Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 214 Semakin Aneh


__ADS_3

"Yeni semalaman di sini." Kata tante Ratna yang memulai lagi percakapan.


"Hem... seperti yang mamah bilang. Semalaman Yeni disini." Kata Haikal membalas ucapan tente Ratna.


"Kamu nggak lakuin hal aneh kan ke Yeni." Kata tante Ratna yang mulai curiga pada Haikal.


"Hahahaha... mamah ko berpikirnya kaya gitu. Kalau pun Haikal mau berbuat macam - macam mana bisa mah. Buat gerak aja susah. Gimana caranya ngelakuin hal aneh ke anak orang. Mamah nih gimana coba." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Leganya mamah, untung kamu nggak ngelakuin hal aneh. Kalau sampai terjadi, ntar kamu mamah tendang dari sini." Kata tante Ratna menakuti Haikal.


"Ko mamah jahat sih, masa Haikal yang sakit kaya gini mau mamah tendang." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Lagian kan mamah bilang kalau kamu beneran lakuin hal aneh ke Yeni. Baru mamah tendang. Sekarang kan kamu udah bilang kalau kamu nggak lakuin hal aneh ke Yeni. Jadi nggak akan mamah tendang." Kata tante Ratna yang tak habis pikir dengan ucapan yang ia dengar dari Haikal.


"Hehehe... mamah percaya gitu kalau Haikal nggak lakuin hal itu ke Yeni. Bahkan nih ya mah, Haikal sama Yeni tidurnya sambil pelukan. Haikal di sini Yeni di sini. Ah... rasanya hangat dan bahagia banget. Apalagi aku sambil cium bibir Yeni. Ya ampun mah rasanya itu luar biasa. Tapi sayang aku nggak bisa berbuat lebih. Karena susah gerak. Jadi nggak aku lakuin deh." Kata Haikal yang sedang mengarang cerita.


"Sadar kamu, mimpi ko ketinggian. Lagian kalau kamu beneran tidur disini bareng sama Yeni. Yeni nggak mungkin pamit pulang. Pastinya masih tidur juga di sini. Jangan harap ucapan kamu itu mamah percaya." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Ya sudah kalau mamah nggak percaya. Ntar kalau mamah dapat kabar Yeni bunting mamah baru deh akan percaya." Kata Haikal yang semakin aneh.


"Sudahlah bicara sama kamu nggak akan kelar. Lagian mana berani kamu buntingin anak orang. Selama ini belum pernah tuh mamah di kenalin sama perempuan. Mamah bahkan sempet ngira kamu ini gay." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Ya ampun mah, ko sampai segitu nya sama anak sendiri. Haikal nggak gay lah. Kalau mamah nggak percaya ayo kita langsung ke rumah Yeni. Kita lamar dia, terus Haikal dan Yeni nikah. Nanti Haikal kasih bukti kalau Haikal nggak gay setelah Yeni ngelahirin cucu buat mamah. Gimana mau coba seperti itu." Kata Haikal semakin aneh.


"Apaan sih kamu, Yeni masih sekolah. Jangan kamu ambil kebahagian nya. Biar lah dia sekolah dulu. Setelah lulus baru kamu lamar. Jangan di ikat dulu kasian ntar dia terbebani." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Mamah nih gimana sih, Yeni itu masih muda mah. Teman sekolahnya juga pasti ada yang suka. Kalau Haikal nggak gerak cepat yang ada dia ke buru di lamar orang. Mamah memanganya mau kehilangan calon mantu." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.

__ADS_1


"Em... ya jangan sampai kaya gitu lah. Kamu harus tetep deket sama Yeni. Tapi jangan di lamar dulu. Nanti saja setelah Yeni lulus baru kamu lamar." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Tapi mah..." Kata Haikal yang baru saja akan menjelaskan lagi. Namun, harus terpotong karena ucapan tante Ratna.


"Sudah, kita bahas yang lain aja. Mamah pengen tau, kamu kenapa bisa seperti ini. Apa yang terjadi?" Kata tante Ratna yang memotong ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan.


Dengan berat hati Haikal pun kemudian menjawab ucapan ibu yang mengalihkan topik tersebut.


"Jadi gini mah, awalnya kan Haikal dan Yeni nunggu Rindi di depan rumah nya. Terus Rindi masuk ke dalam mobil Haikal. Tiba - tiba di jalan ketemu sama orang yang berbadan kekar dan seram. Haikal di pukuli deh sama mereka." Kata Haikal menjelaskan secara singkat kejadian sebelum ia berada di rumah sakit pada tante Ratna.


"Hem... jadi karena itu, tapi ko beda lagi ya ceritanya sama yang mamah dapatkan dari ayah Rindi. Katanya kamu bawa kabur Rindi sampai bodyguard nya pukulin kamu sampai seperti ini." Kata tante Ratna membuat Haikal tercengang.


"Apa? dady bilang gitu. Kapan bilang kaya gitu ke mamah." Kata Haikal yang kaget.


"Tadi malam, dia bahkan meminta mamah agar melarang kamu untuk ke temu Rindi." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Haikal kasian mah sama Rindi. Dia nggak mau nikah muda tapi harus di paksa kaya gitu. Makannya Yeni sama Haikal sepakat mau bantu Rindi. Tapi, sayangnya gagal." Kata Haikal membalaa ucapan tante Ratna.


"Lain kali di pikirkan dulu. Kamu tau sekarang Rindi nggak boleh keluar dari kamarnya sampai dia dinikahkan. Coba kamu bayangkan kalau itu ada di posisi Yeni. Kamu sekarang tiba - tiba ngelamar Yeni. Apa Yeni tak akan mengalami hal seperti Rindi. Kamu tau sendiri kan. Di usia mereka berdua itu masih ingin - ingin nya bermain dan menikmati hari dengan teman - temannya. Kamu jangan sampai menjadi orang yang sama, mengambil kebahagian orang lain. Makannya mamah bilang nanti ngelamar Yeni nya. Biar Yeni fokus di masa bermainnya. Karena ketika sudah di ikat batas mainnya juga akan terbatas. Jadi kamu ngerti kan apa yang mamah bilang ini." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan cukup panjang.


"Iya mah, Haikal ngerti ko. Maaf karena sudah meminta mamah cepat - cepat lamar Yeni." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Iya, tapi jangan di ulangi lagi. Tunggu dulu aja nggak akan lama ko." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Iya mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


Kemudian tak ada lagi yang bicara. Kini mereka berdua hanya terdiam. Sampai dua menit kemudian barulah tante Ratna bicara kembali.

__ADS_1


"Kamu belum sarapan?" Kata tante Ratna pada Haikal.


Haikal pun dengan cepat mengelengkan kepalanya.


"Belum mah." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Kenapa?" Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal dengan pertanyaan.


"Belum lapar, jadi Haikal belum sarapan." Kata Haikal menbalas ucapan tante Ratna.


"Walaupun belum lapar kamu setidak nya sudah mengisi perut. Mau sembuh cepat bukan. Ayo sekarang buka mulut kamu biar mamah yang suapin." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal sambil menyodorkan makannya di mulut Haikal.


Dengan terpaksa Haikal pun memakan - makanan tersebut. Karena takut tante Ratna marah dan terus bicara.


"Gini kan enak, kamu bisa cepat sembuh. Ayo buka lagi mulut kamu." Kata tante Ratna meminta Haikal membuka lagi mulut nya.


Hak itu pun berulang kali terjadi sampai makanan yang di makan Haikal sudah ada setengah nya. Lalu Haikal pun meminta untuk di hentikan.


"Sudah mah, Haikal kenyang." Kata Haikal pada tante Ratna.


"Ya sudah kalau gitu. Ini minum dulu." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


"Iya mah, makasih." Kata Haikal membalas ucapan tante Ratna.


"Iya." Kata tante Ratna membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2