
Dengan mata yang melotot seperti akan keluar, Ryan pun menjawab ucapan Haikal.
"Apa? Ryan nyebelin. Mana ada kaya gitu, Ryan itu kan lucu, ganteng dan gak mungkin nyebelin. Iya kan kakak cantik." Kata Ryan membalas ucapan Haikal sambil berkacak pinggang dan ia pun bertanya juga pada Yeni.
"Hem... iya Ryan, kamu nggak nyebelin ko. Sepertinya kak Haikal hanya bercanda karena kesal, kamu nggak izinin kak Haikal yang ingin ikut, jadi bilang kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Tapi kan kak, setidaknya jangan bilang Ryan nyebelin. Yang nyebelin kan kak Haikal." Kata Ryan yang masih tak terima dengan ucapan Haikal.
"Lagian kamu tuh memang nyebelin. Hahahaha... hahahaha..." Kata Haikal yang ntah kapan langsung membalikan tubuh untuk membalas ucapan Ryan dan setelah itu ia pun tertawa sangat keras, lalu pergi melanjutkan kembali langkah kakinya.
"Tuh kan kak, apa Ryan bilang kak Haikal yang nyebelin. Udah ngetawain Ryan eh malah pergi gitu aja. Bukannya itu nyebelin ya kak." Kata Ryan memberitahu Yeni mengenai sikap Haikal yang sebenarnya.
"Iya juga ya Ryan, setelah kakak pikir - pikir ternyata ucapan kamu itu ada benernya juga. Sikap kak Haikal itu agak nyebelin. Tapi ya udah lah lagian kak Haikal nya juga udah pergi. Kalau pun Ryan masih marah, bukannya ntar ke marahan Ryan akan sia - sia karena kak Haikal nya juga udah gak ada. Iya kan." Kata Yeni membalas ucapan Ryan cukup panjang.
"Hem... Iya kak, ya udah deh sekarang lebih baik langsung tanam aja yuk kak." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Ayo." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
Setelah itu, mereka berdua pun sibuk menanam bunga. Sampai makanan dan minuman yang mereka pesan telah datang. Barulah mereka menyelesaikan tanam menanamnya.
Namun, baru saja akan menyuap makanan tersebut ke dalam mulut. Tiba - tiba sendok itu berpindah ke mulut seseorang yang ntah sejak kapan berada di dekat mereka.
"Rindi, ih... kenapa kamu yang makan." Kata Yeni yang kesal karena makanannya berpindah ke Rindi. Ya, seseorang yang tiba - tiba datang itu adalah Rindi.
"Hehehe... bagi dikit lah, aku kan mau juga." Kata Rindi yang tak tahu malunya malah tersenyum saat melihat ekspresi wajah Yeni yang kesal.
"Lagian kamu bukannya minta, tapi malah langsung di makan, kamu tuh ya seperti pencuri." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Memangnya kalau aku bilang minta. Kamu akan kasih aku makanannya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
Yeni pun tak langsung menjawab ucapan Rindi karena saat ini ia hanya terdiam.
__ADS_1
Membuat Rindi bisa memanfaatkan hal itu, dengan mengambil alih sendok yang Yeni pegang.
Sehingga kini sendok itu sudah berada di tangannya. Tanpa pikir panjang ia pun menyendokkan makanannya dan kemudian ia masukan ke dalam mulut.
Yeni yang menyadari hal itu, seketika langsung merebut sendok yang berada di tangan Rindi.
"Kamu... ya bukannya sadar. Ini malah terang - terangan nyuri lagi." Kata Yeni yang semakin kesal.
"Lagian siapa suruh malah bengong. Jadi lebih baik aku makan aja. Kan kalau dingin jadinya gak enak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Aku bengong juga gak mungkin abisin waktu sampai berjam - jam. Dasar ya, kamu tuh nyebelin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.
Sehingga kini mulutnya di penuhi makanan sampai membuat pipinya kembung karena penuh dengan makanan.
"Makan nya pelan- pelan Yen, ntar keselek loh nanti kamu tau rasa." Kata Rindi mengingatkan Yeni untuk tak tergesa - gesa dalam memakan makanan tersebut.
"Nggak akan lah, nggak akan kesel... uhuk... uhuk... air coba Rindi, itu air yang yang kamu minum siniin. Cepet ih... uhuk... uhuk..." Kata Yeni yang menjadi tersedak.
"Aku nggak mungkin keselek kalau kamu gak terus bicara." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalian berdua nih ya, Yen sama kak Haikal udah beneran cocok deh kalau bersatu. Soalnya sama - sana suka salahin aku." Kata Rindi membalas asal ucapan Yeni.
"Nggak nyambung banget sih Rin, aku bicara apa kamu jawabnya apa. Beneran aneh nih bicara sama kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalau gak nyambung, gampang ko tinggal kamu cari salurannya yang terputus terus ntar kalau udah ketemu kamu sambungin lagi deh biar nyambung. Beres kan, nggak usah di buat ribet." Kata Rindi yang semakin aneh ucapannya.
"Terserah kamu lah, pusing lama - lama bicara sama orang kaya kamu nih. Aku mau lanjut makan." Kata Yeni kemudian memfokuskan diri ke makanannya lagi.
"Awas nanti kesedak lagi. Jangan terburu - buru. Aku bisa makan yang lainnya ko. Em... sepertinya ini enak. Aku ambil satu ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni. Kemudian ia pun mulai mengambil satu makanan di tempat lain.
Namun, belum sempat mengambil makanan. Makanan itu sudah di ambil alih oleh pemiliknya.
__ADS_1
"Ya ampun Yen, pelit amat sih. Aku kan mau satu. Masa gak boleh." Kata Rindi pada Yeni.
"Awalnya sih iya kamu minta satu. Tapi gak bisa jamin bukan, kalau kamu udah makan satu kamu gak akan minta lagi. Jadi untuk menghindari itu semua aku nggak akan kasih ke kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... sampai segitunya sama sahabat sendiri. Ya sudah lah kalau kamu gak mau kasih juga gak papa. Aku bisa beli sendiri ko nanti. Nih, sekalian aja yang ini juga kamu ambil biar gak aku ambil." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Oke, kalau gitu aku ambil juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
Setelah itu tak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Rindi yang saat ini sibuk dengan hanphone miliknya. Sementara Yeni yang sibuk dengan makanan dan minuman yang ia makan saat ini.
Tersisa dua jenis makanan lagi yang belum Yeni makan. Namun, sayangnya perut miliknya tak bisa menerima makanan lagi.
Sehingga dengan ragu ia pun menawarkan makan tersebut pada Rindi.
"Em... Rindi..." Kata Yeni memanggil Rindi.
"Apa?" Kata Rindi yang masih fokus ke hanphone miliknya.
"Ini anu, em... kamu mau gak makanannya." Kata Yeni yang sedikit kesulitan saat menawarkan makanan pada Rindi.
"Makanan apa?" Kata Rindi yang masih tak mengalihkan pandangannya.
"Makanan yang barusan kamu liat. Aku ada dua porsi lagi yang belum di makan. Kamu mau nggak?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Tadi sih mau, tapi sekarang aku udah nggak mood buat makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Kamu yakin udah gak mau." Kata Yeni memastikan kembali ucapan Rindi.
"Iya, aku udah nggak mau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ya sudah kalau gitu. Makanannya aku kasih ke orang lain ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi kemudian Yeni pun bangkit dari posisi duduknya.
__ADS_1
Bersambung...