Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 149 Jaga - Jaga


__ADS_3

"Ya udah, kita liat aja nanti. Gue yakin lo pasti beneran nyesel." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Lo jangan terlalu yakin, lagi pula belum terjadi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Memang belum, tapi alangkah lebih baik nya lo berjaga - jaga dari sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Hem... gitu ya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Iya memang kaya gitu harusnya. Sebelum di kuras habis uangnya sama Rindi. Lebih baik jaga - jaga dari sekarang." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil melirik ke arah Rindi.


Rindi yang melihat lirikan dari Haikal tersebut. Kini mulai mengeluarkan suaranya pada Haikal.


"Apaan sih kak pake lirik - lirik kaya gitu ke Rindi. Dan barusan apa kakak bilang, Rindi ini akan kuras abis uang kak Bagas. Nggak ada pemikiran itu dalam pikiran Rindi. Jadi, kak Bagas jangan percaya ucapan kak Haikal. Kak Haikal suka ngada - ngada." Kata Rindi pada Haikal dan berbicara juga pada Bagas.


Sebelum Bagas menjawab ucapan Rindi. Tiba - tiba Yeni mengeluarkan suaranya.


"Tapi Rindi bukannya kamu ke kak Haikal juga suka minta uang. Apa itu gak bisa di bilang kuras habis uang." Kata Yeni secara tiba - tiba.


"Sut... diem Yeni, kalau ke kak Haikal itu beda lagi. Jadi, kamu jangan ikut - ikutan membenarkan ucapan kak Haikal. Diem ya Yeni cantik." Kata Rindi menyimpan satu telunjuknya di dekat bibir saat membalas ucapan Yeni.


"Ih... ko harus diem sih, ini kan memang kenyataannya Rindi. Kamu kan suka kuras uang kak Haikal." Kata Yeni bukannya diam ia malah terus bicara.


Rindi yang bingung bagaimana cara agar Yeni tak bicara lagi. Kini hanya bisa menghela napas.


"Huh... Yen, bisa gak sekali ini aja. Lo berpihak ke gue. Jangan terus di bela kak Haikal nya. Ya, boleh kan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi Rindi, ini kan jadinya gak adil. Kalau aku malah bela kamu." Kata Yeni yang masih tak mau menuruti keinginan Rindi.


"Hem... ya udah terserah kamu aja." Kata Rindi sambil memalingkan wajahnya dari wajah Yeni.


"Jangan gini dong Rindi. Maaf deh aku salah karena gak mau bela kamu." Kata Yeni menjadi tak enak ketika Rindi memalingkan wajah nya.


Tak ada jawaban atas ucapan Yeni tersebut pada Rindi dan yang ada Rindi masih tetap memalingkan wajahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Yeni yang melihat ini. Kini mulai mencoba mengeluarkan suara nya dengan berharap bahwa Rindi akan menjawab ucapan nya. Namun, ternyata ucapan ia kembali tak ada jawaban dari Rindi.

__ADS_1


"Rindi maafin aku." Kata Yeni pada Rindi.


Rindi malah sepertinya tak ingin menjawab ucapan Yeni walau ia mendengar ucapan Yeni begitu dekat.


"Ya udah deh, kalau kamu gak mu maafin aku." Kata Yeni akhir nya menyerah karena ucapannya tak kunjung ada jawaban.


"Masa hanya segitu aja bujuk nya. Ah.. payah nih Yeni." Kata Rindi di dalam hatinya saat telah mendengar ucapan Yeni barusan.


"Seharusnya kan bujuk aku sampai aku mau maafin dia. Ini baru juga dua kali udah nyerah aja. Yeni, Yeni. Ckckck..." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


Setelah itu, Rindi pun mulai mengalihkan wajahnya ke arah Yeni kembali.


Lalu dengan sinis ia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Hanya itu aja bujukkan kamu, gak mau berusaha untuk bujuk lagi." Kata Rindi pada Yeni.


Dengan cepat Yeni pun menjawab ucapan Rindi.


"Iya mau gimana lagi. Aku udah bicara sama kamu tapi kamu malah diem kaya patung. Makannya aku nggak mau bujuk kamu lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hehehe... sepertinya memang bener aku ini payah." Kata Yeni yang malah tersenyum saat Rindi mengatakan dirinya payah.


"Lah di bilang payah ko tersenyum sih." Kata Rindi yang aneh saat melihat Yeni tersenyum seperti itu.


"Bukan karena ucapan payahnya yang buat aku tersenyum. Tapi, karena kamu mau bicara lagi sama aku. Makannya aku tersenyum." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil menaik turunkan alisnya.


"Ih... ko kaya gitu. Jangan bilang kalau kamu..." Kata Rindi yang seketika di potong ucapannya oleh Yeni.


"Jangan berpikiran aneh - aneh. Aku seneng kamu mau bicara sama aku lagi. Jadi gak masalah kamu bilang aku payah." Kata Yeni yang memotong ucapan Rindi.


"Kalau aku bilang kamu gila. Masih mau bilang kaya gitu." Kata Rindi sengaja memancing Yeni dengan mengatakan Yeni gila.


"Iya tak masalah yang terpenting aku gak gila." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Ih... nyebelin deh, aku kira apaan jawabannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Memangnya apa yang kamu kira." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Em... selain itu, jawabannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni tanpa kejelasan.


Sehingga Yeni pun kembali bertanya pada Rindi.


"Selain itu tuh apa jawabannya?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengn sebuah pertanyaan.


"Ya pokoknya selain jawaban kamu yang tadi. Gimana sih, masa kaya gini aja harus kamu tanyain lagi. Capek deh lama - lama kalau harus aku jelasin." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya, karena ucapan kamu itu gak jelas. Makannya aku tanya, kalau gak tau kan dari dulu juga harus tanya. Biar nanti bisa tau." Kata Yeni membalas ucapan Rindi


"Hem..." Kata Rindi membalas ucapan Yeni hanya dengan deheman saja.


Haikal dan Bagas, mereka berdua pun kini mulai mengeluarkan suaranya.


"Udah kan debatnya, ayo kita berangkat. Nanti keburu malam." Kata Haikal pada mereka berdua.


"Iya yuk, sekarang berangkatnya." Kata Bagas berbicara pada mereka berdua juga.


Rindi dan Yeni, mereka berdua kini mulai melihat ke arah Haikal dan Bagas. Setelah itu, mereka berdua pun saling pandang sambil memberikan kode. Tak lama kemudian mereka berdua menjawab ucapan Bagas dan Haikal.


"Em... udah kak, ayo kita berangkat." Kata Rindi membalas ucapan Bagas dan Haikal.


"Yuk kak, udah beres ko debat nya. Iya kan Rindi." Kata Yeni membalas ucapan mereka berdua sambil bertanya pada Rindi.


"Iya Yeni, yuk berangkat." Kata Rindi kemudian menarik tangan Yeni untuk ia gandeng.


"Oke, ayo berangkat." Kata Yeni kemudian menarik Rindi untuk cepat melangkahkan kaki meninggalkan tempat mereka berdiri saat ini.


"Ayo, kak Haikal sama kak Bagas. Rindi sama Yeni berangkat duluan ya. Dah... sampai ketemu nanti di tempat penjual es campur." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil berkata juga pada Haikal dan Bagas.


"Lah, ko ditinggal sih. Bareng aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Jangan kak, ntar ribet kalau bareng. Iya gak Yen." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil bertanya juga pada Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2