Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 143 Malah Kebablasan


__ADS_3

"Ucapan kamu ada benernya juga Yen, kayanya aku cicipi dulu aja. Nanti setelah aku cicipi kalau kamu mau habisin - habisin aja nanti ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Katanya udah kenyang dan gak mau. Ko sekarang berubah lagi?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... karena kan barusan kamu hilang. Kalau cicipi sedikit nggak akan buat aku kenyang. Makannya sekarang aku mau makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... aku kira masih tetep gak akan mau cicipi. Tapi, karena kamu udah bilang mau cicipi. Sekarang kamu cicipi aja. Enak loh makanan nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya deh aku cicipi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Kemudian setelah itu, Rindi kini mulai mengambil sendok. Lalu sendok tersebut ia dekatkan pada makanan yang ada di hadapannya itu.


Ketika telah dekat dengan makanan. Makanan tersebut ia ambil dengan sendok tersebut.


Setelah setengah sendok terisi, barulah Rindi mulai mengangkat sendok itu untuk ia dekatkan pada bibirnya.


Perlahan - demi perlahan sendok itu mulai dekat dengan bibir Rindi. Sampai tak terasa sendok itu sudah berada tepat di dekat bibirnya.


Ragu - ragu Rindi pun sempat tak ingin melanjutkan makannya.


"Makan jangan ya, kalau aku makan nanti malah terus nambah gimana? tapi kalau aku gak makan aku jadi penasaran." Kata Rindi di dalam hatinya.


"Ayo Rindi kamu harus pilih." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


Tepat setelah Rindi selesai berbicara di dalam hatinya. Yeni pun mulai bertanya pada Rindi.


"Loh ko didiemin aja. Ayo cepet di buka bibir nya terus sendok nya masukin. Enak tau makanan nya." Kata Yeni pada Rindi.


"Aku masih ragu Yen, ntar kalau aku malah jadi kenyang banget gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nggak bakalan kaya gitu. Kecuali kalau setelah kamu cicipi makanan yang ada di sendok itu. Lalu kamu ambil lagi terus menerus kamu pasti kekenyangan. Ini kan hanya cicipi aja. Jadi gak akan terlalu kenyang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya deh, aku makan ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Iya Rindi makan aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke." Kata Rindi hanya membalas satu kata saja ucapan Yeni.


Setelah itu, makanan yang ada di sendok pun telah Rindi masukin ke dalam mulut nya. Di kunyah lah perlahan demi perlahan. Hingga makanan tersebut hancur. Lalu ia pun mulai menekan makanan tersebut.


"Argh... ini enak banget. Jadi pengen nambah. Aku ambil aja kali ya." Kaya Rindi berteriak di dalam hatinya setelah mencicipi makanan tersebut.


"Bingung kan jadinya, keliatan banget kamu pasti pengen cicipi lagi. Tapi, gengsi karena udah bilang gak mau. Hahaha... lucu banget liat ekspresi wajah nya." Kata Yeni berbicara di dalam hati nya juga.


Dengan terus melihat ke arah makanan di hadapan nya. Rindi yang tak tahan. Kini mulai menyendokan lagi makanan nya.


"Loh Rindi itu makanan mau kamu apain. Bukan nya kamu bilang mau cicipi ya." Kata Yeni sengaja berkata seperti ini pada Rindi.


"Em... ini, anu itu em... barusan kurang terasa makan nya. Jadi, agak samar - samar. Makannya aku coba cicipi lagi. Gak masalahkan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah alasan klasik.


"Oh jadi kurang terasa ya. Em... gak ada salah nya sih kalau mau coba lagi. Atau bahkan mau di habisin juga gapapa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hahaha... gak mungkin lah kalau aku habisin. Aku kan udah kenyang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tertawa dan kata kenyang itu ia keluarkan lagi.


"Hem... jadi aku hanya cicipi aja ko." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya udah, ayo cicipi lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya nih aku mau langsung cicipi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oke." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Di ambilah makanan tersebut menjadi satu sendok penuh. Lalu Rindi dekatkan pada bibirnya. Sampai akhirnya makanan itu ia kunyah dan ia telan.


Namun, tanpa ia sadari setelah makanan itu habis dari mulut nya. Ia mulai mengambil satu sendok lagi. Lalu memasukan lagi makan nya pada mulut nya itu. Setelah itu menelan nya kembali.


Hal ini ia lakukan sampai makanan yang ada di hadapannya habis tak tersisa.

__ADS_1


Sementara Yeni yang melihat Rindi sampai lupa seperti itu. Hanya bisa geleng - geleng kepala dengan apa yang Rindi lakukan.


"Ckckck... ckckck... katanya kenyang. Terus mau cicipi sedikit. Tapi ko aneh makanan nya malah habis." Kata Yeni pada Rindi sambil menggelengkan kepala.


Baru lah ketika Yeni berkata seperti itu pada dirinya. Rindi mulai tersadar bahwa apa yang Yeni ucapkan memang benar adanya.


"Ya ampun Yen, ini makannya ko bisa abis. Siapa yang abisin?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan konyol.


"Mana aku tau, hantu mungkin. Yang berkedok kenyang terus cicipi tapi malah kebablasan sampai habis tak tersisa tuh makanan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bentar deh maksud kamu, yang cicipi dan bilang kenyang itu. Orang yang habisin makanan ini. Iya gitu maksudnya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ya begitulah kenyataannya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Tapi, aku rasa ko persis seperti apa yang aku bilang ya. Ini maksudnya aku yang habisin makanan ini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kalau kamu merasa seperti itu. Mungkin iya kamu hantunya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ih... Jahat banget bilang aku hantu. Tapi, ini beneran aku yang abisin Yen." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya benar kamu, memangnya siapa lagi. Liat aja, sendok yang kamu gunain aja masih kamu pegang. Terus itu bibir kamu sampai belepotan kaya gitu. Ada sedikit bekas makan juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Kemudian di raba lah bibir Rindi oleh tangannya sendiri. Dan setelah Rindi raba tenyata memang benar, ada sedikit makanan di bibir nya.


"Tapi ko bisa aku ya Yen yang makan ini semua." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Lah mana aku tau, yang aku tau kamu yang habisin makanan ini. Alasan dan tujuan nya apa, aku gak tau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kamu gak hipnotis aku kan, biar aku makan semua makanan ini sampai habis." Kata Rindi yang mulai curiga pada Yeni.


"Mana bisa aku hipnotis kamu. Tau cara hipnotis aja gak bisa. Ada - ada aja nih kamu Rindi. Tapi, aku rasa sih kamu masih lapar, makan nya makanan itu bisa habis tak tersisa. Tapi kamu pura - pura kenyang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku kira kamu bisa hipnotis. Em... mana mungkin aku kaya gitu Yen, aku gak pura - pura kenyang ko. Tadi memang udah kenyang banget. Tapi, aneh nya aku bisa makan makanan ini sampai habis. Ko bisa, aku bahkan sampai gak nyangka." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2