Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 225 Tertidur Lelap


__ADS_3

Kemudian Rindi pun mulai menyimpan bantal di posisi yang menurutnya baik dan nyaman ketika ia gunakan.


Setelah menemukan posisi nyaman, barulah ia mulai menyelimuti tubuhnya.


Terakhir ia pun mulai mengambil guling dan langsung memeluknya.


Tak lama setelah itu, ia mulai memejamkan matanya. Perlahan demi perlahan sampai matanya pun tertutup sempurna.


Aldiano yang melihat itu pun merasa kecewa. Karena guling lebih mendapatkan perhatian yang baik. Dari pada dirinya, em... malam pertama yang aneh.


"Enak banget jadi guling. Coba aja aku yang di peluk kaya gitu. Sepertinya aku akan tertidur lelap." Kata Aldiano sempat membandingkan ia dan guling.


Tiga detik kemudian, Aldiano pun tersadar dengan ucapan yang ia keluarkan barusan.


"Ya ampun, ini bibir kenapa bilang kaya gitu. Sadar Aldiono sadar." Kata Aldiano sambil menepuk pelan pipi kiri dan kanannya.


Setelah itu, Aldiano mulai merebahkan tubuhnya. Lalu menutup mata, namun setelah mencoba berulang kali agar mata nya tertutup dan tertidur.


Tetapi rasanya sulit sekali. Ia terus terjaga sampai akhir nya hal yang tidak di sangka ia pun melakukan hal tersebut.


Bangkit lah ia dari tempat tidur, kemudian melangkah kan kaki mendekati Rindi yang sedang tertidur.


Ketika telah sampai di hadapan Rindi. Tiba - tiba jantung nya berdetak sangat cepat. Membuat Aldino sulit untuk mengatasinya.


"Huh... jantung ku kenapa jadi ini? ini baru liat dia tidur, apalagi kalau dia peluk aku. Argh... sadar Aldiono sadar." Kata Aldiano di dalam hatinya.


Ketika ia terus mencoba menyadarkan diri agar jantung nya berdetak seperti biasa. Tetapi hal itu sulit ia lakukan. Apalagi ketika ia melihat wajah Rindi yang sedang tertidur itu.


Ia benar - benar kehilangan akal. Dengan berani bahkan hampir mendekatkan bibir nya dan bibir Rindi kembali.


Namun, saat telah tersisa beberapa cm saja. Ia menjauhkan diri dari Rindi.


"Aldiano kamu jangan gila. Liat dia lagi tidur kamu jangan jadi pencuri." Kata Aldiano memarahi dirinya sendiri.


"Argh... aku juga gak tau, semuanya berubah, aku... aku... ingin dia lagi." Kata Aldiono kemudian dengan berani mendekatkan diri lagi di depan Rindi.


Ia awalnya ingin menyatukan kembali bibir nya dan bibir Rindi tapi setelah dekat ia jauhkan kembali bibirnya.

__ADS_1


Kemudian tanpa pikir panjang ia pun menggendong Rindi menuju tempat tidur.


Rindi yang telah berada di tempat tidur hampir membuka matanya kembali. Namun, detik itu juga ia langsung tertidur lagi.


"Huh... lega nya, aku kira akan bangun." Kata Aldiano yang merasa lega karena Rindi tidak jadi terbangun.


Setelah itu, ia mulai membenarkan selimut di tubuh Rindi. Ketika selimut itu telah terpasang sempurna di tubuh Rindi.


Aldiano kemudian mulai merebahkan diri di samping Rindi.


Perlahan demi perlahan mata nya pun mulai ia tutup sampai tak terasa ia kemudian tertidur.


Keesokan paginya, Rindi yang terbangun merasa begitu terkejut karena seingat ia. Ia tidur memeluk guling.


Tapi ketika ia terbangun ia merasa aneh. Guling tak mungkin membalas pelukannya bukan.


Tapi, Rindi saat ini malah merasakan berada di pelukan seseorang.


Tidak mungkin semua ini mimpi karena rasanya begitu nyata.


Begitu terkejutnya ia karena hal pertama yang ia lihat adalah dada bidang seseorang.


Ingin rasanya ia berteriak saat itu juga. Tapi, ia urungkan niat tersebut saat tiba - tiba Rindi mulai penasaran.


Di lihatlah ke atas, saat ia melihat ke atas. Terlihat di sana wajah Aldiano yang sedang tertidur.


Rindi akui wajah Aldiano yang sedang tertidur itu begitu sangat tampan, damai dan tentunya Rindi suka melihat wajahnya.


"Ah... kenapa tampan sekali sih. Rasanya jadi iri deh. Em... pengen..." Kata Rindi di dalam hatinya.


Tiba - tiba ucapan yang ia keluarkan di dalam hati. Harus berhenti karena Aldiano telah membuka matanya.


Sehingga mereka pun saling bertatapan dengan posisi yang masih berpelukan.


"Ya ampun, jantung gue tiba - tiba kenapa jadi kaya gini. Argh... tolong kondisikan jantung gue." Kata Rindi yang mulai berteriak di dalam hati.


"Jantung ini kembali berdetak kencang. Hanya di tatap cewek ini. Ada apa sebenarnya yang terjadi." Kata Aldiano yang bertanya - tanya namun tak kunjung ada jawaban.

__ADS_1


"Hey... kau bisa lepas tangan mu. Aku pengap di peluk kaya gini." Kata Rindi yang memberanikan diri berbicara pada Aldiano walau jantungnya terus berdetak tak karuan.


Bahkan karena posisi mereka berdua yang berdekatan. Sehingga detak jantung itu mereka berdua pun saling merasakan.


"Em... dia juga berdetak sangat kencang. Kenapa ya?" Kata Rindi di dalam hatinya.


"Cewek ini merasakan hal yang sama juga. Apa mungkin ini..." Kata Aldiano yang tak melanjutkan lagi ucapannya karena mendengar suara Rindi kembali.


"Hey... lepas, kau mau buat aku mati apa." Kata Rindi yang kini berusaha untuk melepas pelukan Aldiano.


Aldiano bukannya langsung melepas pelukan tersebut. Ia malah terus mempererat pelukannya.


Sehingga detak jantung Rindi dan dirinya berdetak sangat kencang dan Aldiano suka merasakan hal itu.


Berbeda hal dengan Rindi. Ia yang mendapatkan pelukan yang erat. Seketika langsung berusaha melepaskan diri dari pelukan Aldiano tersebut.


"Argh... cowok gila, lepasin. Gue bisa mati jika lo terus peluk gue kaya gini. Huh... hah..." Kata Rindi seketika langsung melupkan emosinya.


Aldiano yang mendengar Rindi mengatakan dirinya cowok gila. Seketika langsung menunjukkan kegilaannya.


Ia pun mulai mendekatkan wajahnya di wajah Rindi. Bahkan hidungnya sudah bersentuhan dengan hidung Rindi.


Ketika berada di posisi seperti ini. Rindi yang emosi pun seketika berhenti. Rasa takut kian Rindi rasakan apalagi ketika ia mengingat kejadian saat Aldiano berada di atas tubuhnya.


Rasanya ia benar - bener tak sanggup jika hal itu kembali ia rasakan dengan cara di paksa seperti ini.


"Lepas, lepas, lo gila apa. Lepas, gue nggak mau di peluk sama lo." Kata Rindi yang terus berusaha mendorong tubuh Aldiono.


"Tenang, aku akan melepas kan kamu setelah apa yang ku inginkan aku dapatkan. Jadi berhentilah mencoba agar terlepas dari pelukan ku. Karena hasil nya akan tetap sama kamu tak akan aku lepaskan." Kata Aldiano berbisik di telinga Rindi.


"Argh... lo harus lepas pelukan lo. Kalau lo nggak lepas gue akan..." Kata Rindi yang seketika langsung di potong oleh Aldiano.


"Akan apa? sebelum kamu melakukan hal yang membuat mu rugi sendiri. Lebih baik diam dan jangan membantah apa yang akan aku bilang dan apa yang akan aku lakukan pada mu. Apa kamu mengerti." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.


"Aku tak ingin menuruti mu. Karena ini kemauan mu jangan salah kan aku jika aku langsung bertindak di luar pemikiran mu." Kata Rindi kemudian balik mengancam Aldiano.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2