Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 88 Coba Aja


__ADS_3

"Kalau udah kaya gini, baru deh kamu bilang ganteng ke kakak. Kemarin - kemarin kemana aja? baru tau kalau kakak mu ini ganteng. Hem." Kata Haikal sambil melipatkan kedua


tangan nya di dekat dada saat membalas ucapan Rindi.


"Kumat deh tingkat percaya diri kak Haikal. Nyesel banget gue bilang ganteng barusan ke kak Haikal. Coba aja waktu bisa di ulang. Nggak mungkin gue bilang kaya gitu ke kak Haikal." Kata Rindi di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan Haikal.


"Iya nih kak, Rindi baru tau kalau kakak itu ganteng. Karena kan biasanya kakak gak ganteng. Oopppss... maaf kak, nih bibir kenapa harus keceplosan sih. Hadeh... makin runyam deh jadinya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tenang. Namun, Ketenangan tersebut tak berlangsung lama. Karena tiba - tiba ia melakukan kesalahan saat menjawab ucapan Haikal.


Bahkan tak hanya itu, ia pun sempat memukul pelan bibir miliknya. Karena telah salah berbicara.


"Apa kamu bilang? jadi maksud kamu. Hari ini aja kakak ganteng nya dan hari - hari sebelumnya kakak mu ini gak ganteng sama sekali. Iya, gitu maksud kamu." Kata Haikal yang terkejut saat mendengar ucapan Rindi.


"Tuh kan, baru juga di omongin udah beneran kenyataan. Ribet banget sih, kenapa juga barusan malah keceplosan jadi repot sendiri nih jadinya. Kalau gak di jawab makin menjadi nih kak Haikal bicara. Tapi, kalau gue jawab, terus salah bicara. Bukanan nya sama aja ya. Hem... bingungnya gue." Kata Rindi yang saat ini sedang berbicara pada dirinya sendiri.


Haikal yang melihat Rindi hanya terdiam dan sepertinya enggan untuk menjawab ucapan nya barusan. Membuat ia kini mulai mengeluarkan suara nya lagi.


"Kenapa kamu diam, hah. Kamu gak mau jawab ucapan kakak." Kata Haikal pada Rindi.


"Eh... anu kak, anu, anu..." Kata Rindi yang refleks saat menjawab ucapan Haikal yang tiba - tiba tersebut di saat ia sedang sibuk berbicara pada dirinya sendiri. Bahkan kata yang sama pun ia ulang - ulang saat menjawab ucapan Haikal. Selain itu, rasa gugup pun menyertai ucapan Rindi barusan.


"Gak ada kata lain apa selain kata anu. Jawab yang bener ucapan kakak. Jangan di ulang - ulang kaya gitu. Mana ngerti kakak kalau jawaban nya terus kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Maaf kak, barusan Rindi kaget tiba - tiba kakak bicara lagi ke Rindi. Makannya kata - kata yang Rindi ucapkan barusan jadinya di ulang - ulang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan apa adanya sesuai yang ia rasakan.


"Hem... alasan aja kamu. Ya udah jawab ucapan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Dengan polosnya Rindi pun kembali bertanya pada Haikal.


"Ucapan kakak yang mana kak yang harus Rindi jawab." Kata Rindi pada Haikal.

__ADS_1


"Hadeh, masih nanya juga yang mana yang harus kamu jawab. Kakak harus bilang berapa kali biar kamu bisa cepat respon. Ya udah, gak perlu di jawab sekalian." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan penuh emosi.


"Maaf kak, Rindi kan gak tau. Maaf ya." Kata Rindi yang merasa bersalah pada Haikal sehingga ia pun meminta maaf pada Haikal.


"Hem..." Kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.


Di saat Rindi akan mengeluarkan suaranya lagi pada Haikal.


Tiba - tiba terdengar suara yang sangat Rindi kenal. Karena suara tersebut berasal dari tante Ratna.


"Ternyata kalian berdua ada disini. Tante sama mbak Ririn cari - cari kalian. Eh, kalian malah di sini. Mana lumayan capek lagi keliling - keliling butik. Baru ketemu sama kalian lima belas menit setelah kami mencari. Ayo bantu ambilkan minum buat kami dan kamu Rindi coba berdiri. Tante sama mbak Ririn mau duduk." Kata tante Ratna pada mereka berdua.


"Mamah kenapa mencari kami?" Kata Haikal bertanya pada tante Ratna.


Sementara Rindi yang di suruh tante Ratna berdiri. Ia pun kini mulai berdiri dari duduknya.


Saat melihat Rindi telah berdiri. Tante Ratna lalu mengajak ibu untuk duduk di kursi yang baru saja Rindi duduki.


"Yuk." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna dengan satu kata saja.


Kemudian mereka berdua pun kini mulai duduk di kursi tersebut.


Setelah duduk, barulah tante Ratna mulai menjawab ucapan Haikal.


"Nanti mamah jawab, sekarang lebih baik kalian ambilkan kami minum." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Kenapa gak sekarang aja mah, Haikal udah penasaran." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Kamu tau nanti kan, itu artinya ya nanti. Sekarang ambilkan minum cepat. Kamu mau liat kami kehausan dan capek karena gak di kasih minum sama kalian. Hah, iya kaya gitu." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Hem... iya deh iya, kami ambilkan minum buat mamah sama bunda." Kata Haikal akhirnya menyerah dan menuruti keinginan tante Ratna.


"Nah, dari tadi kek kaya gini. Ya udah sana pergi, jangan lama - lama karena kami udah sangat kehausan." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Iya mah, kami gak akan lama." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Oke" kata tante Ratna hanya membalas satu kata saja ucapan Haikal.


"Ayo Rindi kita ambil minum." Kata Haikal mengajak Rindi.


"Em... kalau kakak sendiri aja gimana? Rindi masih capek nih kak. Boleh kan kakak sendiri." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan meminta agar Haikal pergi sendiri untuk mengambil minumnya.


Baru saja Haikal akan menjawab ucapan Rindi. Tante Ratna pun tiba - tiba bicara.


"Kamu nggak denger apa gimana Rindi. Tante kan bilnag kalian. Bukan kah itu artinya kamu juga harus ikut sama Haikal. Udah sana gak ada alasan capek, lelah atau sejenisnya. Kamu sama Haikal pergi ambilkan minum buat tante dan mbak Ririn." Kata tante Ratna pada Rindi.


Ucapan tante Ratna ini pun akhirnya membuat Rindi tak bisa menolak lagi dan memberikan alasan lain. Sehingga ia pun dengan terpaksa menyetujui keinginan tante Ratna.


"Baiklah tante, ayo kak kita pergi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dan mengajak Haikal untuk pergi.


"Hem... ayo." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kami berdua pergi dulu ya mah, bun. Tunggu sebentar kami gak akan lama ko ambil minumnya." Kata Haikal berpamitan pada tante Ratna dan ibu.


"Hem... Iya" Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


Setalah mendapatkan jawaban dari tante Ratna. Kini Haikal pun mulai menarik tangan Rindi untuk pergi bersamanya.


Di saat Rindi dan Haikal telah tak terlihat lagi, barulah tante Ratna yang sedari tadi menahan ingin tertawa. Kini tertawa begitu lepas.

__ADS_1


"Hahahaha... Hahahaha... aduh... Hahahaha" ini lah tawa yang di keluarkan oleh tante Ratna begitu menggema di tempat yang mereka tempati saat ini.


Bersambung...


__ADS_2