Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 116 Tukang Bohong


__ADS_3

"Udah tatapan kamu jangan seperti itu. Lebih baik akui aja kalau kamu yang minum. Jangan bohongin kakak lagi." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya saat melihat Rindi yang terkejut sampai memelototkan matanya.


Rindi kemudian mengerjap - ngerjapkan matanya setelah itu mulai menjawab ucapan Haikal.


"Mana Rindi tau kak, Rindi terkejut karena ko bisa bekas tempat minumnya ada di bawah kursi yang Rindi duduki. Bukan Rindi yang minum." Kata Rindi yang masih tak mau mengakui kesalahannya.


"Masih gak mau mengakui juga. Hem... bener - bener kebangetan. Kalau kakak kasih 3 juta saat ini juga. Kamu mau jujur kalau kamu yang minum air itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil memberikan penawaran agar Rindi mengakui kesalahannya.


Awalnya Rindi tergiur dengan tawaran tersebut. Namun, di detik terakhir ia mulai menyadari kalau ia akui bukannya besar kemungkinan Haikal tak akan memberikan uang 3 juta itu setelah tahu bahwa ia yang meminumnya.


"Wah lumayan nih bisa buat belanja. Aku akui jangan ya. Sepertinya aku akui aja deh. Tapi bentar deh kalau aku akui ntar kak Haikal beneran kasih uang nya atau nggak ya. Hem... jadi bingung nih. Kalau di kasih sih tak masalah tapi kalau hanya bicara aja agar aku akui kesalahan aku. Bukan nya itu tidak baik ya buat aku. Lebih baik jangan di terima aja deh. Bisa gawat kalau sampai aku langsung terima." Kata Rindi di dalam hatinya yang sedang mempertimbangkan penawaran Haikal terhadap dirinya barusan.


"Mau akui gak, bukan malah bengong kaya gitu." Kata Haikal mengeluarkn suaranya lagi karena Rindi tak kunjung menjawab ucapannya.


Ketika mendengar ucapan Haikal ini. Rindi pun mulai menjawab ucapan Haikal.


"Kakak ko bisa - bisa nya kasih Rindi suap sejumlah uang seperti itu. Rindi beneran gak minum kak. Jadi Rindi harus akui apa?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Baiklah kalau kamu gak mau jujur. Jadi, kamu menolak uang 3 juta itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Lagi pula Rindi udah jujur, harus jujur kaya gimana lagi?" Kata Rindi yang tetap tak ingin mengakui kesalahannya.


"Gimana kalau kakak tambahkan 2 juta. Jadi totalnya 5 juta. Tapi dengan satu syarat kamu akui kesalahan kamu." Kaya Haikal membalas ucapan Rindi dengan menambah lagi penawarannya.


Rindi yang mendengar kata 5 juta mulai tergiur untuk menerima tawaran itu. Tapi, lagi dan lagi ia tak mau ambil resiko.

__ADS_1


Sehingga ia pun mulai menjawab ucapan Haikal di luar dugaan Haikal.


"Buat apa Rindi harus akui kak kalau Rindi sendiri gak melakukannya. Jadi, simpan aja uang 5 juta kakak itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Tetep kekeuh juga ternyata. Tak mau ngeakui kesalahan kamu. Baik, saya akan coba sekali lagi. Dan saya pastikan kamu akan mengakui nya." Kata Haikal di dalam hatinya saat Rindi terus saja tak mau mengakui kebohongannya.


"Penawaran terakhir, kakak tambahkan 5 juta. Total nya ada 10 juta. Kakak masih ingin kamu ngakui kesalahan kamu. Dan uang 10 juta ini bisa kamu terima." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Rindi kemudian menjerit di dalam hatinya. "Argh... gimana nih, 10 juta kan bukan uang sedikit. Aduh akui jangan ya." Kata Rindi yang kebingungan untuk memilih.


"Ayo jujur aja gak mungkin nolak kan, 10 juta itu bukan uang sedikit. Kakak hitung nih, dalam hitungan ke tiga kamu pasti langsung mengakui kesalahan kamu." Kata Haikal yang menunggu jawaban Rindi sambil berbicara di dalam hatinya.


Setelah itu ia pun mulai menghitung mundur.


"Kakak ko masih tetep gak percaya sih sama ucapan Rindi. Rindi beneran gak punya salah kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Jadi itu artinya kamu menolak penawaran kakak. Sayang banget uang 10 juta, kamu tolak mentah - mentah. Tapi, tak apa uang nya bisa kakak simpan lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bukan nolak kak, tapi lebih ke mencari aman aja. Kalau aku akui kesalahan bukannya aku juga bisa saja tak kan menerima uang itu. Kakak kan paling bisa membalikan semuanya." Kata Rindi di dalam hatinya.


"Iya kak, karena kan Rindi gak bohong. Masa iya Rindi harus bohong dulu biar dapet uang 10 juta yang kakak tawarin itu. Kan gak mungkin kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... iya gak mungkin, karena kamu lebih memilih bohong dari pada jujur." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kakak nih, harus Rindi bilang berapa kali sih. Kalau Rindi itu gak bohong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Hem... sampai kamu mengakui kesalahan kamu." Kata Haikal kemudian pergi meninggalkan Rindi.


Baru saja tiga langkah Haikal meninggalkan Rindi. Ia kemudian mulai membalikan tubuhnya kembali dan setelah tubuhnya sudah ia balikkan. Ia mulai berbicara lagi pada Rindi.


"Dan satu lagi, lain kali kalau mau bohong itu yang rapih. Jangan menyimpan bukti sembarangan jadi ketauan kan." Kata Haikal pada Rindi.


Ketika telah selesai berbicara. Haikal pun melanjutkan lagi berjalannya setelah tubuhnya ia balikan lagi membelakangi Rindi.


"Ih... nyebelin banget sih. Lagian Rindi udah bilang gak bohong kakak tetep aja gak mau percaya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan kesal.


"Kamu tuh memang tukang bohong. Hoby ko bohong sih." Kata Haikal yang berjalan sambil membalas ucapan Rindi tanpa melihat Rindi sama sekali.


"Apaan sih kak, hoby Rindi bukan tukang bohong. Mana ada hoby kaya gitu. Kakak kali yang hoby nya itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu. Lagian kakak gak bohong apapun ko. Jadi gak mungkin hoby kakak jadi tukang bohong. Kalau kamu udah keahlian nya tukang bohong jadi paling cocok di bilang hoby bohong." Kata Haikal yang sengaja ingin Rindi emosi dengan ucapan nya. Sehingga besar kemungkinan Rindi pun mulai mengakui ke bohongan nya itu.


"Ini aku yakin deh kak Haikal sengaja biar aku lepas kendali marah - marah gak jelas. Terus tiba - tiba jujur kalau aku yang minum, minumnya punya kak Haikal. Jangan harap kak, Rindi bisa semudah itu di tipu." Kata Rindi di dalam hatinya yang mulai curiga.


"Terserah kakak lah. Kalau kakak anggapnya Rindi itu tukang bohong itu terserah kakak. Tapi yang Rindi tau, Rindi bukan tukang bohong." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Udahlah gak perlu bertele - tele kaya gitu. Kamu akui kesalahan kamu semuanya pasti beres. Gak akan ada pembicaraan panjang seperti ini lagi yang gak tau sampai kapan berhenti." Kata Haikal meminta Rindi untuk segera mengakui kesalahannya.


"Rindi gak salah kak, jadi gak mungkin juga Rindi akui kesalahan Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2