Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 150 Perasaan Bersalah


__ADS_3

"Eng... iya kak ribet." Kata Yeni yang awalnya akan menjawab engga tapi karena di bagian perutnya, Rindi tiba - tiba mencubit. Akhirnya membuat Yeni berkata iya pada Haikal.


Masih dalam keadaan mengeringis karena cubitan Rindi. Yeni pun kini hanya melihat ke arah Rindi setelah ia menjawab ucapan Haikal.


"Loh ribet nya kenapa? Lagi pula kakak kan bawa motor. Jadi gak akan pergi berempat dalam satu motor. Dari mana bisa di bilang ribet." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Pokok nya ribet kak. Udah ya, kita berdua mau pergi sekarang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kasih tau dulu ribet nya karena apa. Bukan malah main pergi - pergi aja." Kata Haikal yang masih ingin tahu alasannya.


"Hadeh... kak Haikal nih, tau ribet kan. Atau mungkin kakak gak tau ribet. Em... ya udah Rindi kasih tau, ribet itu Rindi akan susah ngejelasinnya. Jadi, kakak gak perlu paksa Rindi ataupun Yeni jawab alasannya. Intinya tetap ribet." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Lah ko gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Memang kaya gitu kak memangnya mau apa lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Em... yang lain misalnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Yang lain, em... udah lah kak. Rindi sama Yeni mau pergi dulu. Ntar di lanjut saat udah sampai di tempat penjual es campur. Dah kak, dah kak Bagas." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil menarik Yeni untuk ikut dengan dirinya meninggalkan tempat mereka saat ini.


Karena tarikan Rindi cukup kuat dan hal ini membuat Yeni merasakan sakit.


"Aw... Rindi sakit ih... lepas." Kata Yeni mengeluhkan rasa sakitnya pada Rindi.


Rindi yang baru menyadari tarikan tangannya itu begitu kuat. Kini mulai merasa bersalah pada Yeni.


"Maaf, maaf Yeni. Aduh... tangan kamu gak apa - apa kan. Aku lupa, malah tarik dan genggam tangan kamu nya terlalu kencang." Kata Rindi yang merasa bersalah.


"Em... sekarang lepas coba genggaman tangan kamunya. Sakit tau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dan meminta Rindi untuk melepas tangan miliknya yang masih Rindi genggam.


"Oh, ya ampun. Aku lupa Yen, sekarang aku lepas. Udah aku lepas tangan kamu nya. Coba liat merah gak." Kata Rindi kemudian melepas tangan Yeni. Namun, ketika ia telah melepas tangan Yeni. Ia pun tarik kembali tangan Yeni untuk memeriksa apa kah tangan Yeni menjadi merah bekas genggamannya atau tidak sama sekali.


"Aduh... pelan - pelan Rindi tarik tangan akunya. Kamu mau liat tangan aku atau mau tambah buat sakit tangan akunya." Kata Yeni yang meringis sakit saat tangannya kembali Rindi tarik.

__ADS_1


"Hehehe... maaf aku panik soalnya. Jadi nya langsung tarik tangan kamu aja deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tersenyum.


"Panik sih panik, tapi ya jangan sampai buat orang tambah sakit karena kamu terlalu panik." Kata Yeni mengomeli Rindi.


"Hem... iya deh gak akan aku ulangi. Coba sekarang aku mau liat tangan kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan meminta Yeni untuk mengizinkan ia melihat tangan Yeni yang Yeni tarik kembali ketika Rindi menarik tangannya.


"Udah kamu gak usah liat, ntar malah tambah sakit kalau di liat sama kamu." Kata Yeni menyembunyikan tangan miliknya yang telah Rindi genggam dan tarik sebelumnya.


"Ih... pelit amat sih, cuman liat aja gak boleh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Bukan pelit tapi buat jaga - jaga. Agar kamu gak buat sakit lagi tangan aku." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Lagian hanya di liat ko bukan mau di sakiti tangannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Sekarang sih kamu bilang gitu tapi gak tau kan kalau nanti setelah kamu liat. Eh, tiba - tiba kamu malah berniat jahat." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak sampai gitu juga kali Yen, masa aku setega itu sama kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ya ampun Yen, sampai segitunya sama aku. Em... ya udah deh kalau kamu gak mau kasih liat. Tapi, tangan kamunya baik - baik aja kan. Gak sakit atau apapun itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Sakit sih masih ada, tapi gak separah yang tadi saat kamu tarik." Kata Yeni membalas dengan cepat ucapan Rindi.


"Oh, jadi gitu. Coba dong sekali aja aku pengen liat. Aku beneran ngerasa bersalah nih kalau belum liat tangan kamu." Kata Rindi yang kini malah meminta lagi agar Yeni mengizinkan ia untuk melihat tangan nya.


"Aku bilang nggak ya nggak. Kenapa masih tetep ngeyel sih." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bukan ngeyel Yen, tapi perasan bersalah ini masih aku rasakan. Makannya aku pengen liat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya udah..." Kata Yeni yang baru aja mengatakan dua kata tetapi Rindi tiba - tiba memotong ucapannya.


"Kamu izinin aku buat liat tangan kamu. Ah... senengnya, coba sini tangan kamunya." Kata Rindi yang tiba - tiba memotong ucapan Yeni dan kemudian meminta Yeni untuk mendekatkan tangannya agar bisa ia lihat.


"Apaan sih, siapa juga yang izinin kamu. Aku tuh belum selesai bicara. Eh... malah kamu potong." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Aku kira kamu izinin aku. Em... emangnya kamu mau bicara apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku mau bilang lupain aja. Sekarang kita lebih baik pergi ke tempat penjual es campur secepatnya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jadi itu yang kamu bilang. Em... ya udah yuk berangkat." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ayo." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Percakapan diantara mereka berdua pun kini terhenti dengan sendiri nya. Karena saat ini Yeni dan Rindi sedang berjalan ke tempat di mana motor Yeni di simpan.


Tak lama kemudian mereka pun telah sampai dan tanpa menunggu lama mereka berdua langsung menaiki motor Yeni tersebut.


Setelah keduanya menaiki motor, motor itu pun melaju untuk pergi menuju tempat penjual es campur.


Di dalam perjalannya, Yeni yang berada di belakang Rindi pun berkata pada Rindi.


"Rindi, kita mau beli es campur yang dimana?" Kata Yeni pada Rindi.


"Di dekat butik tante Ratna aja. Tapi, sebelum ke sana kita main dulu yuk." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Main kemana?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... jalan - jalan aja keliling jalan kaya gini. Gimana, setuju gak kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Jalan - jalan aja keliling jalan memang nya gak ada tempat lain." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bukan gak ada, tapi kan nama nya juga jalan - jalan. Ya arti nya keliling jalan kan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya memang gitu tapi kan orang lain suka jalan - jalan nya beda lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Memangnya seperti apa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2