Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 157 Jangan Merasa Kecewa


__ADS_3

"Hem... kakak udah yakin kaya gitu sih." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Maksudnya kak?" Kata Yeni yang masih tak paham dengan ucapan Haikal tersebut.


"Ya udah lupain aja, kakak lagi males jelasin." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Padahal Yeni udah penasaran loh kak, yakin gak mau jelasin." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Lain waktu aja, ntar kakak jelasin." Kata Haikal mencoba membuat Yeni tak kecewa.


"Kalau kaya gitu masih lama kak. Ya udah deh kak, gak perlu kakak jelasin ko." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Namun, jawaban Yeni ini membuat Haikal ingin terus bicara karena gemas dengan jawaban Yeni tersebut.


"Jangan ngambek dong yank." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Yeni gak ngambek ko kak, ko kakak bilangnya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Tapi ucapan kamu seperti yang ngambek. Maafin kakak deh gak bisa jelasin sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Kakak salah artiin, Yeni gak lagi ngambek ko." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Masa sih yank, tapi keliatan kaya yang ngambek." Kata Haikal semakin menjadi saat jawaban demi jawaban ia terima dari Yeni.


"Ko bisa ya kak, bentar Yeni tanya dulu ke Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk menunggu.


"Tunggu, tunggu yank. Kamu jangan tanya ke Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan cepat.


"Loh ko gak boleh, memangnya kenapa kak?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Rindi suka bohong. Jadi jangan kamu tanya ke Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Kalau bukan ke Rindi terus Yeni tanya ke siapa?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Kemudian Haikal pun terdiam untuk beberapa saat lamanya. Tak lama setelah itu, ia pun kembali mengeluarkan suaranya.


"Em... kamu tanya ke Bagas aja yank." Kata Haikal setelah terdiam cukup lama.

__ADS_1


"Oh, jadi jangan ke Rindi ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Iya langsung tanya ke Bagas aja." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Oke." Kata Yeni langsung menyetujui ucapan Haikal.


"Kak Bagas Yeni mau tanya boleh?" Kata Yeni mulai berbicara pada Bagas.


Bagas yang sibuk berbicara dengan Rindi kini mulai menghentikan pembicaraannya dengan Rindi.


"Mau tanya apa Yeni?" Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Em... gimana ya, tapi kak Bagas janji ya. Jawab dengan jujur." Kata Yeni yang ragu saat ingin memberitahukan pertanyaannya pada Bagas bahkan ia pun sempat meminta Bagas untuk berjanji sebelum ia memberitahukan Bagas mengenai pertanyaannya.


Bagas yang tak mau ribet dan lama kini mulai menjawab ucapan Yeni dengan cepat.


"Iya kakak janji akan jawab jujur." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Baik, kalau gitu Yeni pegang ya ucapan kakak." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Jadi gini kak, barusan kakak denger gak dan liat gak ekspresi wajah dan suara Yeni saat bicara sama kak Haikal barusan terlihat dan terdengar seperti orang yang ngambek atau nggak. Jawab jujur ya kak, jangan bohong." Kata Yeni membalas ucapan Bagas sambil mengingatkan Bagas kembali agar ia tak berbohong.


"Jadi ini pertanyaannya." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Iya kak itu aja." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Hem... kalau gitu langsung kakak jawab aja deh." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


Yeni pun dengan penuh semangat langsung menjawab ucapan Bagas.


"Boleh kak, apa jawabannya? Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Sabar dong, kakak tarik napas dulu. Lagi pula gak akan ketinggalan kereta kan." Kata Bagas yang malah bicara di luar dugaan Yeni.


"Yah, kecewa dong Yeni." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Gak akan kecewa, orang sabar itu pasti dapet yang dia mau. Walau ada yang mungkin tak sesuai dengan keinginan tapi akan diganti dengan yang lebih baik. Jadi kamu harus sabar Yen, jangan merasa kecewa." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Iya deh kak, Yeni tarik lagi ucapan Yeni yang bilang kecewa. Terus Yeni ganti deh jadi kata sabar, sabar Yeni." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


Sontak ucapan Yeni ini membuat Bagas tertawa begitu lepasnya.


"Hahaha... lucu banget sih. Bro cewe lo pinter banget bikin orang ketawa." Kata Bagas membalas ucapan Yeni dengan tertawa sambil berbicara juga pada Haikal.


"Itu lah yang buat gue suka bro. Awas ya, lo berani berpikiran macem - macem, ntar gue buat lo jadi perkedel." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan sebuah ancaman.


"Enak dong ya, kalau di buatin perkedel. Em... tapi kalau bahan dasarnya gue sih kayanya gak akan enak. Jadi lebih baik gue sarankan lo, jangan buat gue jadi perkedel." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau gak di buat perkedel, terus gue harus buat lo jadi apa?" Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan sebuah pertanyaan.


"Em... adik ipar aja. Gimana?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu. Lo tau sendiri kan, gue gak punya adik perempuan sekandung. Mana ada lo mau jadi adik ipar gue. Terus di tambah lagi, umur lo sama umur gue kan tuaan lo. Masa iya lo jadi adik ipar gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Lagian yang bilang adik kandung lo siapa. Lo kan punya Rindi. Dia adik lo kan, jadi ya gue mau jadi adik ipar lo. Dan satu lagi mengenai umur, kita tuh seumuran bro hanya beda bulan aja." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Oh, kalau itu lo harus berurusan sama orang nya langsung lah bukan lewat gue. Terus yang kata lo seumuran, tetep aja beda lo kan lahir dua bulan sebelum gue. Jadi, lo tetep yang paling tua." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Terserah lo aja deh. Capek gue jelasin ke lo nya juga. Tapi, lo gak paham - paham." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kak Bagas lebih baik jawab ucapan Yeni aja. Boleh kan kakak lanjutin lagi ucapan kakak." Kata Bagas pada Yeni.


"Boleh ko kak, tapi sebelum itu. Kakak ko tadi malah ketawa, memangnya ucapan Yeni beneran lucu." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Kalau boleh jujur sih, iya ucapan kamu memang lucu. Makannya buat kak Bagas sampai ketawa seperti tadi." Kata Bagas membalas ucapan Yeni.


"Oh jadi kaya gitu kak. Itu arti nya Yeni ada bakat dong ya, kalau mau jadi pelawak atau ikutan stand up komedi." Kata Yeni membalas ucapan Bagas.


"Hem... sepertinya kaya gitu. Kamu memangnya berencana buat jadi pelawak dan ikut stand up komedi." Kata Bagas yang mulai penasaran dengan ucapan Yeni. Sehingga iya pun bertanya pada Yeni.


Dengan cepat Yeni pun menjawab ucapan Bagas.


"Nggak kak." Kata Yeni membalas ucapan Bagas sambil menggelengkan kepala nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2