
"Loh ucapan lo ko bener sih. Gue tadinya mau terus chat dan telpon Yeni kalau lo kasih nomornya." Kata Bagas yang memotong ucapan Haikal.
"Mau chat dan telpon apa lo sama Yeni. Awas ya kalau lo berani ambil Yeni dari gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menujuk Bagas saat mengucapakan kalimat terakhir nya.
"Lagian tenang aja bro. Gue gak akan rebut Yeni ko. Tapi, ntar gue mau bilang ke Yeni harus hati - hati." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hati - hati dari apa dan kenapa?" Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Ya, hati - hati dari lo lah. Biar Yeni pertimbangkan lagi mau lanjut lagi sama lo atau nggak. Jadi, gue mau pengaruhi Yeni. Hebat kan gue." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hebat dari mana nya. Yang ada lo jahat karena mau ngehasut cewe orang. Gimana sih lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Seru tau bro liat pasangan yang berantem itu. Makannya gue rasa harus gue coba. Sini coba, gue minta nomor Yeni." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Seru kepala mu." Kata Haikal membalas asal ucapan Bagas.
"Mana ada kepala seru." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Ada kalau di adain." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... gitu ya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Tapi gue rasa nggak masalah kalau hanya sekali. Coba minta dong nomor Yeni nya." Kata Bagas kembali mengeluarkan suaranya.
Haikal yang sudah kesal karena Bagas terus memaksa meminta nomor Yeni yang pada kenyataannya ia pun tak punya sama sekali nomor Yeni.
Sehingga ada niat jahil yang ada di pikirannya untuk memberikan nomor asal pada Bagas.
"Berhubung lo terus buat gue kesal. Sekarang gue kerjain lo." Kata Haikal di dalam hatinya.
"Woy... malah diem lagi. Mana nomor nya." Kata Bagas mengeluarkan lagi suaranya karena Haikal belum menjawab ucapannya.
"Bentar gue cari dulu. Nggak sabaran banget sih lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lo sendiri gak jawab ucapan gue. Makannya gue bicara lagi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... udah lo gak usah ngomel terus. Pusing gue denger ocehan lo. Nih, lo minta nomor Yeni kan. Gue kasih, coba sekarang lo catat di hanphone lo, gue sebutin nomornya satu persatu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Wait... gue buka dulu hanphone gue nya. Oke udah gue buka. Mulai sebutin coba nomornya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Oke, O85xxxxxxxx. Udah, coba lo sebutin lagi takut nya salah." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Sebentar gue sebutin, 085xxxxxxxx. Bener gak?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Bener." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Oke, kalau gitu gue langsung telpon." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Silahkan." Kata Haikal yang mencoba tetap tenang walau dalam hati ia tertawa karena akan melihat ekspresi wajah Bagas yang terlihat aneh.
"Rasain lo, gue kerjain. Gue yakin lo pasti akan terkejut bahkan sangat terkejut. Hahahaha..." Kata Haikal di dalam hatinya.
Tut... Tut...
Suara dering telpon pun berbunyi. Bagas kini sedang menunggu telpon itu yang ia kira itu beneran nomor Yeni untuk menjawab telpon nya.
"Lama bro belum di angkat juga." Kata Bagas pada Haikal.
"Sabar kali bro, namanya juga nomor tak di kenal. Pasti akan lama di jawab nya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... mungkin ia kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Udah sabar ko ini tapi lama." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Belum satu jam, lama dari mana. Sebentar lagi pasti di Jawab ko." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem..." Kata Bagas hanya membalas ucapan Haikal dengan deheman saja.
Baru beberapa detik Bagas terdiam dan tiba - tiba dari hanphone miliknya terdengar suara.
"Iya Abang, ada yang bisa ekek bantu. Ekek bisa berbagai macam hal, dari mulai make up, desain baju pengantin, sampai pijitin Abang juga bisa. Hehehe..." Suara yang keluar dari hanphone Bagas.
Hal ini membuat Bagas memelototkan matanya karena kaget mendengar suara yang lemah gemulai itu.
Sementara Haikal yang melihat ekspresi wajah Bagas yang seperti itu tak bisa lagi menahan tawa nya. Ia pun kemudian tertawa lepas.
"Hahahaha... hahahaha... hahahaha..." Suara tawa yang Haikal keluarkan.
Karena mendengar suara tawa Haikal, Bagas pun dengan refleks langsung menutup telpon tersebut.
__ADS_1
Sedangkan seseorang yang Bagas telpon sebelum telpon itu di tutup. Ia sempat mengeluarkan suaranya.
"Abang, Abang ko ketawa sih ada yang lucu ya. Abang ko diem. Mau ekek..." Kata seseorang yang di telpon Bagas.
Belum selesai seseorang itu berbicara, sambungan telpon pun telah Bagas putus secara sepihak.
"Buset nih si Abang main tutup, tutup aja telpon nya. Ekek kan belum selesai bicara. Kalau telpon ekek lagi. Ntar, ekek gak jawab, biar tau rasa ntar Abang." Kata seseorang yang Bagas telpon.
"Puas, sekarang lo ketawanya. Hah..." Kata Bagas penuh dengan emosi saat berkata pada Haikal yang masih tertawa.
"Hahaha... Oopppss... sorry gue sengaja. Hahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Apa lo bilang, lo sengaja buat gue kaya gini." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... apa lagi memangnya. Lagian lo udah gue bilang gue gak akan kasih nomor Yeni ke ko. Eh, lo malah percaya itu nomor Yeni. Apalagi malah langsung di telpon lagi. Di sini yang salah itu siapa?" Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lo lah yang salah, pake kirim nomor barusan lagi. Apa jangan - jangan di hanphone Lo itu semuanya orang seperti itu." Kata Bagas yang mulai curiga.
"Mana ada kaya gitu, barusan gue cari dulu nomornya di internet. Terus gue kasih deh ke lo. Cerdas kan gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Cerdas kepalamu, yang ada malah buat orang emosi sih iya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... itu artinya gue berhasil dong." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Berhasil apa?" Kata Bagas yang masih tak paham dengan ucapan Haikal sehingga Bagas pun bertanya pada Haikal.
"Ya, itu buat lo emisi. Tujuan gue kasih nomor barusan kan. Agar lo jadi emosi. Jadi, gue secara otomatis udah berhasil buat lo emosi. Iya nggak." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... iya lo berhasil tapi cara lo keterlaluan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Keterlalua apa, lagi pula dia gak minta uang ke lo kan. Darimana bisa di bilang keterlaluan." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lo gak sadar memangnya." Kata Bagas bukannya menjawab ucapan Haikal ia malah bertanya balik pada Haikal.
Dengan cepat Haikal pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Bagas.
"Pantes kalau gitu. Lo gak ngerasa bersalah." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
Bersambung...
__ADS_1