
"Udah selesai kan kak?" Kata Yeni pada Haikal.
"Hem... iya, kamu capek?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Dengan menganggukkan kepalanya, Yeni kemudian berkata, "Iya kak, boleh minum kan kak."
"Boleh dong, minum aja. Air nya masih ada gak?" Kata Haikal membalas cepat ucapan Yeni.
"Ada kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ya udah di minum air nya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak, kakak haus juga gak?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Haikal.
"Haus juga sih, tapi kakak belum mau minum." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Ko kaya gitu kak, katanya haus. Kalau haus minum aja kak. Gak baik di nanti - nanti." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya nanti aja kakak minum nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau kaya gitu Yeni minum duluan ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Iya pelan - pelan minumnya nanti bisa tersedak kalau gak pelan - pelan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Dengan memberi hormat Yeni kemudian membalas ucapan Haikal.
"Siap kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Setelah itu, Yeni mulai minum. Seteguk demi teguk air tersebut telah masuk ke dalam tenggorokan sampai tak terasa air pun habis tak tersisa.
"Haus banget kaya nya sampai habis kaya gitu. Apalagi cepet banget lagi minum nya." Kata Haikal yang melihat air yang Yeni minum habis tak tersisa.
"Hehehe... jadi malu Yeni. Tapi, ucapan kakak memang bener sih kalau Yeni itu memang haus banget, makannya langsung di abisin. Kakak mau minum kapan?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil bertanya pada Haikal.
__ADS_1
"Kakak minum nya nanti aja." Kata Haikal masih tetap menjawab hal yang sama dengan ucapan sebelumnya.
"Hem... iya deh kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Setelah itu, Yeni kemudian melihat ke arah Rindi. Saat arah pandangannya melihat ke Rindi. Betapa terkejutnya ia melihat Rindi yang tertidur di kursi.
"Ya ampun kak, itu... itu... Rindi ko malah tidur." Kata Yeni yang terkejut sambil memberitahu Haikal tentang Rindi yang tertidur.
"Tertidur apa maksudnya?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni tanpa melihat telunjuk Yeni yang mengarah ke Rindi.
"Kakak liat sendiri aja. Rindi tidur sampai pulas kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dan meminta Haikal untuk melihat arah telunjuknya.
"Masa sih, kebiasaan kalau beneran tidur tuh anak." Kata Hiakal yang masih tak percaya dengan ucapan Yeni.
Tak lama setelah ia selesai berbicara, ia kemudian melihat ke arah telunjuk Yeni. Sehingga secara otomatis tubuhnya pun ia balikan untuk menghadap ke arah Rindi.
Di putarlah tubuhnya itu ke belakang dan saat arah pandangnya sudah melihat Rindi. Ia kemudian berbicara lagi pada Yeni.
"Hem... kebiasaan banget nih anak malah tidur." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Bukan karena kelamaan aja. Tapi, memang udah kebiasaan Rindi suka tidur. Bukan kah kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Kalau Yeni ingat - ingat sih memang ada bener nya juga kak. Rindi kalau main ke rumah Yeni juga suka tidur makannya pulang selalu terlambat, ya karena tidur kaya gini." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Tuh kamu aja tau, ya udah sekarang kakak bangunin tuh anak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Apa gak nanti aja kak di bangunin nya. Kasian Rindi udah pulas kaya gitu. Kalau di bangunin, nanti..." Kata Yeni yang belum menyelesaikan ucapannya. Namun sudah di potong oleh Haikal.
"Jangan terlalu banyak kasian, kalau di biarkan terus tidur kita gak tau Rindi bangun sampai kapan. Bukankah kita akan pergi belanja. Kalau gak di bangunin kakak sih gak masalah. Tapi, kamu pasti tau sendiri kan sifat nya Rindi kalau udah di janjikan tapi gak di penuhi. Bisa gak akan berhenti dia bicara. Makannya kakak mau bangunin dia aja." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan cukup panjang.
"Iya juga sih kak, Rindi akan lebih bawel kalau janji tapi gak di penuhi. Ya udah kak, kakak bangunin aja Rindi nya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kamu mau ikut gak?" Kata Haikal bertanya pada Yeni.
__ADS_1
"Sepertinya gak kak, Yeni lihat dari sini aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Ya udah kalau kamu mau nya seperti itu. Kakak titip kamera kakak ya. Takutnya nanti dia malah ngamuk kalau kakak bangunin tiba - tiba terus kamera kakak jatuh, kan jadinya gak baik. Jadi, kakak titip kamera kakak ya ke kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil menitipkan kamera milik nya pada Yeni.
"Iya kak boleh, tapi memangnya Rindi apaan kan bisa ngamuk. Paling dia kalau di bangunin tuh diem dulu kaya orang yang kebingungan terus tanyain jam. Setelah itu teriak. Itu kebiasaan Rindi kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Jadi iri deh sama Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iri kenapa kak?" Kata Yeni yang penasaran dengan ucapan Haikal sehingga ia pun bertanya pada Haikal.
"Itu barusan kamu sampai tau kaya gitu kebiasaan Rindi tidur. Kakak juga mau dong kaya Rindi. Eh, maaf, maaf kakak salah bicara. Tapi, kalau kamu mau sih gak masalah. Gimana mau gak?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Apa sih kak, jangan kaya gitu deh. Yeni bisa tau kebiasaan kakak kaya gimana coba. Gak mungkin kan Yeni liatin kakak tidur terus bangunin kakak, biar tau kebiasaan kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Mungkin - mungkin aja Yeni. Itu juga kalau kamu mau." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Udah kak, jangan di bahas lagi. Katanya mau bangunin Rindi, terus mau kapan bangunin nya kak?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kalau bangunin Rindi bisa nanti. Tapi kalau bahas hal yang ini sekarang aja. Jangan di ubah pembahasannya." Kata Haikal mengaja membalas ucapan Yeni seperti ini.
"Janganlah kak, lebih baik kakak sekarang bangunin Rindi aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Kakak malah ingin lanjutin bahas hal ini sama kamu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Ya udah, kalau gitu Yeni aja yang bangunin Rindi. Yeni pergi untuk bangunin Rindi dulu ya kak." Kata Yeni membuka ucapan Haikal kemudian ia pun melangkahkan kaki setelah selesai berbicara.
"Kecewa nya kakak, kakak kira kamu setuju sama ucapan kakak. Tapi ternyata di luar dugaan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Lagian kak buat apa bahas itu. Gak baik tau." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Hem... iya deh, kakak ikut dong biar nanti kakak yang bangunin, kamu liatin aja kakak yang bangunin Rindi. Gimana setuju gak?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Ya udah kak, ikut aja kalau kaya gitu. Yeni setuju kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...