Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 127 Di Anggap Aneh


__ADS_3

"Loh ko bisa barengan ya." Kata Yeni yang pertama kali berucap sambil menunjuk Rindi dengan jari telunjuknya.


"Lah iya, ini kenapa bisa bareng." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menujuk Yeni dengan jari telunjuk nya juga.


Kemudian mereka saling terdiam, tak lama setelah itu mereka berdua pun mulai tertawa.


"Hahaha... hahaha... itu artinya gak ada yang menang dalam lomba ini. Hahaha... Hahaha..." Kata Yeni yang begitu keras tertawa.


"Hahaha... hahaha... kamu bener Yeni. Mana tadi udah buru - buru biar jadi pemenang. Eh... malah seri, jadi gak ada yang menang. Tapi lucu juga. Jadi ada hiburan buat ketawa. Hahaha..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... sama, aku juga tadi buru - buru. Tau gak Rindi, resleting baju yang tadi aku kenain susah banget buat di buka. Aku bahkan sudah emosi di tambah mau kenyerah juga. Tapi kemudian aku teringat tentang kamu yang suka nambah porsi makan. Makannya setelah itu, aku jadi semangat lagi pengen menang." Kata Yeni menjelaskan apa yang ia alami di ruang ganti.


"Ko bisa sama juga Yeni. Aku juga tadi kesusahan banget saat buka resleting baju. Udah emosi kemana - mana malahan. Eh... ujungnya malah seri kaya gini. Gak jadi menang deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi sepertinya ini yang lebih baik. Kalau salah satu di antara kita ada yang menang pasti akan merugikan yang kalah. Iya gak." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... sepertinya kaya gitu. Ya udah yuk kita langsung temui kak Haikal." Kata Rindi kemudian mengajak Yeni.


"Iya Rindi yuk." Kata Yeni kemudian lebih dulu melangkahkan kaki meninggalkan Rindi.


"Buru - buru amat sih. Mau cepet berada di dekat kak Haikal ya sampai jalannya aja di cepetin kaya gitu." Kata Rindi yang berada di belakang Yeni.


Tepat saat Yeni mendengar ucapan Rindi tersebut. Ia yang sedang berjalan tanpa memberitahu akan berhenti seketika langsung berhenti dan Rindi yang tidak fokus tiba - tiba menubruk bagian belakang tubuh Yeni.


Brug...


Tubuh depan Rindi pun kini telah menubruk tubuh belakang Yeni.


Rindi kemudian terdiam untuk beberapa saat. Namun, hal itu tak berjalan lama karena setelah itu Rindi mulai mengeluarkan suaranya cukup tinggi.

__ADS_1


"Argh... sakit banget nih hidung." Kata Rindi sambil memegang hidungnya.


Tak hanya Rindi yang merasakan sakit. Yeni yang berhenti secara tiba - tiba itu pun hampir tersungkur ke depan karena tubrukan tubuh Rindi di belakang tubuhnya. Bahkan ia juga merasakan sakit.


"Aw... sakit, mana kaget lagi mau jatuh. Bisa liat gak sih kamu Rindi. Kalau aku tersengkur ke depan gimana?" Kata Yeni pada Rindi sambil menyalahkan Rindi.


"Lah ko jadi aku yang di salahin. Bukannya salah kamu sendiri yang tiba - tiba berhenti." Kata Rindi yang tak terima dengan ucapan Yeni sehingga ia mulai protes pada Yeni.


"Tapi kan harusnya kamu bisa liat kalau aku udah berhenti dan gak harus dilanjutin lagi jalannya atau gak walau dilanjutin, gak harus tubruk tubuh aku. Kan bisa bukan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... itu artinya kita berdua salah. Jadi seharusnya kamu gak usah salahin aku. Apalagi ini juga ada kesalahan kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... Iya deh aku salah. Maaf ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil meminta maaf.


"Iya aku maafin, aku juga minta maaf udah salahin kamu juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta maaf juga pada Yeni.


"Iya berpelukan." Kata Rindi kemudian memeluk Yeni juga.


Sementara Haikal yang sedari tadi duduk di kursi ternyata memperhatikan reaksi yang dilakukan mereka berdua.


"Cewe suka nya kaya gitu. Kalau cowo sama cowo pelukan pasti di anggap aneh. Tapi kalau cewe sama cewe udah di anggap bisa. Hem... jadi pengen di peluk. Apa aku bicara aja ya. Sepertinya boleh juga tuh biar melepas pelukan mereka juga, biar gak terlalu lama. Kan aku jadi cemburu, masa Yeni peluknya Rindi. Itu gak bener, harusnya kan aku. Eh... ko jadi ngaco bicaranya, di peluk aku juga gak boleh sekarang - sekarang harus nunggu halal dulu baru bisa peluk. Haikal... Haikal ingat Yeni tuh anak orang dan belum jadi milik kamu. Masa mau kamu langsung peluk. Kan gak baik itu namanya." Kata Haikal berbicara di dalam hatinya.


Setelah selesai berbicara di dalam hati. Haikal kemudian mengucapakan sebuah kata pada mereka berdua yang masih berpelukan.


"Enak ya pelukan kaya gitu. Mana sepertinya gak mau lepas lagi. Mau sampai kapan tuh pelukan gak pegel apa." Kata Haikal pada mereka berdua.


Ucapan Haikal ini pada akhirnya membuat Yeni dan Rindi mulai melepas pelukkan mereka.


"Apa sih kak, sirik aja bisa nya. Kalau kakak mau, kakak bisa peluk juga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Beneran boleh peluk juga nih. Kalau gitu kakak ke sana ya." Kata Haikal yang mulai berdiri dari duduknya.


"Eh... kakak mau peluk siapa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya peluk kalian, bukannya tadi kata kamu boleh ya. Terus kalau bukan kalian yang di peluk, terus siapa yang harus kakak peluk?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya orang lain lah kak. Jangan kita berdua apalagi peluk Yeni. Not gak boleh kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Padahal kakak udah seneng loh kamu bilang boleh tadi. Eh... ternyata salah simpulin. Akhirnya kakak jadi kecewa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Lagian itu kan salah kakak sendiri kenapa simpulin kaya gitu. Tapi kalau kakak mau peluk sih boleh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Beneran boleh." Kata Haikal mencoba memastikan ucapan yang ia dengar dari Rindi tidak salah ia dengar. Sehingga ia pun bertanya pada Rindi.


"Iya beneran. Tapi, jangan kita berdua yang di peluk. Kakak bisa peluk Ryan, jadi bukannya sama aja kakak juga bisa peluk." Kata Rindi yang lagi dan lagi mematahkan rasa senang Haikal.


"Kakak kira boleh peluk Yeni. Eh... ternyata bukan itu yang di maksud." Kata Haikal yang merasa semakin kecewa setelah mendengar ucapan Rindi.


"Kalau Yeni yang di peluk,  itu gak baik. Kakak sama Yeni aja gak ada hubungan apa - apa kan. Nanti akan terkesan tidak baik kalau kakak langsung peluk Yeni. Jadi jangan berpikiran seperti itu kak. Lebih baik kakak pikirkan aja cara agar Yeni bisa jadi milik kakak, lalu setelah itu terserah kakak deh mau apakan Yeni." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan cukup panjang.


"Hem... iya, akan kakak pikirkan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Oke kalau gitu kak. Jangan lama - lama di pikirin nya. Ntar keburu ada yang punya Yeni nya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Oke gak akan kakak pikirkan lama." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Baiklah kalau seperti itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2