Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 97 Sama - Sama Baper


__ADS_3

"Stop jangan di lanjutin bicaranya. Aku udah tau apa yang akan kamu bilang." Kata Rindi yang mendahului temannya itu saat berbicara.


"Ih... kamu ya, memangnya apa yang akan aku bilang ke kamu?" Kata temannya Rindi tersebut.


"Mengenai hati kamu kan, yang deg - degan gak karuan karena deket sama kak Haikal." Kata Rindi membalas ucapan temannya.


"Ya ampun Rindi, ucapan kamu ini bener banget. Ko bisa tau sih?" Kata temannya Rindi membalas ucapan Rindi.


"Udah keliatan dari reaksi tubuh kamu juga. Tangan kamu yang ada di bagian hati dan dada, terus bibir kamu yang tersenyum - senyum sendiri. Gimana bisa gak tau?" Kata Rindi membalas ucapan temannya.


"Hem... aku kira kamu punya ilmu buat mengetahui isi hati. Ternyata karena reaksi tubuh aku." Kata temannya Rindi membalas ucapan Rindi.


"Jangan ngada - ngada mana ada aku punya ilmu kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan temannya.


"Hem... iya deh maaf aku salah." Kata temannya Rindi membalas ucapan Rindi.


"Oh iya Rindi ini ko kamu pake baju pengantin kaya gini." Kata temannya Rindi melanjutkan ucapannya.


"Nanti aku kasih tau kamu kenapa aku pake baju ini." Kata Rindi membalas ucapan temannya.


"Kenapa gak sekarang aja. Aku suka penasaran kalau di nanti - nanti. Sekarang aja ya Rindi please." Kata temannya Rindi membalas ucapan Rindi dengan meminta Rindi segera memberitahukan dirinya mengenai Rindi yang mengenakan baju pengantin.


Rindi pun menghela napas nya sejenak. Tak lama setelah itu, ia mulai menjawab ucapan temannya.


"Huh... baiklah aku kasih tau kamu. Sebenernya aku ke sini di suruh ayah buat pilih baju seperti ini." Kata Rindi mulai membalas ucapan temannya.


"Lah ko ayah kamu suruh seperti ini, buat apa?" Kata temannya yang semakin ingin tau. Sehingga ia pun kembali bertanya.


Kemudian ekspresi wajah Rindi pun menjadi murung.


"Aku mau nikah Yeni." Kata Rindi akhirnya memberitahukan temannya tersebut yang ternyata itu adalah Yeni.

__ADS_1


"What? kamu gak lagi bercanda kan Rindi. Demi apapun, kenapa dadakan kaya gini." Kata Yeni yang terkejut saat mendengar perkataan Rindi mengenai pernikahan.


"Ini beneran Yeni, aku ngelakuin kesalahan waktu kita bolos sekolah buat main dan pulang telat. Aku di hukum dan hukumannya nikah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ko sampai kaya gitu ayah kamu. Jadi kamu hari ini gak masuk sekolah juga karena akan di nikahi. Terus sekolah kamu gimana? nggak akan kamu lanjutin atau seperti apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan beberapa pertanyaan.


"Entahlah Yeni, aku gak tau mengenai sekolahku. Bahkan aku juga gak tau aku akan nikah sama siapa. Hari pernikahannya juga aku gak tau kapan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Itu artinya semua persiapan akan di lakukan sama ayah kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem" Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil mengagukkan kepalanya.


"Maaf karena kesalahan kita waktu itu kamu harus menerima hukuman seperti ini." Kata Yeni kemudian merasa bersalah.


"Kamu gak salah ko Yeni, ini memang kesalahan aku, jadi jangan seperti ini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi Rindi aku beneran merasa bersalah sama kamu. Coba aja kalau ada cara buat bisa bantu kamu buat kabur dari pernikahan kamu ini, aku pasti bantu kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke aku pasti bantu kamu. Apalagi kalau bantu kamunya bareng kak Haikal makin semangat deh aku bantu kamunya. Karena di satu sisi aku bisa bantu kamu di satu sisi yang lain aku bisa berduan sama kak Haikal. Bukan kah ini hal baik." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dan mengungkapkan kesempatannya untuk lebih dekat dengan kak Haikal.


"Yey... cari untung juga ternyata kamu dari bantu aku kabur." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kalau ada kesempatan kenapa nggak, iya kan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya in aja deh biar cepet." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Rindi kalian berdua ko bisik - bisik sih. Kalau boleh tau kalian bisikin apa?" Kata Haikal pada Rindi.


"Kakak gak perlu tau, ini tuh rahasia cewe. Jadi kalau kakak mau tau, kakak harus jadi cewe dulu. Mau seperti itu dulu kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau kaya gitu, kakak gak jadi pengen taunya. Masa iya kakak harus pake baju cewe dan jadi cewe dulu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Siapa tau aja kakak mau coba karena bosen jadi cowo." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Sontak ucapan Rindi ini membuat Haikal mulai emosi.


"Apa - apaan bosen jadi cowo. Jangan aneh deh kamu Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya kan Rindi hanya bilang aja kak. Nggak bermaksud aneh - aneh ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Iya kamu memang hanya bilang aja. Tapi, ucapan kamu itu buat kakak emosi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Sebelum menjawab ucapan Haikal. Rindi pun kembali mendapatkan bisikan dari Yeni.


"Rindi jangan buat masalah. Ayo minta maaf." Kata Yeni pada Rindi.


"Kenapa harus minta maaf, aku kan hanya bilang aja. Lagi pula kak Haikal ini terlalu baperan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya udah kamu yang ngalah. Jangan terus - terusan di perpanjang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bela aja terus kak Haikal. Gini nih kalau orang udah suka, pasti akan ngelakuin apa aja biar orang yang di sukanya terlihat sempurna." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bukan gitu Rindi, kamu salah paham." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... aku rasa aku gak salah paham apapun. Kamu memang lebih berpihak ke kak Haikal. Oke, tak masalah buat aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Terserah kamu aja Rindi. Kalau mau di perpanjang debat sama kak Haikal nya silakan. Aku gak akan ikut campur lagi." Kata Yeni yang kemudian menyerah ketika berdebat dengan Rindi.


"Hehehehe... kalian berdua nih beneran cocok deh kalau bersatu. Soalnya sama - sama baperan. Ntar jadi nya apa ya kalau kalian sama - sama baperan, yang selesain masalahnya siapa. Em... jadi penasaran aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tersenyum tanpa merasa bersalah.


"Bentar, bentar itu artinya kamu gak bener - bener berkata seperti barusan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iyaps kurang lebih kaya gitu. Gimana drama ku itu bagus gak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan bertanya juga pada Yeni.


"Bagus banget, bahkan nih ya bisa buat orang naik darah. Apa - apaan sih ko malah berbuat seperti ini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2