Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 165 Jadi Kejauhan


__ADS_3

"Kalau susah gak perlu lo jelasin, gampang kan. Apa susahnya coba, hal kaya gini lo bikin ribet. Apalagi ntar kalau dapet masalah yang besar. Makin puyeng deh ntar kepala lo." Kata Haikal yang malah kemana - mana menjawab ucapan Bagas.


"Lah, lah bro ko jadi kejauhan ya pembicaraannya. Gak salah bicara kan lo, bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Nggak lah bro, gue cuman memperpanjang aja. Kalau pun kejauhan kan bisa lo pundurin biar gak jauh. Iya kan, hahaha..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem... sepertinya iya, eh... tapi tetep aja. Ini gak sesuai sama pembicaraan kita." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau gak sesuai tinggal lo sesuain." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan cepat.


"Gak segampang itu bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Rindi dan Yeni yang sedari tadi hanya bisa jadi penonton kini mulai capek dan bosan dengan pembicaraan mereka.


"Rin, ko jadi kaya gini ya pembicaraannya. Aneh gak sih menurut kamu." Kata Yeni berbisik pada Rindi.


"Hem... aneh banget, ya udah lah Yen, kita masuk ke butik aja. Biarin kak Bagas sama kak Haikal selesain masalah mereka berdua aja. Bosen nih liat perdebatan mereka." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku setuju deh sama ucapan kamu. Memang bosen sih liat perdebatannya. Kita langsung masuk butik aja yuk." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oke, let's go." Kata Rindi kemudian mulai membalikan tubuhnya.


Lalu Yeni pun melakukan hal yang sama dengan Rindi yaitu membalikan tubuhnya juga.


Setelah mereka berdua telah membalikan tubuhnya, baru lah mereka pun mulai melangkahkan kaki mereka memasuki butik.


Sementara Haikal dan Bagas, mereka berdua kini hanya terus berbicara dan ntah kapan akan berhenti.

__ADS_1


"Ya ampun Rin, rasanya tenang banget ya. Gak denger perdebatan lagi." Kata Yeni di sepanjang perjalanan.


"Hem... bener Yen, telinga aku jadi gak sakit." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi kira - kira menurut kamu, kak Haikal sama kak Bagas akan berhenti gak ya berdebatnya. Secara gitu, barusan aja kaya yang gak mau berhenti. Terus aja bicara seperti pesawat yang terbang tanpa ada hambatan macet di perjalanan kalau gak terkena cuaca buruk." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Entahlah Yen, aku gak tau. Kayanya akan lama sih berhenti. Dari dulu kaya gitu mereka." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oh ya Rin, masa sih." Kata Yeni yang tak percaya dengan ucapan Rindi.


"Kalau gak percaya kamu bisa tanyain ntar ke tante Ratna. Aku jamin jawabannya pasti akan sama seperti yang aku bilang ke kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Em... kalau gitu, aku langsung percaya aja deh sama ucapan kamu. Kalau langsung tanya ke tante Ratna, ntar kesannya aku malah di bilang kepo sama kebiasaan kak Haikal." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hahahaha... gak papa kali Yen, biar pendekatan cuga sama camer. Iya gak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tertawa sambil menaik turunkan alisnya setelah ia selesai berbicara.


"Ah... Rindi nih suka bikin aku malu sendiri sih. Jadi kan kepikiran, gimana ya kalau beneran jadi camer. Ah... Yeni sadar berharap nya jangan kejauhan. Mana mungkin sih kak Haikal mau sama kamu. Yeni sadar, Yeni sadar." Kata Yeni ketika ia berbicara di dalam hati nya.


"Udah lah gak usah pura - pura. Gak papa kali kamu punya camer. Lagi pula bentar lagi lulus sekolah. Udah bisa lah punya camer." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak kaya gitu dong Rin, aku kan masih pengen lanjutin sekolah. Kalau udah punya camer kan biasanya cepet tuh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Cepet apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya cepet nikah, Memang apa lagi. Kalau bukan itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ya ampun Yeni, kamu udah beneran pengen nikah. Ya udah deh kalau kaya gitu. Kamu gantiin aku dong. Aku gak mau nikah cepet nih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Lah ko jadi gini sih. Rindi kamu tuh salah paham." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Salah paham gimana? kamu bilang sendiri kan barusan cepet nikah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya tapi bukan kebelet nikah juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Oh, kirain kebelet nikah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak lah, lagian aku masih pengen sekolah. Apa lagi banyak juga yang ingin aku capai. Kalau udah nikah kan susah. Kecuali kalau nanti suami nya juga dukung apa yang ingin aku capai. Tapi, kalau nggak, itu artinya aku harus kubur jauh - jauh impian itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... kamu bener juga sih. Tapi, aku rasa aku bisa ketemu kamu malam ini aja deh. Selebih nya aku gak tau bisa ketemu kamu lagi atau nggak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ko gitu, kamu kan akan pergi jauh dari rumah. Aku nanti kunjungi kamu ko. Jangan sedih, aku gak akan ninggalin kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Itu kalau rencana malam ini berhasil Yeni. Tapi, kalau nggak. Bukannya aku akan tetep nikah. Sedih banget kalau seandainya aku gak bisa lanjutin sekolah karena udah nikah. Pasti aku gak akan ngerain perpisahan bareng kamu setelah lulus nanti." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Jangan berpikiran kaya gitu. Aku yakin rencana malam ini pasti berhasil. Kita berdua harus lulus bareng - bareng. Ayo jangan murung lagi. Semangat." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Makasih udah menghibur aku. Tapi, aku rasa keberhasilan malam ini kurang dari lima puluh persen tingkat keberhasilannya. Kamu tau sendiri kan ayah pasti udah siapin orang buat jaga di sekeliling rumah. Apalagi Ayah udah hapal banget kelakuan aku yang suka kabur. Udah pasti akan di perketat dan aku yakin di sekitaran sini nih, pasti udah ada orang yang jaga juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan cukup panjang.


"Tapi, kamu jangan khawatir sebelum kamu bisa berhasil kabur. Aku sama kak Haikal akan tetap bantu kamu. Walupun nanti kamu harus nikah, kita berdua akan gagal kan pernikahan kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan yakin.


"Kamu gak akan semudah itu Yen, bisa batalin pernikahan. Ayah pasti udah buat kamu gak bisa masuk ke acaranya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... aku pasti akan bantu kamu dengan menyamar menjadi orang lain. Gampang bukan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... kalau bicara sih memang gampang Yen, tapi kalau ngelakuin nya. Lumayan susah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2