
Dengan geram kemudian Haikal pun mulai menjawab ucapan Rindi.
"Kamu kira jawaban kakak barusan itu karena kakak bicara lagi sama kamu. Iya kaya gitu." Kata Haikal pada Rindi.
"Hem... apalagi kalau bukan itu kak. Kakak kan tau sendiri kalau Rindi gak pernah salah. Kakak bicara juga kan ujung - ujungnya sama Rindi. Jadi ucapan Rindi itu benerlah kak." Kata Rindi dengan percaya diri membalas ucapan Haikal bahkan tangganya pun sempat ia lipatkan di dekat dadanya.
"Terserahmu lah pusing lama - lama bicara sama kamu. Ayo cepet jalannya biar gak terus - terusan bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi untuk lebih cepat jalannya.
"Ini juga udah cepet kak, tapi kakak kan tau sendiri, ini tuh susah kalau harus di bawa lari. Sabar dikit ngapa Rindi juga lagi berusaha jalan lebih cepat." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya deh iya kakak sabar. Sebenernya dari tadi juga kakak udah sabar ngadepin kamu. Tapi, tak apalah kamu nya juga gak sadar sama sekali." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Gitu ya kak, hem... maafin Rindi yang udah buat kakak sabar terlalu lama." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan rasa bersalah.
"Lupain aja, kakak juga gak akan memperpanjang ko." Kaya Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... baiklah kak, kalau gitu gimana kalau misalnya hadiah yang kakak akan kasih ke Rindi itu, Rindi minta di traktir belanja. Gimana kak kalau seperti itu?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil memberitahu Haikal tentang hadiah yang akan ia terima dari Haikal.
"Oke, kakak setuju. Kamu tinggal bilang aja ntar mau di traktir belanja dimana dan kapan?" Kata Haikal menyetujui keinginan Rindi.
"Yey... senengnya Rindi. Oke, kak gimana kalau hari ini aja. Boleh kan kak, please. Boleh ya boleh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu nih kaya anak kecil aja. Bahkan melebihi anak kecil deh sifat nya. Katanya anak yang suka kebut - kebutan, di takuti satu sekolah. Tapi, ko saat sama kakak, kamu jadi manja kaya gini. Dimana anak yang ditakutin itu berada?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan mengungkit kebiasaan Rindi yang di takuti banyak orang.
"Entahlah kak Rindi juga gak tau, mungkin ke laut perginya. Ntar kalau udah kembali Rindi kasih tau kakak deh. Gimana kakak setuju gak?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Hem... gitu ya, ko bisa pergi ke laut. Mau cari apa dia ke laut." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.
"Sepertinya mau nangkap hiu sama buaya. Terus ntar di mutilasi. Tapi, nggak tau juga Rindi kak. Bisa jadi seperti yang Rindi bilang barusan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kemudian tak lama setelah Rindi menghetikan ucapannya. Tiba - tiba terdengar suara tawa yang begitu keras.
"Hahaha... Hahahaha... kamu nih ada - ada aja. Berenang aja nggak bisa, ini mau coba nangkap hiu sama buaya. Nggak salah apa?" Kata Haikal yang ternyata sumber dari tawa tersebut.
"Siapa bilang Rindi nggak bisa berenang. Kakak mau remehin Rindi." Kata Rindi yang tak terima dengan ucapan Haikal, sehingga ia pun protes dengan ucapan Haikal tersebut.
"Itu kan memang kenyataannya. Kamu tuh nggak bisa berenang. Bahkan di air yang hanya sampai pusar aja mau tenggelam. Apalagi yang di laut. Bisa - bisa bukan kamu yang mutilasi tuh dua hewan. Tapi malah sebaliknya dua hewan itu yang mutilasi kamu. Hahahaha... Hahahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi bahkan ia pun masih tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan dengan begitu keras nya.
"Mana ada kaya gitu kak. Jahat banget sih sama Rindi. Ntar, kakak liat Rindi buktiin, kalau Rindi tuh bisa berenang. Tunggu aja tanggal mainnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Baiklah akan kakak tunggu pembuktian kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hayo kamu bengong kenapa?" Kata Haikal mengagetkan Rindi yang sedang fokus berbicara pada dirinya sendirinya itu.
"Eh.. kak, aduh kaget nya Rindi. Kenapa nggak bilang - bilang sih, kalau mau bicara lagi. Ntar kalau jantung Rindi copot gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sedikit lebay.
"Nggak mungkin sampai copot juga kali Rindi. Barusan kakak juga bicaranya gak sampai teriak. Masa iya bisa buat jantung kamu copot. Berlebihan sekali bicara mu itu Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ya kan bisa aja kak. Karena kita gak pernah tau kan. Ujung nya seperti apa. Bahkan orang yang meninggal tiba - tiba aja gak tau penyebabnya apa. Bukannya hal barusan juga bisa saja terjadi jika sudah ada kehendak. Iya nggak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bisa, tapi nggak sampai kaya gitu juga kali Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Hem... ya udah deh lupain aja. Ini kita harus belok kemana, kiri atau kanan?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Haikal.
"Bentar kakak juga bingung. Kalau menurut kamu gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi malah bertanya balik juga pada Rindi.
"Mana Rindi tau kak, Rindi juga barusan tanya
ke kakak biar kakak bisa jawab. Lah ini malah di tanyain lagi ke Rindi. Ya udah deh, Rindi serahin ke kakak aja. Rindi mah ikut aja mau kakak ke kanan ayo, mau ke kiri juga ayo. Jadi, gimana kakak mau pergi ke arah yang mana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Haikal kemudian terdiam untuk beberapa saat ketika akan menjawab ucapan Rindi. Setelah di rasa cukup dalam terdiam nya itu. Haikal pun mulai menjawab ucapan Rindi.
"Ke arah kanan aja gimana?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kanan ya kak, em... sepertinya boleh juga tuh kak. Yuk langsung ke arah kanan aja." Kata Rindi menyetujui ucapan Haikal.
"Baiklah, ayo." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Kemudian mereka berdua pun mulai melangkahkan kaki menuju ke arah kanan.
Tap... tap...
Langkah kaki mereka pun terdengar sampai pada akhirnya mereka menghentikan sejenak langkah kaki itu. Saat mereka melihat tante Ratna dan ibu telah berada di depan mereka.
"Ternyata pilihan kakak nggak salah ya Rindi. Beruntung kita pilih yang ke arah kanan. Coba aja kalau kita pilih yang ke arah kiri. Bukannya bisa temuin mamah sama bunda. Kita berdua malah ke sasar." Kata Haikal berbicara pada Rindi.
"Hem... iya kak, untung aja pilih jalan yang ini." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Iya Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan singkat.
Bersambung...