Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 103 Pilih Kasih


__ADS_3

Saat di perjalanan, Rindi kembali ngeluarkan suaranya.


"Yeni, ko liat kamu pake baju seperti ini biasa aja sih. Aku malah susah, liat harus di bantu juga sama kak Haikal." Kata Rindi pada Yeni.


Dan ya, baju belakang Rindi kembali di pegang oleh Haikal lagi.


"Hem... baju yang aku gunain kan simple dan gak sampai panjang kaya seperti yang kamu gunain. Jadi, ya biasa aja jalannya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya juga ya, ko aku baru kepikiran ya. Tapi, Yeni, kamu kan pake sepatu tinggi. Terus bawah sepatunya juga tipis. Gak takut jatuh memangnya kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan lagi.


"Ngapain harus takut. Lagi pula ada kakak di belakang Yeni. Gak akan jatuh lah, karena kakak kan yang akan bantu tahan tubuh Yeni kalau jatuh." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Ye, Rindi tanyanya juga Yeni. Kenapa kakak yang jawab?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gak papa mewakili Yeni aja. Jadi, kakak yang jawabnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Gitu ya kak, tapi kalau misalnya Yeni kesandung, bukannya akan jatuh ke arah depan ya kak, terus gimana caranya kakak tolong Yeni. Sementara posisi kakak ada di belakang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Haikal pun kemudian terdiam sejenak, setelah terdiam. Barulah ia menjawab ucapan Rindi.


"Kalau hal itu terjadi. Simple ko, kakak hanya tinggal menarik Yeni dengan tangan kakak. Agar Yeni kembali ke posisi semula." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Cara tariknya gimana? kakak kan pegang baju belakang Rindi sama sepatu Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya, kakak lepas semua yang kakak pegang ini. Lalu, bantu Yeni." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hem... Iya deh iya. Udah kak, kalau gitu kita pulang." Kata Rindi yang entah kenapa malah aneh jawabannya.


"Kamu lagi tidur apa gimana? ko mau pulang." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Eh, maaf, maaf kak. Aku lagi nggak konsen barusan. Jadi, asal bicara." Kata Rindi kemudian tersadar dengan ucapannya tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha... lucu banget sih kamu Rindi. Sampai lupa bicara." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan tertawa.


Tawa yang Yeni keluarkan ini membuat Haikal terpesona.


"Ya ampun tawanya aja udah buat aku seneng. Gimana kalau aku bisa buat dia tertawa terus ya. Rasanya jadi pengen cepet deh." Kata Haikal di dalam hatinya setelah melihat tawa Yeni.


"Bukan gitu Yeni, aku tuh em... pokoknya lupa deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kakak maafin Rindi kan. Hey kak, ko diem sih." Kata Rindi pada Haikal.


Haikal yang mendengar suara Rindi, kini mulai menghentikan bicara di dalam hatinya. Kemudian menjawab ucapan Rindi.


"Maaf, kakak lagi ngelamun barusan. Jadi belum jawab ucapan kamu. Iya deh iya kakak maafin. Tapi, jangan di ulangi lagi asal bicaranya. Buat orang kebingungan kan gak baik." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dan tak lupa mengingatkan Rindi agar tak melakukan kesalahan yang sama.


"Iya kak siap, tapi ngomong - ngomong kalau boleh Rindi tau. Kakak ngelamun apa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan kemudian bertanya juga pada Haikal.


"Anak kecil gak boleh tau, kakak ngelamun apa. Karena hanya orang - orang dewasa yang boleh tau." Kata Haikal menjawab asal ucapan Rindi.


"Apa jangan - jangan kakak mengalun hal yang dilakukan suami istri ya. Makannya bilang kaya gitu." Kata Rindi dengan spontan menjawab ucapan Haikal.


"Jaga bicara kamu Rindi, kakak gak sampai berpikiran seperti itu kali. Lagi pula mana ada berpikiran kaya gitu di sore hari kaya gini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi. Namun, lagi dan lagi Haikal salah bicara. Sehingga Rindi kembali berpikiran hal negatif pada Haikal.


"Itu artinya kakak sering ngelakuin hal seperti itu, kalau bukan di sore hari. Ckckck... kak, kak nggak nyangka Rindi. Ternyata kakak sepeti itu orang nya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Bukan gitu juga kali Rindi. Kamu nih, bikin kakak kesulitan aja bicaranya. Yeni kamu jangan percaya ucapan Rindi ya, kakak gak seperti itu ko orangnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berbicara juga pada Yeni agar tak salah artikan dirinya karena mendengar ucapan Rindi tersebut.


"Tapi kak, Yeni sempat berpikiran hal yang sama juga sih, sama yang Rindi bilang barusan. Soalnya ucapan kakak agak mengarah ke arah sana." Kata Yeni menjawab apa adanya ucapan Haikal.


"Jadi, ucapan saya itu salah ya. Kalau gitu maaf ya, udah buat kamu berpikiran hal - hal aneh." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil meminta maaf pada Yeni.


Yeni yang sudah mau ngeluarin suaranya. Namun, harus terhenti tak kala mendengar suara Rindi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Giliran Yeni yang bilang, kakak langsung minta maaf, tapi saat Rindi yang bilang. Boro - boro minta maaf. Ini malah terus nggak mau ngalah. Pilih kasih banget sih kak." Kata Rindi pada Haikal.


"Kakak bukannya pilih kasih. Tapi, ucapan kamu itu bikin kakak emosi. Makannya respon kakak juga gak sebaik saat bicara sama Yeni. Lain kali kalau bicara itu yang lembut, biar gak bikin orang salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Harus seperti kaya gimana lagi Rindi. Mau lembut atau pun nggak juga. Jawaban kakak pagi akan seperti itu. Ya udah deh, lagi pula Yeni kan lebih spesial." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu kamu tau, jadi jangan di permasalahin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Tetep aja, jadi masalah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Masalahnya apa?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengn sebuah pertanyaan.


"Kakak pikirin aja sendiri masalah nya apa. Gak perlu tanya ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan acuh tak acuh.


"Ya udah kalau itu maunya kamu. Kakak gak akan pikirin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bodo amat, kalau kakak gak mau pikirin juga." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Rindi sama kak Haikal, ko jadi pada kaya gini sih. Jangan kaya gini dong, nggak enak tau liat nya juga." Kata Yeni pada mereka berdua.


"Biarin kalau gak enak, kamu gak perlu liat aja Yeni." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Maaf ya Yeni buat kamu jadi gak enak liat kita. Rindi kamu gak boleh gitu bicaranya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil berbicara juga pada Rindi.


"Terus Rindi harus gimana bicaranya." Kata Rindi bertanya pada Haikal.


"Ya intinya jangan seperti itu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Gak jelas banget tau nggak sih kak. Kalau bicara yang jelas dong. Biar Rindi langsung paham. Jangan kaya gitu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2