Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 124 Di Ancam


__ADS_3

Percakapan mereka berdua pun kini telah berakhir dengan sendirinya. Haikal dan Yeni mulai mengarahkan pandangan mereka pada Rindi.


Sementara Rindi yang di lihat oleh mereka berdua mulai perlahan demi perlahan menggerakkan tubuhnya serta perlahan demi perlahan mulai membuka mata.


Sampai pada akhirnya mata Rindi pun terbuka. Ia kemudian duduk dengan keadaan setengah sadar. Setelah duduk, terlihatlah ia seperti orang yang kebingungan. Melihat ke arah Haikal dan Yeni dengan bergantian. Setelah itu ia kucek kedua matanya sambil bertanya pada mereka berdua.


"Jam berapa sekarang?" Kata Rindi pada mereka berdua.


Haikal kemudian bergegas menjawab ucapan Rindi.


"Udah mau malam, liat tuh jam yang ada di belakang tubuh kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kenapa gak langsung di kasih tau aja sih kak, jam berapanya. Rindi lagi males kak liat ke arah belakang tubuh Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Kemudian setelah ia selesai berbicara pada Haikal. Ia baringkan lagi tubuhnya pada kursi tersebut. Perlahan demi perlahan mulai menutup lagi matanya.


Hal ini membuat Haikal kesal karena Rindi malah kembali tidur bukan melihat jam yang ada di belakang tubuhnya.


"Kenapa tidur lagi?" Kata Haikal dengan suara yang cukup keras.


"Masih ngantuk kak, lima menit aja ya. Rindi tidur lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal. Lalu tertidur.


"Ya ampun, Yeni liat teman mu ini, malah tidur lagi." Kata Haikal pada Yeni  setelah melihat Rindi yang telah tertidur lagi.


"Hehehe... kak jangan marah kaya gitu. Rindi memang udah biasa minta waktu kalau di bangunin buat tidur lagi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.


"Tapi, tadi kamu gak bilang kaya gitu ko." Kata Haikal yang mengikat kembali ucapan Yeni.


"Benarkan kamu tadi gak ada bilang kaya gitu ke kakak." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.


"Iya kak, Yeni lupa." Kata Yeni mengakui kesalahannya.

__ADS_1


"Ya ampun, udah lupa lagi. Hem... tapi tak apa lupa hal yang lain. Namun, jangan lupa tentang kakak ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil menaik turunkan alisnya di ujung kalimat yang ia ucapkan pada Yeni.


"Kenapa gak boleh kak?" Kata Yeni sengaja bertanya seperti ini pada Haikal.


"Em... karena gak boleh sampai lupa. Jadi awas ya jangan lupain tentang kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil mengancam Yeni.


"Ih... ko kaya gitu sih kak, Yeni juga gak tau kenapa alasannya, gak boleh lupain kakak. Ini malah udah di ancam gak boleh lupa. Kak, kak gimana sih." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Kamu nurut aja sayang maksudnya kakak, Yeni kamu nurut aja. Oke, gak ada penolakan lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan memaksa Yeni untuk setuju ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu kak. Yeni berhak dong gak setuju ucapan kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Ya udah lupain aja. Sekarang kakak mau bangunin Rindi lagi yang malah tidur." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan mengalihkan pembicaraan.


Di ambilah kaos kaki yang Haikal pakai di kakinya tadi. Kemudian setelah ia pegang kaos kakinya. Ia pun mulai mendekatkan kaos kaki itu di hidungnya Rindi.


Perlahan demi perlahan kaos kaki itu hampir berada di hidung Rindi. Namun, semua itu tak terjadi karena Yeni menjauhkan tangan Haikal yang memegang kaos kaki tersebut dari hidung Rindi.


"Kakak nih gimana sih, jangan di bangunin pake cara itu kak. Kasian Rindi, nanti mencium aroma yang kurang baik. Di bangunin dengan cara di panggil aja kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Pake cara ini aja biar cepat. Kalau di panggil, terus gak bangun makin lama. Udah kakak mau pake cara ini aja." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Jangan dong kak, kasian Rindi. Kalau kakak gak mau panggil Rindi. Biar Yeni aja yang panggil." Kata Yeni membalas ucapan Haikal


Kemudian Yeni pun mulai memanggil Rindi.


"Rindi... Rindi... bangun. Jangan tidur lagi. Ayo bangun." Kata Yeni memanggil nama Rindi.


Tak ada jawaban dari Rindi atas panggilan Yeni tersebut. Sehingga Haikal pun mulai bergegas untuk melakukan keinginannya.


"Tuh kan lama kalau harus di panggil. Malah Rindinya masih tidur. Udah sekarang biar pake cara kakak aja." Kaya Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Jangan kak, bentar dulu. Yeni coba panggil sekali lagi ya. Kalau Rindi gak bangun. Kakak boleh lakuin apa yang ingin kakak lakuin untuk membangunkan Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Baik kakak kasih kamu satu lagi kesempatan." Kata Haikal setuju dengan ucapan Yeni.


"Kalau gitu Rindi panggil Rindi dulu ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Iya silahkan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Bersiaplah Yeni untuk membangunkan Rindi. Namun, sebelum hal itu terjadi ia sempat berbicara di dalam hatinya.


"Rindi please bangun ya, kalau kamu gak bangun nanti kamu akan mencium aroma tak baik dan itu berasal dari kaos kaki kak Haikal. Memangnya kamu mau di bangunkan dengan cara seperti itu. Kalau aku jadi kamu nih, aku mending langsung bangun dari pada harus di bangunkan dengan cara seperti itu. Ayo sekarang kamu bangun ya. Aku hanya di kasih satu kesempatan. Jadi, manfaatin sesempatan itu. Kamu harus bangun. Titik pokoknya harus bangun." Kata Yeni berbicara pada dirinya sendiri dengan seolah - olah ia sedang berbicara pada Rindi saat ini.


Setelah selesai berbicara di dalam hatinya. Yeni kemudian mulai memanggil Rindi.


"Rindi... Rindi... Bangun. Ayo bangun Rindi... ayo bangun Rindi... Rindi..." Kata Yeni memanggil nama Rindi untuk yang kedua kalinya.


Kemudian ia pun mulai membisikan sesuatu di telinganya Rindi saat Haikal tak melihat akan apa yang ia lakukan pada Rindi.


"Rindi kamu harus bangun. Ini beneran gawat. Kalau kamu gak bangun kaos kaki kak Haikal akan tepat berada di hidung kamu. Itu akan membuat kamu mual. Jadi sekarang kamu hadu bangun." Kata Yeni saat membisikan sesuatu pada telinga nya Rindi.


Setelah itu, Yeni pun mulai menjauhkan tubuhnya pada Rindi karena takut Haikal melihat apa yang ia lakukan.


"Gimana, Rindi sudah bangun?" Kata Haikal bertanya pada Yeni.


"Kakak bisa lihat sendiri." Kata Yeni yang mulai lemah saat menjawab ucapan Haikal karena Rindi malah tertidur tak menggerakkan tubuhnya sama sekali.


"Hem... itu artinya Rindi mau dibangunkan dengan cara yang akan kakak lakukan. Jadi sesuai dengan ucapan kamu tadi. Kakak akan lakukan cara kakak ini dan kamu gak akan melarang kakak lagi untuk melakukan hal ini pada Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Terserah kakak aja. Lagi pula Rindi gak bangun saat Yeni panggil. Jadi, kakak mau lakuin cara kakak itu juga. Yeni gak bisa ngelarang kakak lagi. Jadi, silakan kakak lakuin apa yang ingin kakak lakuin." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Baiklah kalau gitu. Kakak lakuin sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2