
"Maaf kak." Kata Yeni meminta maaf setelah mendengar ucapan Haikal.
"Jangan minta maaf, kakak hanya bercanda ko." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Serba salah banget ya Yeni, kak Haikal itu memang nyebelin. Udah minta maaf eh malah bilang bercanda. Bukannya itu nyebelin banget kan. Kalau tau mau bercanda, kamu gak perlu minta maaf tadi." Kata Rindi yang langsung ikut dalam pembicaraan.
"Hem..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.
"Tuh liat kak, Yeni jadi bete karena di bercandain sama kakak." Kata Rindi berkata pada Haikal sambil menunjuk Yeni.
"Masa sih, kamu beneran bete Yeni. Maaf ya, udah buat kamu bete." Kata Haikal yang tak percaya dengan ucapan Rindi. Namun, setelah ia melihat wajah Yeni dan ternyata yang di ucapkan Rindi memang ada benar nya, karena terlihat jelas kalau Yeni memang lagi bete. Sehingga ia pun mulai meminta maaf pada Yeni.
Yeni yang mendengar ucapan Haikal, kini mulai mengubah ekspresi wajahnya. Setelah mengubah ekspresi wajah, baru lah ia menjawab ucapan Haikal.
"Nggak ko kak, aku gak lagi bete. Barusan lagi ngelamun aja, jadi terlihat bete." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Yakin karena ngelamun." Kata Haikal yang tak percaya dengan ucapan Yeni.
"Iya kak, ini karena ngelamun aja ko. Jadi, kakak nggak perlu minta maaf." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Sebelum Haikal menjawab ucapan Yeni. Tiba - tiba Rindi berkata pada diri nya.
"Kak, Rindi rasa kakak harus berada dekat sama Yeni. Sini minum nya biar kakak gak ribet kalau harus bawa minum ke tempat Yeni." Kata Rindi pada Haikal dan menyarankan Haikal untuk menemui Yeni.
"Hem... ucapan kamu ada bener nya juga. Nih, minumnya kakak titip ke kamu ya. Soalnya kakak mau langsung temui Yeni." Kata Haikal menyetujui ucapan Rindi sambil memberikan minum yang ia pegang saat ini pada Rindi.
Dalam hati, Rindi pun bersorak bahagia karena rencana nya telah berhasil.
"Seneng nya, kak Haikal bisa aku tipu. Coba aja kaya gini dari tadi. Udah minum dari tadi aku." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Hem... tapi tak apalah walau pun terlambat setidak nya aku bisa minum. Hehehehe..." Kata Rindi di dalam hatinya lagi sambil tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.
Sementara Haikal, orang yang telah ia tipu. Kini mulai melangkahkan kaki mendekati Yeni.
__ADS_1
Tap... tap...
Suara langkah kaki itu terdengar, sampai pada akhirnya suara tersebut pun berhenti tepat di hadapan Yeni.
Yeni yang melihat Haikal kini berada di hadapannya mulai terheran - heran.
"Kak Haikal ngapain ke sini ya. Bikin degdegan aja. Nggak tau apa kalau deket sama kak Haikal, hati ini selalu berdebar. Please kak, jangan deket kaya gini." Kata Yeni di dalam hatinya.
"Yeni, kamu maafin kakak kan, kakak beneran ngerasa gak enak sama kamu. Maafin kakak ya." Kata Haikal pada Yeni.
Rindi yang melihat Haikal dan Yeni seperti itu. Kini mulai minum yang saat ini ia pegang.
"Aduh enak banget nih tenggorokan. Coba aja kak Haikal kasih minumnya itu dari tadi. Nggak akan nunggu lama kaya gini. Tapi, tak apalah setidaknya walau terlambat aku sekarang udah bisa minum." Kata Rindi saat teguk demi teguk minum tersebut masuk kedalam tenggorokannya.
"Hem... apalagi liat tontonan gratis. Kaya nonto drama aja sih ini. Kak Haikal yang di cuekin sama Yeni. Tapi, kayanya lebih ke aneh sih ekspresi Yeni. Hem... tak apalah bisa sebagai hiburan sambil habisin minumnya." Kata Rindi melanjutkan kembali ucapannya.
Yeni yang sedang sibuk berbicara di dalam hatinya. Seketika terhenti saat mendengar permintaan maaf Haikal yang begitu tulus.
"Em... kak Haikal ko minta maaf ke Yeni. Kakak kan gak punya salah. Kenapa harus minta maaf?" Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
Yeni yang bingung harus menjawab apa lagi ucapan Haikal. Pada akhirnya menyetujui keinginan Haikal.
"Baik kak, kalau gitu Yeni maafin kakak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Maafin kakaknya gak karena terpaksa kan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.
"Nggak ko kak, Yeni beneran udah maafin kakak. Jadi, jangan merasa bersalah lagi ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Makasih udah mau maafin kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak sama - sama." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Itu kenapa minumnya belum kamu minum." Kata Haikal bertanya mengenai minum yang masih di pegang oleh Yeni.
__ADS_1
"Yeni belum haus kak. Jadi belum Yeni minum." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Walaupun belum haus, setidaknya kamu minum sedikit, capek juga bukan, tadi waktu datang kesini kan belum di sediain minum. Ayo coba minum dulu minum nya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dan sedikit memaksa Yeni untuk minum.
"Nanti aja kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Jangan dinanti - nanti, gak baik. Sekarang aja minumnya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
Yeni yang terus di minta untuk minum oleh Haikal. Pada akhirnya mulai minum juga.
Di teguklah dua kali tegukan air tersebut oleh Yeni. Kemudian setelah selesai ia mulai menjawab ucapan Haikal
"Yeni udah minum kak, jadi jangan paksa Yeni buat minum lagi ya." Kata Yeni pada Haikal.
"Hem... iya kakak gak akan paksa kamu lagi. Ya udah kakak juga mau minum. Tapi bentar deh minum kakak ko gak ada. Yeni liat minum kakak gak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni. Kemudian mulai tersadar dengan minum yang ia pegang sebelumnya.
"Nggak tau kak, kakak ke sini aja nggak bawa minum." Kata Yeni membalas ucapan Haikal apa adanya.
"Kalau kakak gak bawa minum. Terus minum kakak yang tadi kakak simpan dimana?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Yeni gak tau kak. Coba kakak ingat - ingat lagi aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Hem... ini lagi kakak ingat - ingat Yeni. Tadi itu kan, kakak ke sini di suruh sama Rindi. Terus minumnya itu masih kakak pegang. Tapi, waktu kakak mau kesini kakak di ajak bicara dulu sama Rindi. Apa jangan - jangan minum kakak sama Rindi ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil mengingat - ingat terakhir kali ia memegang minum.
"Kalau gitu, coba kakak tanya ke Rindi. Siapa tau beneran sama Rindi." Kata Yeni memberikan saran pada Haikal.
"Iya Yeni sepertinya kakak harus tanya ke Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Kalau gitu kakak temui Rindi dulu ya." Kata Haikal melanjutkan ucapan nya sambil pamit pada Yeni untuk menemui Rindi.
"Iya kak." Kata Yeni membalas singkat ucapan Haikal.
Tanpa menunggu lagi. Haikal pun bergegas menemui Rindi. Sesampainya di dekat Rindi, ia pun mulai bertanya pada Rindi.
__ADS_1
Bersambung...