
"Gitu ya, em... tapi aku rasa bukan nggak nyangka deh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalau bukan itu, terus apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Sepertinya karena kamu memang sengaja. Jadi, bisa abis makanan nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Sengaja apa? ko bisa kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ya, sengaja kamu abisin karena kamu memang masih lapar. Iya gak, ucapan aku itu." Kata Yeni sambil menaik turun kan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan saat membalas ucapan Rindi.
"Mana ada kaya gitu. Ini aku memang udah lapar, tapi malah tiba - tiba habisin makanan ini. Aku juga gak ngerti." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Nggak ngerti atau tiba - tiba jadi nggak ngerti." Kata Yeni semakin membuat Rindi geram.
"Yeni... kamu nih ya, aku kan udah bilang kalau aku gak kaya gitu. Kenapa terus gak percaya sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menaikkan suaranya.
"Sabar jangan di bawa emosi. Kalau kamu memang beneran gak kaya gitu. Nggak mungkin se emosi ini. Jadi, aku rasa ucapan aku ada bener nya deh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Terserah kamu, mau percaya atau pun nggak. Itu terserah kamu. Tapi yang jelas ucapan kamu itu salah. Aku gak seperti apa yang kamu ucapkan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Hem... baik lah kalau jadi terserah aku. Karena aku anggap nya sesuai dengan yang di ucapkan aku. Jadi..." Kata Yeni yang baru saja ingin melanjutkan lagi ucapan nya. Tetapi tak jadi ia ucapkan karena Haikal memotong ucapan ia.
"Loh, yank ko pada berantem. Bukan nya barusan baik - baik aja. Ini kenapa malah gak mau ada yang ngalah." Kata Haikal saat memotong ucapan yeni.
Yeni yang mendengar suara Haikal. Kemudian mulai mengalihkan padangannya yang semula melihat ke arah Rindi. Kini mulai melihat ke arah Haikal.
Setelah pandangannya mengarah ke Haikal. Baru lah Yeni mulai menjawab ucapan Haikal.
"Rindi yang mulai kak, makan nya Yeni jadi terbawa emosi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Belum sempat Haikal menjawab ucapan Yeni, tiba - tiba Rindi yang tak terima dengan ucapan Yeni. Mulai menjawab ucapan Yeni.
"Tunggu, tunggu Yen. Ko jadi aku yang di salahin. Ini kan awal nya kamu yang buat emosi. Ko jadi beda saat bilang ke kak Haikal. Jangan kaya gini lah Yen. Kamu harus akui kesalahan kamu bukan malah salahin aku." Kata Rindi yang protes dengan ucapan Yeni barusan.
"Apaan sih Rindi, aku kan lagi bicara sama kak Haikal. Bukan bicara sama kamu. Kenapa kamu yang jawab." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Ya karena aku gak terima kamu salahin." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Lagian gak ada yang suruh kamu buat terima ko. Ngapain di buat ribet." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan asal.
"Memang gak ada yang suruh. Tapi aku gak terima, mana ada kesalahan kamu malah aku yang di salahin. Ini gak adil nama nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Gak adil apa sih, lagian memang kenyataan nya kaya gini kan." Kata Yeni yang masih tak ingin mengalah.
Sementara Haikal yang melihat perdebatan mereka berdua. Kini hanya bisa terdiam untuk beberapa saat sampai pada akhirnya ia pun mulai melerai perdebatan mereka.
"Udah berantem nya, udah bicara saling merasa benar nya. Mau sampai kapan?" Kata Haikal pada mereka berdua saat mereka berdua tak ada yang bicara lagi.
"Loh ko malah pada diam. Gak ada yang mau jawab. Ada orang kan." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapan nya saat Yeni dan Rindi tak ada yang menjawab ucapan nya.
"Kalian denger ucapan kakak kan. Kenapa gak pada jawab?" Kata Haikal yang kini mulai meninggi kan suaranya.
"Yank kamu kenapa gak jawab ucapan kakak." Kata haial pada Yeni.
"Dan kamu Rindi kenapa gak jawab juga ucapan kakak." Kata Haikal pada Rindi.
Baik Yeni ataupun Rindi. Mereka berdua kini hanya terdiam tak ada yang merespon satu pun ucapan Haikal.
Masih tetap tak ada yang jawab ucapan Haikal. Hal ini akhirnya membuat Haikal hanya bisa menghela napas.
"Huh... hah... huh..." Inilah tarikan napas yang Haikal lakukan.
Yeni yang melihat Haikal kini mulai meredakan emosi nya. Ia pun mulai memberanikan diri untuk menjawab ucapan Haikal.
"Em... ma...ma...af kak, Ye...ye...ni salah." Kata Yeni dengan terbata menjawab ucapan Haikal.
"Kesalahan kamu apa?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Em... udah buat kakak emosi dan salahin Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kalau seperti itu kenapa hanya ke kakak aja yank, kamu minta maaf nya. Kenapa ke Rindi gak minta maaf juga." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
__ADS_1
"Ini mau minta maaf juga kak ke Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ya udah, ayo minta maaf sekarang aja ke Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"I...i... ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Kemudian ia pun mulai melihat ke arah Rindi dan langsung meminta maaf pada Rindi.
"Em... Rindi maafin aku ya. Udah salahin kamu. Aku beneran minta maaf. Kamu mau maafin aku kan." Kata Yeni meminta maaf pada Rindi.
Dengan kelipatan kan tanggan nya di depan dada, Rindi pun mulai menjawab ucapan Yeni.
"Kalau boleh jujur sih, aku gak mau maafin kamu. Tapi, karena kamu maksa buat aku maafin. Ya udah deh aku maafin kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Beneran kamu maafin aku Rindi." Kata Yeni bertanya kembali untuk memastikan ucapan yang ia dengar tidak salah.
"Hem... iya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan singkat.
"Makasih udah mau maafin aku walau sepertinya terpaksa. Hehehe..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
"Iya. Lagian aku males banget kalau harus berdebat lagi. Jadi, langsung aku maafin aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Iya Rindi gapapa. Setidaknya aku udah kamu maafin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Tak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua. Kini Haikal pun mulai mengeluarkan suara nya.
"Kalau gak pada berantem lagi kan enak dengernya. Gak pada berisik." Kata Haikal pada mereka berdua.
"Iya kak, maafin Yeni ya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya yank, lain kali jangan pada berantem lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Dengan kompak mereka berdua pun menjawab ucapan Haikal.
"Nggak akan kak untuk sekarang. Tapi beda lagi untuk nanti. Hahaha..." Kata mereka berdua membalas ucapan Haikal sambil tertawa di ujung kalimat yang mereka ucapkan.
__ADS_1
"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan mereka berdua hanya dengan deheman saja.
Bersambung...