
Haikal pun kini mulai melangkahkan kaki untuk mengambilkan minum pesanan Rindi.
Tap... Tap...
Beberapa menit kemudian Haikal kini mulai membawa minum tersebut dan melangkahkan kaki lagi untuk pergi ke tempat Rindi.
Saat ia telah sampai di tempat Rindi begitu terkejutnya ia saat melihat Rindi yang tertidur begitu pulasnya.
"Ya ampun Rindi, kerjaan kamu sepertinya tidur, tidur dan tidur. Kalau tau kamu tidur kaya gini. Gak bakalan deh tadi ambil minum." Kata Haikal saat ia telah melihat Rindi yang tertidur.
"Em... bikin kesel aja sih." Kata Haikal sambil menyimpan minum yang ia bawa dengan kasar di meja dekat kursi yang Rindi tiduru saat ini.
Lalu ia pun mulai menghela napas. Namun, tiba - tiba saat ia telah merasa lelah dan kesal. Terbesit lah niat jahil pada Rindi yang tertidur ini.
"Huh... kesel dan lelah nih gue. Kalau tau tidur kaya gini. Argh..."
"Eh... tapi bentar, bentar deh. Ini Rindi kan lagi tidur. Buat balas kekesalan gue. Apa lebih baik gue jahilin aja ya."
"Em... kayanya boleh juga tuh."
"Tunggu aja Rindi, bentar lagi nih kakak mu akan beri kamu pelajaran. Hahahaha..." Kata Haikal pada dirinya sendiri sambil tertawa jahat di ujung kalimat yang ia ucapkan.
Rencana jahat itu pun kini mulai Haikal lakukan. Ia yang sedang mengatur posisi yang baik saat menjahili Rindi pun kini mulai mengukur - ukur tubuh Rindi dengan jari - jari tangannya pada jarak dua jengkal dari tubuh Rindi.
Sehingga tangan Haikal pun seolah - olah sedang mengukur tubuh Rindi dari kejauhan.
"Em... gini atau gini ya. Apa kaya gini aja." Kata Haikal saat ia sedang mengukur tubuh Rindi.
"Tapi kalau yang ini posisinya agak kurang tepat deh. Apa yang ini ya, kalau yang ini sepertinya masih kurang tepat juga." Kata Haikal yang mulai memilih untuk menentukan niat jahil yang akan ia lakukan pada Rindi seperti apa posisinya.
__ADS_1
"Em... yang terakhir nih boleh juga. Apalagi posisinya juga tepat. Gue mulai aja deh." Kata Haikal akhirnya telah memutuskan posisi yang tepat.
Di cubit lah pipi Rindi oleh Haikal dengan cubitan yang kecil. Namun, hasil nya Rindi tetap masih tertidur bahkan tak bergerak sama sekali.
"Ya ampun nih Anak, tidurnya kaya kebo. Cubitan gue masa iya gak kerasa. Apa gue coba ke diri gue aja ya. Cubitan gue barusan kerasa gak sama gue sendiri. Iya deh gue coba dulu ke diri gue." Kata Haikal setelah ia mencubit Rindi.
Di ulurkanlah tanggan miliknya itu pada pipinya. Kemudian ia pun cubit pipi nya dengan cubitan yang sama saat ia memberikan cubitan pada Rindi.
"Pantes dia gak bangun. Cubitannya aja gak kerasa sama sekali. Apa gue tambahin aja ya biar lebih kenceng nyubit nya. Em... sepertinya harus di coba." Kata Haikal setelah ia mencubit pipinya sendiri. Kemudian ia pun berencana untuk mencubit Rindi lagi dengan cubitan yang lebih kencang.
"Di ulurkanlah tangannya pada bibi Rindi yang satunya lagi. Setelah itu, ia pun mulai mencubit pipi Rindi dengan kencang.
"Gue yakin nih, setelah ini nih anak pasti bangun." Kata Haikal begitu yakin bahwa Rindi akan terbangun setelah ia cubit yang kedua kalinya.
Namun, siapa sangka Rindi hanya menggerakkan tubuhnya sebentar dan setelah itu tak ada pergerakan lagi.
"Lah, gue kira bakalan bangun. Ternyata masih kaya kebo. Gue kasih kaos kaki juga kalau kaya gini. Geram juga gue liat nya. Anak gadis tidur sampai kaya gini. Ckckck... Rindi, Rindi." Kata Haikal mulai kesal karena Rindi tak kunjung bangun dari tidurnya.
"Jangan buat gue geram lagi. Sekarang gue cubit lo. Awas aja kalau sampai gak bangun." Kata haikal sebelum mencubit Rindi kembali.
Setelah selesai berbicara, Haikal kemudian mulai mengulurkan tangganya untuk mencubit Rindi.
Entah karena ia sudah emosi. Cubitan yang ketiga ini pun Haikal lakukan dengan sangat kencang. Membuat Rindi langsung terbangun.
"Aw... sakit... apaan sih. Ko sakit kaya gini." Kata Rindi ketika ia terbangun sambil memegang pipi yang di cubit oleh Haikal.
"Akhirnya bangun juga." Kata Haikal pada Rindi.
"Bangun apa sih kak? ini kenapa pipi Rindi kakak cubit kaya barusan. Mana sakit lagi cubitannya. Sakit nih jadinya pipi Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Kamu tanya, bangun apa. Memangnya kamu gak sadar kalau kamu itu tidur di sini. Mana susah lagi dibangunin nya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Emang iya gitu kak, Rindi tidur di sini. Perasaan Rindo gak tidur ko." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya kamu memang gak tidur, karena yang tidur barusan itu kebo. Tapi bedanya kebo yang barusan tidur tuh pake baju pengantin. Di tambah tidur di kursi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Tuh kan kak, aku barusan juga bilang apa. Kalau aku tuh gak tidur, tapi kebo yang tidurnya. Eh... tapi ko kebo nya bisa tidur pake baju pengantin sama tidur di kursi. Apa yang kakak kira itu aku kebonya." Kata Rindi yang awalnya belum menyadari bahwa ia orang yang di maksud kebo oleh Haikal.
Namun, kemudian ia pun mulai menyadarinya dan tanpa menunggu lama ia pun mulai bertanya pada Haikal.
"Menurut kamu" kata Haikal bukannya menjawab ucapan Rindi ia malah bertanya balik pada Rindi.
"Argh... gak tau. Makannya barusan Rindi tanya ke kakak. Gimana sih malah di tanyain lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan nada yang tinggi.
"Ya kan kamu bisa bedain dong. Di sini yang pake baju pengantin itu kan hanya kamu. Jadi, siapa lagi kalau bukan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Terus kenapa kakak bilang Rindi kaya kebo. Apa maksudnya itu." Kata Rindi masih dalam nada yang tinggi.
"Ya, karena kamu tidur susah di bangunin. Buknnya itu kaya kebo." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Mana ada kaya gitu. Kebo ya kebo, Rindi ya Rindi. Gak bisa di samain." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Gitu ya, tapi menurut kakak sih kamu memang mirip kebo." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi juga kan udah bilang kak. Kalau Rindi itu gak kaya kebo. Gimana sih?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Ya, gak gimana - gimana. Hanya kakak pengen samain kamu kaya kebo aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Argh.. bikin kesel deh. Mana coba minum yang Rindi pesen. Rindi udah aus pengen minum." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengulurkan tangan untuk meminta minum pesanannya pada Haikal.
__ADS_1
Bersambung...