
"Hem... kaya gitu ya. Aku rasa kamu yang gak paham bukan malah sebaliknya." Kata Yeni sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Udah lah lupain, ayo sekarang kita berangkat." Kata Rindi yang sekali lagi menarik tangan Yeni untuk ikut bersamanya.
Yeni yang di tarik tangannya secara tiba - tiba hampir tak bisa menyeimbangkan tubuhnya, bahkan ia hampir terjatuh jika tak sempat menahan tompangan tubuhnya.
"Pelan - pelan dong Rindi. Ini tuh tangan loh bukan tali. Kalau putus gimana?" Kata Yeni saat tangannya di tarik oleh Rindi.
"Gak sampai kaya gitu kali Yen, tanganmu ini kan kuat seperti baja dan tahan banting seperti..." Kata Rindi yang malah menjawab asal ucapan Yeni. Sehingga Yeni pun langsung memotong ucapan Rindi.
"Iya aku ini manusia super. Kamu nih ada - ada aja sih. Kan gak pernah tau kalau ternyata nih tangan bisa putus karena di tarik atau gak patah tulang gitu karena tarikan nya terlalu kencang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Ya ampun Yen, jaga loh ucapannya. Nggak mungkin seperti itu. Iya deh iya maafin aku karena udah tarik tangan kamu terlalu kencang dan tiba - tiba." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta maaf pada Yeni.
"Kenapa gak dari tadi sih bilang maaf nya. Kalau udah di bilang yang aneh - aneh baru deh tuh maaf langsung keluar." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hehehe... lupa Yeni, ya udah ayo jangan bahas itu lagi. Kita harus cepat - cepat pergi. Jangan sampai kak Haikal mengetahui benda ini sudah tidak ada di sakunya sebelum kita pergi, bisa gagal nanti kalau sampai hal itu terjadi sekarang. Lebih baik kita bahas hal ini nya nanti aja. Oke, ayo kita jalan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil tersenyum tanpa merasa bersalah dan mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Yeni untuk pergi.
"Ya udah ayo." Kata Yeni akhirnya menyetujui keinginan Rindi.
Kemudian mereka berdua pun bergegas meninggalkan Haikal yang masih terdiam di tempatnya.
Namun, pandangan ia mengarah pada Rindi dan Yeni saat mereka berdua berjalan perlahan demi perlahan sampai pada akhirnya mereka berdua pun tak terlihat dari pandangan.
Barulah setelah itu Haikal mulai mengeluarkan suaranya.
"Ini beneran, Rindi gak akan minta uang untuk traktir nya, apa gimana? tumben banget, biasanya juga kalau belum dapet pasti nunggu sampai dapet dulu. Ini ko aneh ya. Apa ada sesuatu yang salah. Hem... harus di cari tau nih." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
"Tapi cari tau apanya ya." Kata Haikal yang malah kebingungan.
__ADS_1
"Hem... bingung banget. Aku susul mereka atau jangan ya." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.
"Sepertinya susul aja deh. Tapi ntar kalau di susul Rindi pasti minta traktirannya. Ah... kayanya jangan di susul aja deh. Biar uang ku juga aman." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
Kemudian ia pun mulai meraba saku celananya untuk mengambil benda yang Rindi ambil.
Saat tangannya meraba - raba saku celananya. Ekspresi wajah Haikal pun mulai berubah menjadi panik dan kebingungan.
"Ini kenapa gak ada. Dompet perasan aku simpan di saku belakang celana kan. Tapi ko gak ada. Kemana ya itu dompet." Kata Haikal setelah meraba saku celana nya.
Ya benda yang diambil oleh Rindi tersebut adalah dompet milik Haikal yang Haikal simpan di belakang saku celakannya.
"Argh... sial aku kena tipu Rindi. Pantes aja dia begitu tenang mau pergi tanpa minta uang. Ternyata uang ku sudah dia ambil duluan. Bodoh nya aku sampai kena tipu tuh anak." Kata Haikal menyalahkan dirinya sendiri.
"Harus ku susul nih, kalau gak di susul semua uang millik ku bisa habis tanpa sisa. Apalagi kalau Rindi yang belanja. Argh... ini gak boleh terjadi. Harus susul mereka." Kata Haikal kemudian bergegas melangkahkan kakinya untuk menyusul Rindi.
Sementara Rindi dan Yeni kini sudah menaiki motor yang Yeni bawa dan bersiap melajukan motor tersebut.
"Ko udah bawa helm dua." Kata Rindi yang penasaran dengan helm yang Yeni bawa saat ini.
"Hem... tadi pagi aku mau jemput kamu. Tapi gak jadi, makannya helm ini sempat di bawa." Kaya Yeni membalas ucapan Rindi.
"Oh pantes helm nya jadi ada dua. Ya udah sini aku pake dulu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta helm yang di maksud itu.
"Nih, helm nya." Kata Yeni sambil memberikan helm tersebut pada Rindi.
"Oke, makasih." Kata Rindi mengambil helm tersebut. Kemudian langsung mengenakan helm itu.
"Udah pake helm nya." Kata Yeni setelah melihat Rindi dari balik kaca spion nya.
__ADS_1
"Udah, ayo berangkat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Oke." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Kemudian motor itu pun melaju, saat motor tersebut sudah keluar dari halaman butik. Haikal pun baru keluar dari butik dengan terburu - buru.
"Huh... hah... huh... hah... Capek nya lari - lari. Ah... sial mereka udah pergi. Harus buru - buru nih." Kata Haikal ketika telah sampai di depan butik.
Setelah selesai bicara Haikal pun mulai bergegas untuk menaiki kendaraan yang akan ia gunakan.
"Pake mobil atau pake motor ya. Kalau pake mobil lumayan susah buat keluarnya. Kaya nya lebih baik susul pake motor." Kata Haikal yang sempat kebingungan dengan kendaraan apa yang akan ia gunakan untuk menyusul Rindi dan Yeni sehingga pada akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan motor miliknya.
Bergegaslah ia mendekati motor sport miliknya itu. Tanpa menunggu lama, ia pun mulai menyalakan motor tersebut dan melajukan motor itu dengan kecepatan yang tinggi dan cepat.
Sehingg dalam hitungan detik ia sudah tak terlihat lagi.
Di dalam perjalanan Rindi pun kemudian berbicara pada Yeni.
"Yen ini kamu lajuin motornya ko kaya keong ya. Lama bener." Kata Rindi pada Yeni.
"Lama apanya, ini tuh kecepatan sedang gak rendah atau pun tinggi. Liat sendiri aja kalau gak percaya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... tapi kaya jalan keong. Tambah lagi kecepatannya. Ntar kak Haikal keburu susul kita." Kata Rindi meminta Yeni untuk menaikan lagi kecepatan nya.
"Memangnya udah seyakin itu kalau kak Haikal akan susul kita. Kalau ternyata kak Haikal gak susul kita gimana?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Yakin 100 % kak Haikal pasti susul kita. Dia gak mau rugi kali dan pastinya takut uang yang ada di dompet nya ini abis aku belajain. Jadi, udah pasti akan susul kita." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Baru saja Rindi selesai berbicara, terdengar suara motor sport dari kejauhan yang Rindi yakini itu adalah suara motor milik Haikal.
__ADS_1
"Apa aku bilang, kak Haikal pasti susul kita. Ayo cepat lajuin motornya lebih cepat." Kata Rindi pada Yeni.
Bersambung...