Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 146 Penuh Semangat


__ADS_3

Cukup lama Rindi terdiam tak menjawab ucapan Bagas. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Sampai pada akhirnya ia pun menjawab ucapan Bagas.


"Kalau menurut Rindi di lanjutin aja kak. Biar seru." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Kakak rasa sebaiknya seperti ini. Oke, kalau gitu ayo lanjut, kita buat Haikal stres." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Ayo kak, dari mana dulu nih mulainya." Kata Rindi membalas ucapan Bagas dengan penuh semangat.


"Em... kalau menurut kamu mau dari mana dulu." Kata Bagas malah bertanya balik pada Rindi.


"Apa ya kak, Rindi kurang tau juga kak. Tapi Rindi mah ikut aja kak sama yang akan kakak lakuin." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Kalau kakak ajak nikah emangnya mau." Kata Bagas yang tiba - tiba malah berkata aneh. Aneh karena di luar dari rencana untuk membuat Haikal stres.


"Ko jadi kaya gini kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Memangnya kenapa. Kamu kan bilang sendiri kamu mau ikut aja apa yang kakak lakuin. Kalau kakak ajak nikah. Kamu mau ikut juga." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Em... tapi maksud aku bukan itu kak." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Apa dong kalau bukan itu." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Maksud Rindi, ikut nya kalau kakak buat kak Haikal stres pake cara apapun. Rindi ikut, bukan ikut dalam hal lain." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Tenang aja. Kakak bercanda ko barusan. Nggak usah panik kaya gitu. Apalagi ekspresi wajah kamunya. Jangan kaya gini. Ayo senyum." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Ih... Rindi udah panik, kirain Rindi beneran. Takut tau kak, Rindi kalau ngedenger kata nikah." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.


"Kenapa bisa takut?" Kata Bagas yang mulai penasaran.


"Tapi, kalau kamu mau nikah sama kakak. Ayo kita bisa nikah sekarang." Kata Bagas melanjutkan lagi ucapannya.


"Pokonya takut kak, Rindi gak bisa jelasin panjang lebar ke kakak. Intinya Rindi takut." Kata Rindi membalas ucapan Bagas yang pertama.


Selanjutnya ia pun mulai menjawab ucapan Bagas yang kedua.


"Emangnya bisa gitu kak, nikah saat ini juga. Ada - ada aja kakak nih." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.

__ADS_1


"Jadi karena itu takutnya, kakak kira kamu mau jelasin ke kakak. Em... emangnya kamu mau nikah sama kakak. Kalau kamu mau sih, gampang kita bisa nikah sekarang." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Ya ampun bro, ngajak nikah atau apa, buru - buru amat." Kata Haikal ikut dalam pembicaraan mereka.


"Diem, jangan ikut campur." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau es campur sih enak. Tapi, kalau ikut campur urusan orang. Boleh di coba." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan asal.


"Apaan lagi bawa - bawa es campur. Ngomong - ngomong di sini ada es campur nya gak sih. Jadi pengen." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hahahaha... Gas, Gas. Lo nih malah mau makan es campur lagi. Ajakin nikahnya gak jadi nih." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Lagian lo sih, kenapa harus bawa - bawa es campur jadi pengen kan gue. Lo tau sendiri selama 4 tahun gue gak bisa makan es campur khas Indonesia asli. Walau sebenernya bisa aja gue makan di sana. Tapi, rasnaya beda kalau gak di tempatnya langsung. Makannya jangan bahas - bahas tentang makanan biar gue gak kepengen." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ceritanya lo curhat ke gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Menurut lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Curhat sih." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sama aja kali. Curhat juga cerita - cerita. Gimana sih." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Beda, dari huruf akhirnya juga." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Tapi huruf awalnya sama kan. Jadi ya sama." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Rindi yang hanya bisa melihat dan mendengar percakapan Bagas dan Haikal. Kini mulai ingin mengeluarkan suara nya.


"Kak Haikal, kak Bagas. Beli es campur yuk. Yen, kamu mau ikut juga gak. Beli es campur." Kata Rindi pada Bagas, Haikal dan Yeni.


"Kakak kira mau hentiin perdebatan kakak sama Bagas. Eh, malah ajakin beli es campur. Rindi, Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ayo Rin, mau beli dimana, terus ada dimana aja tempat jual es campur yang enak." Kata Bagas membalas ucapan Rindi dengan antusias.


"Katanya kamu kenyang Rindi. Ini ko malah ajakin beli es campur." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sabar ya, Rindi jawab satu - satu. Buat kak Haikal, Rindi males kak kalau harus melerai perbedaan kalian. Buat kak Bagas, ada dua tempat kak. Di ujung pertigaan sebelum masuk ke tempat ini sama dekat butik tante Ratna. Buat kamu Yeni, kalau hanya sekedar makan es campur seperti nya masih bisa. Jadi gimana pada mau ikut gak?" Kata Rindi membalas ucapan mereka bertiga.

__ADS_1


"Hem..." Kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.


"Ayo kuy, kita berangkat." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Hem... si paling bisa. Mau berapa porsi ntar beli es campurnya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kak Haikal sepertinya tak ada kata lain selain hem. Kak Bagas kuy, langsung otw. Satu aja lah Yen, gak usah banyak - banyak. Ayo mau ikut gak." Kata Rindi membalas ucapan mereka bertiga lagi.


"Bukan gak ada, tapi malas untuk menjawab panjang lebar." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Kuy, kuy. Sekarang aja yuk." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.


"Ya udah deh, aku ikut. Kak Haikal mau ikut juga gak." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Haikal.


"Kalau kamu ikut kakak juga ikut. Kakak kan gak bisa jauh dari kamu. Kemana kamu pergi kakak harus ikut." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Lebay banget sih lo Haikal. Kalau Yeni ke penjara lo mau ikut juga." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Asal sama Yeni, gue tak masalah harus masuk penjara juga." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Bohong banget, gue malah gak percaya. Lo mau ikut juga." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kalau lo gak percaya. Ya udah, lo gak perlu percaya. Karena percaya sama gue itu gak baik." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Makannya gue gak mau percaya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ya udah, gue juga gak butuh ko percaya lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Oke, kalau kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Udah jawaban lo hanya itu aja." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Emangnya mau apa lagi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Kirain mau lo tambah." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2