Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 112 Jangan Manja


__ADS_3

Sementara di butik tante Ratna. Kini Rindi mulai di foto, setelah perdebatan mereka selesai dengan sendirinya.


Dua puluh menit kemudian Rindi pun telah selesai di foto.


"Huh... capek nya. Minta minum dong kak. Haus nih Rindi." Kata Rindi setelah ia selesai di foto.


"Ambil sendiri aja, jangan manja." Kata Haikal yang saat ini sedang fokus pada kamera yang ia pegang untuk menggunakannya lagi saat memfoto Yeni.


"Males kak, capek tau. Ayo lah kak ambil dulu ya. Yeni, kamu juga haus kan. Iya deh pasti haus udah keliatan ko dari wajah kamu juga. Tuh liat kak, Yeni juga haus ambilin ya kak. Please." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Yeni. Namun, belum sempat Yeni menjawab pertanyaannya, ia malah menjawab sendiri ucapannya itu.


"Kamu ambil sendiri aja Rindi. Lagi pula Yeni nggak jawab ucapan kamu ko tadi. Itu mah rencana kamu aja. Biar kakak ambilin minum." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Rindi yang mendengar jawaban Haikal barusan menjadi lemas. Karena rencananya tak berhasil.


"Hem... iya deh, ntar Rindi ambil minumnya. Biar sekalian Rindi pingsan karena gak di kasih minum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil memberikan ancaman.


"Sampai segitu nya banget kamu Rindi, lagian hanya beberapa menit ko. Udah bisa ambil minum. Manja bener." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iya kak memang cuman beberapa menit. Tapi ya tetep aja aku capek ambil ke sananya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... ya udah, kakak ambilin." Kata Haikal pada akhirnya menyetujui keinginan Rindi.


"Beneran kak, kakak mau ambilin Rindi minum." Kata Rindi mencoba memastikan kembali ucapan yang dia dengar dari Haikal karena ia takut salah mendengar.


"Hem... iya kakak ambilin. Yeni mau sekalian kakak ambilin minum gak?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Yeni.


Baru saja bibir Yeni akan mengeluarkan suara. Tapi, Suara Rindi yang lebih dulu terdengar.


"Tentu dong kak, Yeni juga mau minum. Biar sekalian aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya udah, kakak ambil minum dulu ya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berpamitan untuk mengambil minum.

__ADS_1


"Iya kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Setelah mendengar ucapan Rindi, Haikal pun mulai pergi melangkahkan kaki untuk mengambil minum.


Yeni kemudian berkata pada Rindi setelah Haikal sudah tak terlihat lagi.


"Rindi kasian tau kak Haikal di suruh - suruh kaya gitu. Dia juga capek udah fotoin kamu." Kata Yeni pada Rindi.


"Mulai perhatian nih, sampai di bela kaya gitu." Kata Rindi menggoda Yeni.


"Bukan kaya gitu Rindi. Tapi, ini kan memang kenyataannya. Kamu memangnya gak kasihan sama kak Haikal." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Nggak, buat apa kasian." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan santainya.


"Ko kaya gitu sih. Jahat bener." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagian bercanda kali. Aku juga kasian, tapi tak apa lah udah terlanjur juga. Kamu sih, nggak kasih tau akunya sejak awal. Jadi, sekarang kak Haikal nya juga udah ambilin minum dan udah terlanjur." Kata Rindi membalas ucapan Rindi.


"Oh ya, tapi masa sih aku kaya gitu." Kata Rindi yang berpura - pura tak percaya. Walau sebenarnya ia tau kebenarannya adalah sesuai yang Yeni bilang pada dirinya.


"Kamu memang kaya gitu Rindi. Tapi, nggak sadar aja. Makannya bilang seperti barusan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gitu ya, ya udah deh. Kamu duduk, nggak capek memangnya berdiri kaya gitu. Lagi pula belum di mulai di foto sama kak Haikal nya juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni untuk duduk karena bosen liat Yeni yang terus berdiri.


"Hem... aku juga pengennya duduk sih. Ya udah deh, aku duduk dulu aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya duduk dulu. Ntar berdiri terus pegel loh. Kaya aku nih, yang langsung kesemutan karena berdiri terus mana pegel lagi pake sepatu tinggi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Itu karena kamu jarang pake sepatu tinggi. Makan nya langsung pegel, tapi kalau udah biasa pake sepatu tinggi mau beberapa jam gunain nya juga gak akan pegel - pegel." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Tapi ya tetep aja akan ngerasa pegel kan. Mana mungkin gak sama sekali." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Mungkin untuk sebagian orang ada rasa pegel, tapi gak separah waktu awal - awal gunain sepatu tinggi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jadi seperti itu, tapi kalau aku di suruh terus pake sepatu tinggi. Aku langsung nyerah deh. Males banget tiap hari pake sepatu tinggi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi, gimana kalau ternyata kamu setiap hari harus pake sepatu tinggi. Apa kamu gak akan lakuin perintah tersebut." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Rindi.


"Kalau hal itu terjadi aku akan nolak lah, buat apa di penuhi kalau ujung - ujung nya nyakiti diri sendiri. Bukan kah lebih baik menghindari hal itu daripada menyiksa diri sendiri." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... ucapan kamu memang bener sih, kita harus lakuin apa yang kita mau bukan apa yang mereka mau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Itu kamu tau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi di satu sisi juga kita harus menghargai permintaan tersebut walau tak sepenuhnya di lakuin untuk saling menghargai, bukankah begitu seharusnya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... tapi tetep aja nggak boleh terlalu sering penuhi keinginan orang. Ntar malah ngelunjak orangnya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Tepat saat Rindi telah selesai berbicara, terdengar lah suara di arah belakang tubuhnya.


"Persis seperti kamu ke kakak. Satu kali di turuti, eh malah ngelunjak terus mau di turuti." Kata seseorang yang berada di belakan tubuh Rindi yang ternyata itu adalah Haikal.


"Apa sih kak, Rindi mah beda. Nggak seperti itu orang nya." Kata Rindi membela dirinya sendiri saat Haikal berbicara mengenai sikap dirinya terhadap Haikal.


"Iya nggak seperti itu, tapi lebih dari seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Mana ada kaya gitu kak. Rindi mah anak baik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Anak baik, tapi sering bolos sekolah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil memberikan contoh kelakuan Rindi selama ini.


"Kalau itu beda lagi kak. Ini mah mengenai sikap Rindi. Sikap Rindi itu kan baik." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2