
Ryan yang begitu serius dalam bercerita pada ibu dan tante Ratna. Seketika terdiam saat ia mendengar suara Rindi.
"Bu, tan hai Ryan. Ko gak di lanjutin bicaranya. Kenapa?" Kata Rindi memanggil mereka bertiga.
Tanpa menjawab ucapan Rindi, Ryan kemudian berlari memeluk tubuh tante Ratna.
"Ryan, sayang kamu kenapa?" Kata tante Ratna yang kebingungan dengan tingkah Ryan yang tiba - tiba memeluknya itu.
Ryan yang memeluk tubuh tante Ratna masih enggan untuk menjawab ucapan tante Ratna. Bahkan sekarang tubuhnya begitu gemetar ketakutan.
Membuat tante Ratna menjadi semakin kebingungan.
"Sayang, ayo coba cerita sama mamah. Kamu kenapa?" Kata tante Ratna mencoba membujuk Ryan untuk bercerita pada dirinya.
Ryan masih tetap enggan mengeluarkan suara. Membuat tante Ratna kini mulai mengalihkan pandangannya pada Rindi.
Lalu setelah pandangannya mengarah ke Rindi. Ia pun mulai mengeluarkan suara untuk bertanya pada Rindi.
"Rindi kamu tau Ryan kenapa bisa seperti ini. Karena tante yakin ada sesuatu di antara kalian. Bukannya tadi kalian masih baik - baik aja. Tapi, setelah kembali Ryan jadi seperti ini. Sekarang tante minta sama kamu untuk kasih tau tante, apa yang terjadi di antara kalian. Bahkan Ryan sampai memeluk tante seperti ini. Itu karena dia mendengar suara kamu. Jadi, jelaskan apa yang terjadi di antara kalian." Kata tante Ratna berkata pada Rindi dengan cukup panjang dan detail.
"Em... sebenarnya kami berdua baik - baik aja tante. Tapi, waktu Rindi sama Ryan liat baju yang di buat tante kata nya Ryan buat Rindi. Rindi..." Kata Rindi yang malah terdiam tak melanjutkan lagi ucapannya.
Tante Ratna yang menunggu kelanjutan ucapan Rindi. Namun, tak kunjung ada. Akhirnya membuat ia kembali bertanya pada Rindi.
"Lanjutin dong Rindi jangan malah diem kaya gini. Mau sampai kapan tante harus nunggu." Kata tante Ratna berkata pada Rindi.
"Maaf, maaf tante. Rindi lagi cari kata yang tepat. Barusan kebingungan sama kata yang harus di ucapinnya. Jadi, maaf ya tante, Rindi buat tante nunggu." Kata Rindi yang langsung meminta maaf ketika ia membalas ucapan tante Ratna.
"Hem... ya udah coba sekarang kamu lanjutin lagi ucapan kamu nya." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Baik tante, Rindi akan lanjutin lagi ucapan Rindi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
"Jadi gini tante, tadi Rindi bilang gini ke Ryan. Gemes nya pipi Ryan. Jadi, pengen aunty cubit deh pipinya. Terus tangan Rindi udah hampir dekat di pipi Ryan. Tapi, belum sempat di cubit. Ryan nya udah lari. Jadi, kaya gitu tante ceritanya. Rindi gak tau Ryan bisa seperti itu karena apa." Kata Rindi yang telah selesai memberitahukan apa yang di tanyakan oleh tante Ratna kepada dirinya.
Tiba - tiba ibu langsung menjawab ucapan Rindi.
"Hadeh... sayang, kamu nih gak tau atau pura - pura gak tau sih. Udah jelas - jelas Ryan seperti ini karena kamu penyebabnya." Kata ibu pada Rindi.
"Ko jadi Rindi, Rindi kan gak punya salah bu." Kata Rindi yang aneh karena ia malah di bilang penyebab Ryan memeluk tubuh tante Ratna dengan erat.
"Bukan gak punya, tapi kamu gak menyadarinya Rindi. Kamu tau kan, Ryan paling gak suka kalau pipinya kamu cubit. Sedangkan kamu barusan mau cubit Ryan. Em... sepertinya udah hampir cubit Ryan. Jadi, tante rasa kamu sekarang bisa menyadari kesalahan kamu." Kata tante Ratna pada Rindi.
"Dengerin tuh ucapan tante kamu." Kata ibu pada Rindi. Setelah tante Ratna selesai berbicara pada Rindi.
"Em... iya deh iya Rindi salah. Maaf ya, tante, bu, Rindi salah." Kata Rindi membalas ucapan ibu dan tante Ratna.
"Ko minta maaf nya sama ibu dan tante kamu aja. Sama Ryan nya kamu gak akan minta maaf. Liat tuh tubuh Ryan sampai gemetar kaya gitu. Karena takut sama kamu." Kata ibu membalas ucapan Rindi sambil menunjuk Ryan yang sedang memeluk tante Ratna.
"Ya udah sana minta maaf sama Ryan." Kata ibu membalas ucapan Rindi.
"Iya bu, ini juga Rindi mau langsung minta maaf sama Ryan." Kata Rindi membalas ucapan ibu.
Setelah itu, Rindi pun mulai mendekatkan tubuhnya pada Ryan yang sedang memeluk tubuh tante Ratna.
Namun, langkah kaki Rindi yang terdengar oleh Ryan. Membuat Ryan semakin mempererat pelukannya itu.
Tak lama, kini Rindi telah sampai di dekat Ryan. Lalu dengan berani ia pun menyentuh tubuh belakang Ryan.
Setelah tangannya ada di tubuh belakang Ryan, ia kemudian mulai mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
"Ryan maafin aunty ya, tadi onti hanya bercanda ko. Nggak akan cubit Ryan beneran. Maafin aunty ya." Kata Rindi pada Ryan dengan tulus.
Ryan yang masih gemetar, kini mulai menghilangkan sedikit demi sedikit rasa gemetar itu.
Tak lama setelah itu, Ryan pun mulai melonggarkan sedikit demi sedikit pelukan di tubuh tante Ratna.
Sampai pelukannya itu ia lepas. Kemudian Ryan mulai membalikan tubuhnya dan secara otomatis kini pandangan Ryan berhadapan dengan Rindi.
"Onti beneran gak akan cubit Ryan kan. Onti gak bohongi Ryan kan, dengan bilang kalau onti hanya bercanda." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
"Hem... aunty gak bohong ko. Aunty memang gak akan cubit Ryan. Tapi mau peluk Ryan, boleh kan aunty peluk Ryan." Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
"No onti, onti gak boleh peluk Ryan." Kata Ryan membalas ucapan Rindi dengan cepat.
"Kenapa?" Kata Rindi membalas ucapan Ryan dengan sebuah pertanyaan.
"Karena Ryan gak mau di peluk sama onti." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
"Ko gitu sih, Ryan pelit banget gak izinin aunty buat peluk Ryan. Sedih nya aunty." Kata Rindi membalas ucapan Ryan. Kemudian ia pun berpura - pura terlihat sedih.
"Biarin suka - suka Ryan." Kata Ryan bukan nya luluh saat Rindi berpura - pura nangis. Ia malah membuat Rindi tak percaya dengan jawaban ia barusan.
"Ya ampun Ryan, ko sampai setega itu sama aunty nya sendiri. Aunty lagi sedih nih." Kata Rindi membalas ucapan Ryan sambil menutup bibir nya.
"Ryan bukan tega onti. Tapi, Ryan gak percaya kalau onti lagi nangis. Jadi, Ryan bilang kaya gitu ke onti." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
"Hem... Jadi karena kamu gak percaya. Aunty ini beneran sedih loh. Masa kamu masih gak percaya sama aunty." Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
"Ryan juga gak tau onti. Tapi, Ryan yakin kalau onti hanya pura - pura nangis." Kata Ryan membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Ya udah deh, terserah kamu aja. Aunty juga capek jelasin, kalau kamu masih tetep bilang kalau aunty ini masih pura - pura nangis. " Kata Rindi membalas ucapan Ryan.
Bersambung...