Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 228 Ngatur Banget


__ADS_3

"Sabar Rindi, jangan emosi kaya gitu. Nggak baik loh." Kata Rindi dengan sisi baiknya.


Sementara sisi tidak baiknya ia masih tetap kesal.


"Sebel gue, bicaranya dia tuh sok ngatur banget. Ayah sama ibu aja nggak seperti ini. Lah dia berani banget kaya gitu." Kata Rindi dengan sisi tak baiknya.


Di saat itu telah selesai. Aldiano pun kembali mengeluarkan suaranya.


"Kalau berani jangan mengumpat di dalam hati. Tunjukkan saja." Kata Aldiano seperti membaca pikiran Rindi.


"Lah, dia ko bida tau ya. Aku kan memang mengumpat dia. Ah... sudah lah tak perlu ku ambil pusing." Kata Rindi di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan Aldiano.


"Memangnya masalah buat lo, ini kan hati gue. Jadi terserah gue dong mau ngapain di sana." Kata Rindi membalas jutek ucapan Aldiano.


"Hey... itu memang hati mu. Tapi, rasanya tak nyaman jika kau mengumpat di sana. Memangnya kau tak pernah merasa tak nyaman jika di bicarakan orang lain." Kata Aldiano yang malah berbalik tanya pada Rindi.


"Sudah lah, aku malas sekali bicara sama kamu. Tak mau ngalah sedikit pun." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano dengan meminta Aldiano untuk tak bicara lagi.


"Jangan bicara seperti itu. Karena kamu akan setiap hari bicara sama aku." Kata Aldiano seolah mengingatkan Rindi akan hal yang akan terjadi ke depannya.


"Argh... aku lupa. Ya sudah, sekarang diam jangan banyak bicara lagi." Kata Rindi kemudian duduk dan mulai mengambil handphone miliknya. Lalu fokus pada hanphone tersebut.


"Hem..." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.


Kini keadaaan pun menjadi hening. Rindi dan Aldiano mulai fokus pada hanphone mereka masing - masing.


Sampai tak terasa mereka berdua pun mulai bosan. Rindi kemudian bergegas pergi ke kamar mandi.


Dan Aldiano yang terlalu fokus pada hanphone nya, saat telah bosan Ia pun tak menyadari jika Rindi telah masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Ia yang tak tahu ada orang di sana. Mulai memasuki kamar mandi yang Rindi lupa menguncinya.


Ketika telah berada di dalam kamar mandi. Barulah Aldiano menyadari akan hal itu.


Rindi yang sedang berendam di bathtub tak menyadari keberadaan Aldiano. Karena saat ini ia sedang menutup matanya menikmati berendam nya itu.


Beruntung saat ia berendam terdapat banyak busa menutupi tubuh nya itu.


Jika saja tak ada busa, mungkin saat ini tubuh polos nya telah terlihat jelas oleh Aldiano.


"Ya ampun, ku kira nggak ada cewek ini. Mana udah kebelet lagi. Argh... ya sudah lah. Lagian dia juga lagi berendam." Kata Aldiano kemudian pergi ke sisi lain bathtub untuk membuang sesuatu yang sudah tak bisa di tahan lagi.


Rindi yang seperti merasakan ada orang lain di sekitarnya. Kemudian mulai membuka mata. Ketika Aldiano telah selesai dengan keperluannya itu.


Rindi pun mulai membuka mata, ia kemudian memukul pelan kedua pipinya saat mendapati Aldiano yang akan keluar dari kamar mandi.


"Apa ini, kenapa aku melihat dia ada di sini. Ini hanya imajinasi kan atau bayangan saja. Mana mungkin dia beneran ada di sini." Kata Rindi di dalam hatinya.


Dua kali Rindi memukul pelan kedua pipinya. Dan ia pun merasakan sakit di kedua pipi kiri dan kanannya setelah di pukul tersebut.


"Aw... sakit juga ternyata. Itu artinya ini bukan imajinasi atau bayangan." Kata Rindi yang telah memukul pipinya.


"Argh... kenapa dia bisa masuk sih. Itu artinya dia melihat aku yang lagi di sini. Argh... bener - bener bikin kesal. Berani sekali dia. Awas saja setelah ku selesai dari sini. Aku akan langsung memarahinya." Kata Rindi kemudian langsung meluapkan emosinya.


Beberapa menit kemudian. Rindi pun keluar dari kamar mandi setelah menggunakan pakaian lengkap nya.


Beruntung ia tak lupa membawa pakaian ke dalam kamar mandi. Sehingga saat ini ia bisa keluar dengan pakaian yang lengkap.


Ekspresi wajah Rindi yang tak mengenakan itu pun langsung Rindi tunjukan pada Aldiano.

__ADS_1


"Hey... lo kenapa masuk ke kamar mandi tadi. Lo mau mengintip gue." Kata Rindi yang sudah tak bisa menahan emosinya lagi.


Aldiano yang sedang duduk masih tetap fokus pada hanphone nya. Hal ini membuat Rindi langsung semakin emosi.


"Hey... bodoh, aku bicara dengan mu. Jangan pura - pura tuli nggak bisa dengar ucapan ku. Jawab, lo kenapa ada di kamar mandi tadi." Kata Rindi kembali meluapkan emosi.


Dengan sikap tenang Aldiano pun mulai menjawab ucapan Rindi.


"Karena kebelet jadi ya aku masuk saja." Kata Aldiano masih tetap melihat hanphone nya.


"Apa maksud mu, kebelet. Kamu kan tau aku ada di dalam, memangnya kamu nggak bisa nunggu apa?" Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.


"Namanya juga udah kebelet, mana bisa nunggu lama. Lagian aku tak menggangu mu. Kamu masih tetap memejamkan mata bukan. Jadi, itu tak masalah. Kenapa harus di buat ribet sih." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.


"Apa dia bilang, tak boleh di buat ribet. Mana bisa kaya gitu. Dia kan udah nggak sopan karena main masuk kamar mandi yang jelas - jelas aku ada di dalamnya. Ini nggak bisa di biarin aku harus memarahi nya lagi." Kata Rindi di dalam hatinya.


"Hey... lo itu nggak sopan karena main masuk aja." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.


"Nggak sopan nya dari mana. Jelas - jelas pintu kamar mandi nggak kamu kunci. Jadi aku bukannya tak sopan. Melainkan..." Kata Aldiano yang langsung di potong oleh Rindi.


"Melainkan apa? sudah lah kamu tuh salah harusnya minta maaf bukan membela diri terus. Dan apa kamu bilang tadi pintunya nggak di kunci. Mana mungkin, jelas - jelas aku tadi menguncinya." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.


"Kalau kamu memang mengunci pintu kamar mandi tadi. Aku juga nggak mungkin bisa masuk ke sana. Coba kamu pikir aja sendiri, kalau pun memang bener pintunya di kunci. Mana mungkin aku mendobrak pintu kamar mandinya jika itu memang terkunci." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.


Hal ini membuat Rindi kemudian langsung memikirkan ulang setiap kata yang terucap dari Aldiano tersebut.


"Em... setelah di pikir - pikir lagi. Ucapan dia memang ada benernya sih, kalau di dobrak aku pasti sudah menyadari akan kedatangannya tadi karena suara yang keluar dari dobrakan pintu itu. Namun, nyatanya aku tak menyadari sama sekali. Itu artinya di sini aku yang salah dong. Em... tapi tetep aja dia juga salah karena masuk begitu saja yang jelas - jelas dia juga salah." Kata Rindi di dalam hati nya.


"Kalau itu memang bener, kamu kenapa tetap masuk, bukan nya keluar lagi." Kata Rindi membalas ucapan Aldiano.

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang aku udah kebelet jadi ya aku lanjutkan saja. Lagi pula kamu juga masih memejam kan mata tadi, jadi aku pikir itu tak akan ada salah nya." Kata Aldiano membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2