
"Hem... kakak bukannya jadi meleleh nih liat senyum kamu ini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ko bisa kak, terus jadi apa dong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.
"Em... jadi sebel, pengen muntah." Kata Haikal dengan cepat membalas ucapan Rindi.
"Ya ampun kak sampai segitunya. Harusnya kakak tuh beruntung loh. Rindi jarang banget kasih senyum ke orang dan kakak ini adalah salah satu orang yang terpilih bisa liat senyum Rindi. Eh... malah sebel dan mau muntah. Hem... memangnya senyum Rindi pemicu muntah ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sedikit menjelaskan mengenai senyum langka miliknya itu pada Haikal.
"Oh ya, beruntung banget dong ya harusnya kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya, seharunya kaya gitu. Tapi, ternyata Rindi salah duga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Tapi, kakak beneran pengen muntah. Sebel juga liat senyum kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... ya udah kak muntahin aja. Em... jangan bilang mubajir kalau harus dimuntahin." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hahaha... memangnya makanan bisa mubajir. Ini tuh muntah Rindi muntah. Masa iya bisa mubajir." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil tertawa.
"Ya siapa tau gitu kak, karena kakak sayang sama muntah nya jadi takut mubajir kalau harus di buang - buang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Mana ada kaya gitu. Di dalam kamusnya juga gak ada tuh hal seperti itu. Kamu dapet pemikiran seperti itu dari mana. Adakah sumbernya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya mengenai sumber ucapan yang Rindi bahas saat ini dengan dirinya.
Rindi kemudian menarik napas sejenak, setelah itu ia pun mulai mengeluarkan suara untuk menjawab ucapan Haikal.
"Huh... hah..." Inilah suara tarikan napas yang Rindi keluarkan. Kemudian berbicara pada Haikal.
"Yakin pengen tau sumbernya nih kak. Ntar nyesel lagi kalau udah tau sumbernya dari mana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bilang juga belum, kenapa udah berpikiran seperti itu. Curigaan bener sih." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya justru karena itu kak, Rindi bilang kaya barusan dulu. Biar kakak nggak nyesel saat Rindi ntar kasih tau kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Gitu ya, em... ya udah langsung kasih tau kakak aja. Kakak nggak akan nyesel ko."
"Baiklah kalau kakak maunya kaya gitu. Rindi akan kasih tau kakak."
__ADS_1
"Cepet kasih tau nya jangan lama - lama. Ntar keburu tua kalau kelamaan."
"Iya, iya bawel banget sih kak. Ini juga Rindi mau kasih tau kakak. Tapi, ya jangan di potong dong kak."
"Hem... ya udah kasih tau."
"Jadi gini, kalau kakak pengen tau sumbernya. Kakak udah tau loh sumbernya darimana. Tapi, ya udah deh berhubung kakak belum menyadarinya. Jadi Rindi kasih tau kakak."
"Kelamaan kalau harus pembukaan dulu. Langsung ke intinya aja." Kata Haikal yang protes dengan ucapan Rindi.
"Ih... siapa juga yang pembukaan. Barusan tuh hanya menjelaskan sedikit awal permasalahannya. Bukan pembukaan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya udah, lanjutin."
"Aneh nih lama - lama bicara sama kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Aneh apa lagi? bukannya kamu yang aneh."
"Mana ada kaya gitu kak. Rindi nggak aneh, titik pokoknya Rindi nggak aneh." Kata Rindi yang tak terima di bilang aneh oleh Haikal.
Tut... Tut...
"Eh... siapa nih yang telpon? bentar - bentar kak, Rindi terima telpon dulu. Kakak jawab ucapan Rindi nya nanti aja." Kata Rindi pada Haikal setelah ia melihat hanphone miliknya menyala.
"Hem..." Kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.
"Hallo" Kata Rindi pada seseorang yang menelpon dirinya.
"Hallo, Rindi kamu dimana?" Kata seseorang yang menelpon Rindi.
"Di butik tante Ratna." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Oh lagi di butik tante Ratna. Aku kira lagi di rumah. Eh, tapi bentar deh. Itu artinya ada kak Haikal dong di sana." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Iya tentu ada. Jangan bilang kamu akan ke sini karena denger ada kak Haikal." Kata Rindi yang mulai curiga dengan seseorang yang menelponnya itu.
__ADS_1
"Hehehehe... kamu ko bisa tau sih. Aku kan memang berniat mau susul kamu ke sana. Lumayan kan bisa liat kak Haikal juga." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Itu aja yang ada dalam pikiran kamu. Ya udah aku tunggu kamu di sini. Gpl ya. Awas aja kalau sampai berjam - jam." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Oke, aku otw ke sana." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Hem... hati - hati di jalan nya kalau ada belokan harus belok jangan sampai gak belok ntar bisa - bisa..." Kata Rindi yang langsung di potong ucapannya.
"Iya, iya aku paham. Udah dulu ya. Mau bawa motor nih kalau sambil telponan nggak baik. Jadi aku tutup dulu ya. Bye Rindi." Kata seseorang itu mengakhiri telponnya.
"Kebiasaan banget nih anak belum juga di jawab udah main tutup - tutup aja." Kata Rindi yang mengomeli seseorang yang baru saja menelpon dirinya.
"Siapa memangnya? tadi kakak sedikit denger orang yang telpon kamu sebut nama kakak." Kata Haikal bertanya pada Rindi.
"Kakak nguping ya ucapan Rindi barusan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.
"Nggak nguping tapi kedengeran aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Sama aja kali kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Beda dong Rindi. Em... terus siapa yang telpon kamu?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya lagi mengenai seseorang yang menelpon Rindi tersebut siapa.
"Jangan kepo kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kakak nggak kepo Rindi tapi pengen tau aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Sama aja kalau kaya gitu kak. Kepo kan ujung - ujung nya pengen tau juga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya udah deh kakak ngalah, kakak kepo sama yang telpon kamu barusan. Siapa memangnya?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Nah gini kan enak kak, oke berhubung kakak udah akui kalau kakak ini kepo. Sekarang Rindi kasih tau yang telpon Rindi barusan. Tapi kakak nya sini deket sama Rindi biar Rindi bisikin, ntar bisa - bisa ke dengerin sama orang lain. Bisa berabe kak kalau sampai kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil meminta Haikal untuk mendekatkan dirinya pada ia karena ia akan membisikan jawabannya dari ucapan Haikal tersebut di dekat telinganya Haikal.
"Kenapa harus di bisikin sih. Langsung di ucapin aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Karena nggak baik kak, kalau harus di ucapin langsung. Ini tuh sedikit rahasia. Jadi kalau kakak pengen tau ya kakak harus deket sama Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...