
"Sudahlah lupakan kakak juga bingung." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Kemudian ia pun berniat untuk pergi meninggalkan Rindi.
Namun, sebelum langkah kakinya perlahan - lahan Haikal langkah kan. Tiba - tiba Rindi menahan dirinya dengan kembali berbicara.
"Em... kakak mau kemana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Mau pergi lah memangnya mau kemana lagi. Kalau kakak masih di sini itu artinya kakak gak pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Anak kecil juga tau kak, maksudnya Rindi kakak mau pergi kemana?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Nah yang jelas dong pertanyaannya. Kalau kaya gini kan kakak jadi paham." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Rindi yang mendengar jawaban Haikal tersebut seketika langsung memutarkan bola matanya karena kesal dengan jawaban Haikal tersebut.
"Hem..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kenapa reaksi kamu kaya gitu. Nggak terima kakak jawab ucapan kamu dengan seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Menurut kakak?" Kata Rindi bukannya menjawab ucapan Haikal ia malah bertnya balik pada Haikal.
"Ya menurut kakak sih biasa aja. Dan harusnya kamu gak seperti itu reaksinya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lalu Rindi harus kaya gimana, tepuk tangan, bilang hore, kemudian joget - joget di lanjut ketawa ngakak. Iya respon Rindi harus kaya gitu. Ya kali kak, Rindi harus seperti itu. Apa kata orang nanti." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Mungkin bisa juga seperti itu. Lagian kamu kenapa mentingin ucapan orang. Kalau kamu happy ya buat apa mentingin orang. Iya gak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Sudahlah kak bicara sama kakak tuh ibarat bicara sama batu. Nggak mau kalah. Kecuali kalau..." Kata Rindi kemudian langsung di potong oleh Haikal.
"Kalau apa?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lupakan kak, Rindi males lanjutin nya juga. Apalagi barusan udah di potong sebelum selesai. Jadinya males banget." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Baru juga sebentar di potongnya, ko udah males aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
__ADS_1
"Justru karena itu kak, makannya sekarang Rindi jadi males." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... ya sudah kalau gitu kakak pergi dulu." Kata Haikal kemudian membalikan tubuhnya dan pergi meninggalkan Rindi.
"Kak tunggu ih... Rindi kan belum selesai bicara. Terus kakak juga belum jawab ucapan Rindi.
"Kak... tunggu... Kak... dasar kakak tuli. Rindi sumpahin ntar kakak jadi..."Kata Rindi yang sudah sangat emosi karena Haikal tak kunjung menjawab panggilannya.
"Awas ya kalau kamu berani sumpahin kakak yang nggak baik. Ntar kakak balik sumpahin kamu." Kata Haikal akhirnya membalas ucapan Rindi.
"Abis nya Rindi panggil - panggil juga kakak nya malah nggak jawab terus. Rindi kan jadi kesel." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu tuh cerewet makannya kakak jadi males. Karena kakak juga yakin setelah kakak jawab panggilan kamu. Kamu pasti akan tanya - tanya lagi. Mending kalau pertanyannya itu sedikit. Kalau banyak bisa - bisa kakak ntar gak bisa pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kakak nih suka berprasangka buruk terus sama Rindi. Rindi kan hanya tanya kakak mau kemana? Satu pertanyaan aja belum kakak jawab. Gimana Rindi tanya dengan berbagai pertanyaan coba. Aneh nih kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bukan aneh tapi buat jaga - jaga. Sudah lah kakak mau pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil mengalihkan pembicaraan.
"Ikut." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Nggak boleh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan cepat.
"Buat apa kamu ikut?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... pengen ikut aja. Boleh kan ya kak boleh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kalau kakak mau ke kamar mandi memangnya kamu mau ikut." Kata Haikal sengaja memberikan pertanyaan seperti itu pada Rindi.
"Gak mungkin lah kak, kakak mau ke kamar mandi arahnya aja kan bukan ke arah kamar mandi. Mana mungkin kakak mau ke sana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Itu hal gampang, kakak bisa putar balik arahnya langsung ke arah kamar mandi. Jadi gimana masih mau ikut?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... Sepertinya gak akan ikut deh kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bagus deh kalau gitu sana pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan meminta Rindi untuk pergi.
__ADS_1
"Kakak mau kemana? jawab dong kak biar Rindi gak penasaran." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kakak kan udah bilang mau ke kamar mandi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kakak bohong, Rindi gak percaya. Ayo lah kak jujur." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya sudah kalau kamu tak percaya. Nih kakak buktiin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
Kemudian ia pun membalikan tubuh dan pergi melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
"Em... ternyata beneran pergi ke kamar mandi. Tapi, ko masih gak yakin ya. Kak Haikal beneran ke kamar mandi. Aku ko punya pirasat setelah dari kamar mandi kak Haikal pasti pergi ke suatu tempat. Aku ikutin ah, tapi sebelum itu aku harus pura - pura sudah pergi dulu. Biar kak Haikal gak curiga." Kata Rindi kemudian mencari tempat untuk ia bersembunyi.
Lima menit kemudian Haikal pun keluar dari kamar mandi.
"Leganya." Kata Haikal setelah ia keluar dari kamar mandi.
"Untung nya Rindi udah pergi. Lanjut jalan aja deh." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
Tap... Tap...
"Akhirnya keluar juga. Lama bener sih di kamar mandi. Jadi sampai ngantuk kaya gini nunggunya. Hem... beruntung aku gak sampai tidur. Kalau tidur kan berabe bisa - bisa gak bisa ikutin kak Haikal karena ketiduran." Kata Rindi pada dirinya sendiri.
Perlahan demi perlahan Rindi pun mulai mengendap - ngedap mengikuti langkah Haikal.
Saat Haikal mulai curiga ada yang mengikuti dirinya. Lalu ia pun membalikan tubuhnya. Jantung Rindi seketika berdetak sangat kencang karena panik dan takut ketahuaan.
"Aduh... kaget banget lagi. Kak Haikal nih kalau mau balikin tubuh ko gak bilang - bilang sih." Kata Rindi sambil mengelus - ngelus dadanya yang berdetak sangat kencang.
"Huh... hah... huh... hah..."
"Gak ada siapa - siapa, tapi ko kaya ada orang yang ikutin. Masa iya hantu, em... apa jangan - jangan ini ulah Rindi ya. Em... harus gue selidiki." Kata Haikal setelah melihat ke arah belakang tubuhnya.
Kemudian Haikal pun berjalan secara perlahan dan setelah itu ia langsung dengan cepat membalikan tubuhnya ke arah belakang.
Alhasil ia tak menemukan siapa pun di sana. Membuat ia kini mulai mempercepat langkah kakinya. Karena secara tiba - tiba ia mulai merasa merinding.
__ADS_1
"Ko masih gak ada orang, apa jangan - jangan... lebih baik langsung pergi aja deh. Ngeri juga kalau seperti ini." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
Bersambung...