Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 128 Pura - Pura


__ADS_3

Percakapan itu pun berhenti dengan sendirinya. Namun, ternyata selang lima menit kemudian Rindi mulai mengeluarkan suaranya lagi.


"Kak katanya gak akan lama. Ko masih diem aja nggak akan bertindak nih." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bertindak apa?" Kata Haikal yang pura - pura tidak tahu apa yang di maksud oleh Rindi tersebut. Walau sebenarnya ia sangat tahu apa yang di maksud oleh Rindi tersebut. Tetapi ia memilih untuk pura - pura tidak tahu.


"Ya udah deh lupain aja kak. Rindi males juga kalau harus jelasin." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ko males sih, jangan males lah coba kasih tau kakak." Kata Haikal pada Rindi.


"Gak bisa kak. Kita langsung pergi belanja aja yuk kak. Biar gak terlalu malam nanti pulangnya. Yuk, yuk kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan.


"Hem... jawab dulu ucapan kakak itu baru kita belanja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Males kak, lain kali aja ya. Sekarang kita langsung belanja. Ayo kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Jawab dulu ucapan kakaknya, baru setelah itu kita berangkat." Kata Haikal masih ingin Rindi menjawab ucapannya.


"Kalau kakak gak mau, ya udah biar Rindi sama Yeni aja yang pergi. Mana coba uangnya Rindi mau pergi belanja sama Yeni." Kata Rindi kembalas ucapan Haikal sambil meminta uang pada Haikal.


"Kamu yang mau pergi berdua. Kenapa jadi kakak yang harus kasih uangnya." Kata Haikal yang aneh karena Rindi malah meminta uang pada dirinya.


"Ini kan sesuai perjanjian kita tadi. Kakak yang akan traktir Rindi. Jadi sekarang Rindi minta uang traktir nya ke kakak. Ayo coba keluarin uang nya terus kasih ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gunain uang kamu aja. Kenapa harus gunain uang kakak coba. Kamu yang akan belanja, ini malah kakak yang harus bayar. Ada - ada aja kamu nih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak yakin gak mau kasih uang nya ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mendekatkan tubuhnya pada Haikal.


"Iya lah yakin." Kata Haikal dengan santainya membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


Bukan menjawab lagi ucapan Haikal. Kini Rindi semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Haikal. Lalu seolah - olah ia akan memeluk Haikal.


Haikal yang melihat reaksi Rindi tersebut. Kini mulai merasa resah dengan apa yang akan Rindi lakukan pada dirinya.


"Ini kenapa tubuh kamu hampir dekat sama tubuh kakak sih. Kamu mau apa?" Kata Haikal pada Rindi.


"Menurut kakak kalau aku berada di dekat kakak seperti ini. Akhirnya nanti tubuh aku akan berada dimana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Jangan aneh - aneh deh kamu. Nanti ada yang cemburu." Kata Haikal dengan percaya dirinya berbicara seperti itu pada Rindi sambil melihat ke arah Yeni.


"Tenang, lagian Yeni pasti ngerti ko. Gak akan ada yang cemburu. Sekarang kakak rileks aja. Tubuh Rindi juga gak akan nyakitin kakak ko. Tenang dan nikmati saja." Kata Rindi membuat Haikal bergidik ngeri mendengar ucapan Rindi tersebut.


"Jangan ngaco deh kamu Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... Rindi gak ngaco kali kak. Lagian Rindi gak akan berbuat macam - macam ko sama kakak. Tapi hanya satu macam dan sebentar lagi satu macam itu akan kakak rasakan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Semakin dekat bahkan sudah hampir dekat, tubuh Rindi tersebut berada di dekat Haikal. Haikal yang melihat reaksi Rindi tersebut sempat menjauhkan tubuhnya. Namun, pada akhirnya ia sudah tak bisa menjauhkan tubuhnya dari tubuh Rindi karena saat ini ia tak bisa kemana - mana lagi.


Namun, Rindi tak mendengarkan ucapan Haikal tersebut. Tetapi ia malah merentangkan kedua tangannya dan kini mulai perlahan demi perlahan tangan itu membuat lingkaran di tubuh Haikal.


"Rindi berhenti, apa - apaan sih kamu. Jangan kaya gini." Kata Haikal yang mulai emosi dengan reaksi Rindi yang berlebihan ini.


"Sut... kak jangan berisik, kakak nikmati aja hasil akhirnya, oke." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Di saat rasa panik mulai dirasakan oleh Haikal, tangan Rindi pun kini sudah mengambil sesuatu di saku celana Haikal. Setelah itu ia pun mulai menjauhkan tubuhnya.


"Jangan tegang kaya gitu kali kak. Lagi pula Rindi gak jadi peluk kakak ko. Barusan hanya ngetes kakak aja. Gimana sih reaksi kakak kalau Rindi lakukan seperti itu ke kakak." Kata Rindi setelah jaraknya mulai jauh dari tubuh Haikal.


"Siapa juga yang tegang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Kakak lah memang nya siapa lagi yang akan Rindi peluk barusan, kan kakak. Masa jadi Ryan yang tegang. Kan gak mungkin." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Em... udah dulu ya kak. Rindi sama Yeni mau berangkat belanja sekarang. Dah kak." Kata Rindi kemudian membalikan tubuhnya dan menjauh dari Haikal.


Namun, sebelum itu ia sempat berbicara pada Yeni.


"Yen ayo kita pergi." Kata Rindi pada Yeni.


"Hah... sekarang Rindi." Kata Yeni yang kaget karena ia sedang terdiam.


"Besok, ya iya lah sekarang. Ayo berangkat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menarik tangan Yeni.


"Kamu bengong nya sampai kelewatan kaya gitu. Aku bicara aja keliatan kaget nya. Kenapa, takut kak Haikal aku peluk. Tenang aja kali aku gak akan peluk kak Haikal, tapi aku ambil ini dari kak Haikal. Udah reaksi kamu jangan berlebihan kaya gitu. Sekarang kita nikmati saja. Oke." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya sambil menunjukan apa yang telah ia ambil dari Haikal pada Yeni.


Dan ya reaksi Yeni setelah melihat benda yang di tujukan oleh Rindi menjadi penuh dengan rasa kaget bahkan berbagai rasa pun Yeni rasakan.


"Ayo berangkat." Kata Rindi akhirnya mengakhiri ucapannya.


"Rindi bentar deh, kamu ko bisa ambil itu dari kak Haikal." Kata Yeni yang penasaran dengan cara Rindi mengambil benda tersebut.


"Ini tuh gampang Yeni. Nanti aku ajarin kamu buat lakukan hal ini kalau kak Haikal buat kamu kesusahan untuk mendapatkan isi dalam benda ini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Apa hubungannya Rindi, ko bisa kamu mau ajarin aku untuk mengambil benda itu juga dari kak Haikal." Kata Yeni yang aneh dengan ucapan Rindi.


"Nanti kamu juga tau. Sekarang belum saat nya. Udah jangan banyak tanya sekarang kita pergi aja. Keburu kak Haikal menyadari akan hilangnya benda ini." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni untuk tidak bertanya lagi.


"Hem... iya deh iya. Gini nih kalau ambil sesuatu tanpa orang yang punya tau. Jadi kebingungan sendiri kan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bukan kaya gitu Yeni. Kamu tuh gak akan paham." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2