
"Aku nggak mau, kamu ambilin coba. Ingat kata ibu mu barusan." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi sambil mengingatkan Rindi tentang ucapan ibunya.
"Lagi pula ibu tidak ada di sini. Jadi jangan manja. Ambil sana." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano sambil memasukkan makan ke mulutnya.
Aldiano tidak menjawab lagi ucapan Rindi. Karena saat ini ia malah terus melihat Rindi yang sedang makan.
Rindi yang di lihat seperti itu terus oleh Aldiano mulai risih. Sehingga ia pun mengeluarkan suaranya pada Aldiano.
"Hey... kau tak akan kenyang jika terus melihat ku. Ayo ambil makanannya coba. Lalu fokus pada makanan mu." Kata Rindi pada Aldiano.
"Aku tak biasa mengambil sendiri makanan. Di rumah selalu di siapkan oleh ibu. Jadi, sekarang karena ibu tak di sini. Aku tak bisa memakan makanannya." Kata Aldiano sengaja berbohong.
"Ck... kau ini anak mamah, manja sekali. Sini biar ku ambilkan. Anggap saja aku lagi baik." Kata Rindi akhirnya mengalah mengambilkan makanan pada Aldiano.
Dalam hati ada rasa senang ketika kebohongannya langsung di percaya oleh Rindi.
Walau terlihat jelas Rindi tak ikhlas mengambilkan makanan untuknya. Tapi, kenapa rasa nya berbeda. Aldiano malah suka melihat akan hal itu.
Apalagi di sepanjang Rindi mengambil makanann. Rindi terus mengomel tidak jelas. Walau pelan, itu masih tetap terdengar oleh Aldiano. Karena posisi mereka yang berdekatan.
"Manja bener sih jadi cowok. Gue yang cewek aja nggak sampai segitu nya manja sama ibu. Tapi, dia argh... ya ampun hal mudah seperti ini saja harus di ambilkan. Ckckck... makhluk seperti apa dia. Udah besar juga masih manja sama ibu. Kayanya kalau gue jailin dia nanti. Gue yakin deh dia pasti nangis kemudian ngadu deh sama ibunya. Hahahaha... lucu bener, badan besar kaya gitu nangis karena gue jahilin. Sepertinya gue harus rencanakan hal itu." Kata Rindi yang terus mengomel dan merencanakan sesuatu untuk menjahili Aldiano.
Bahkan ia sampai lupa makanan yang ia ambil untuk aldino sudah penuh. Membuat Aldiano yang melihat itu kesulitan meneguk ludahnya.
"Nih cewek beneran mau ngasih gue makanan sebanyak itu. Mana kuat dan mana bisa gue habisin. Argh.... harus segera di hentiin. Bisa - bisa makanannya semakin banyak. Kalau terus di biarkan." Kata Aldiano di dalam hatinya setelah melihat makanan yang diambilkan Rindi.
"Kamu... kenapa terus mengambil makanan sebanyak itu. Aku tak akan menghabiskannya, bisa kah kamu berhenti." Kata Aldiano pada Rindi.
Sontak suara Aldiano tersebut membuat Rindi langsung menghentikan kegiatannya mengambil makanan.
__ADS_1
Lalu Rindi tak langsung menghadap ke arah Aldiano melainkan melihat makanan yang di pegang olehnya.
"Buset ini banyak bener. Pantes aja dia langsung protes. Gue berlebihan banget ngambil makanan buat dia nya. Gimana dong, em... ya sudah lah udah terlanjur juga." Kata Rindi di dalam hatinya.
Setelah itu, ia mulai menghadap ke arah Aldiano. Dengan tak merasa bersalah sedikit pun Rindi mulai meletakan makanan tersebut di hadapan Aldiano.
"Hehehe... silahkan dimakan. Jangan sungkan kalau kurang." Kaya Rindi tersenyum pada Aldiano.
"Apa katanya tadi? kalau kurang, kurang dari mana. Ini bahkan sudah melebihi porsi makan ku. Ckckck... apa dia sengaja ya. Tapi, ya sudah lah aku punya rencana. Dia pun harus tanggung jawab." Kata Aldiono di dalam hatinya.
"Hey... kenapa diam. Masih kurang ya, em... kalau gitu mau aku ambilkan yang mana lagi." Kata Rindi membuyarkan ucapan Aldiano di dalam hatinya.
"Tidak, tidak ini bahkan sudah melebihi batas. Em... makasih sudah mengambilkan makan untuk ku." Kata Aldiano bersikap manis pada Rindi bahkan sampai mengucapkan terimakasih.
"Ah... iya, sama - sama. Jangan lupa di habisin ya." Kata Rinduli kemudian duduk lagi di kursi ia sebelumnya karena tadi ia berdiri untuk mengambil makanan buat Aldiano.
"Em... boleh aku minta tolong sesuatu pada mu." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Buka mulut mu." Kata Aldiano meminta Rindi untuk membuka mulutnya.
"Untuk apa aku harus membuka mulut." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano. Dan mulai merasa aneh saat Aldiano meminta dirinya untuk membuka mulut.
"Buka dulu aja. Ayo sebentar ko." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi tanpa menjelaskan apa yang Rindi pertanyakan.
"Baiklah aku buka mulut ku." Kata Rindi lalu mulai membuka mulutnya.
Tanpa menunggu lama Aldiono pun langsung memasukan makanan miliknya pada mulut Rindi. Sehingga hal itu membuat Rindi langsung memelototkan matanya karena terkejut tiba - tiba makanan sudah masuk ke dalam mulutnya.
"Hey... kenapa kamu memberikan ku makan. Liat di piring ku saja masih banyak. Argh... menyebalkan." Kata Rindi mengoceh tidak jelas dengan mulutnya yang sedang memakan makanan tersebut.
__ADS_1
"Makan saja. Lihatlah makanan yang kamu berikan ini terlalu banyak. Jadi aku minta tolong pada mu untuk membantu ku menghabiskan makanan ini. Oke, kamu tak boleh menolak. Ayo coba buka lagi mulut mu." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Aku tidak mau. Kamu makan sendiri aja. Jangan meminta ku untuk membantu mu." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.
"Jangan membantah, karena aku tak suka di bantah. Ayo sebelum aku memaksa mu dengan cara yang kasar." Kata Aldiano meminta Rindi untuk kembali membuka mulutnya dan mencoba mengancam Rindi jika Rindi tidak mau membuka mulut ia akan memaksanya dengan kasar.
Hal itu pun akhirnya membuat Rindi mau tak mau menuruti ucapan Aldiano.
"Em... baiklah." Kata Rindi membuka ucapan Aldiano.
Sehingga saat ini Aldino terus memberikan makan pada Rindi sesekali ia pun memasukan makan pada mulutnya sendiri sampai tak terasa makanan tersebut telah habis. Setelah itu tanpa sepengetahuan Rindi. Makanan yang ada di piring Rindi pun ia ambil.
Kemudian melakukan hal yang sama, memberikan makan tersebut pada Rindi dan sesekali pada dirinya.
Sehingga makanan yang ada di piring Rindi juga sama telah berpindah ke dalam perut mereka masing - masing.
Rindi yang tak menyadari akan hal itu, ia terus membuka mulutnya ketika Aldiano berhenti memasukan makan nya terhadap nya.
"Hey... kenapa kamu masih membuka mulut?." Kata Aldiano yang terheran - heran dengan Rindi.
"Em... aku kira kamu masih memberikan ku makan. Makannya aku masih membuka mulut. Sudah habis kah." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano
"Lihat lah sendiri, kau bahkan memakan semuanya dalam waktu singkat. Ternyata badanmu kecil tapi makan mu banyak sekali." Kata aldino membalas ucapan Rindi.
"Ya ampun, aku menghabiskan semua itu sendiri. Mana mungkin, kau juga ikut terlibat." Kata Rindi yang tak terima di salahkan sendiri.
"Hem... aku memang memakannya juga, tapi tak sebanyak yang kamu makan." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.
"Dasar cowok licik." Kata Rindi mengatai Aldiano dengan suara kecil.
__ADS_1
Bersambung...