamu. Udah capek - capek jelekin kakak. Malah yang di kritik ucapan kamu sendiri. Hahahaha... hahahaha... temen kamu nih luar bisa banget." Kata Haikal yang tertawa begitu lepasnya.


"Stop kak jangan ketawain Rindi." Kata Rindi yang tak terima di tertawakan oleh Haikal. Sehingg ia pun meminta Haikal untuk menghentikan tawanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2