Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 141 Gak Maksa


__ADS_3

"Bukan gitu lah, maksud gue tuh gue hanya membenarkan ucapan gue. Lo mau pilih ucapan gue itu benar atau nggak juga gak masalah. Lagi pula gue gak maksa ko." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hem... tetep aja kalau kaya gitu. Intinya lo masih tetep aja gue bisa kemungkinan membenarkan ucapan lo. Bagas... Bagas..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


Kemudian percakapan mereka pun berhenti cukup lama. Sampai pada akhirnya Yeni kembali mengeluarkan suaranya. Barulah terdengar pembicaraan lagi.


"Udah pada bereskan bicaranya." Kata Yeni pada mereka berdua.


"Udah kenapa gitu yank?" Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Em... itu anu... em... Yeni mau ke toilet." Kata Yeni dengan ragu membalas ucapan Haikal.


"Ya ampun yank, kenapa masih di sini. Kakak kira kamu udah kembali dari toilet. Eh... ternyata masih belum pergi atau mau kakak antar perginya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Abisnya tadi kan kakak sama kak Bagas bahas tentang Yeni yang ke toilet. Terus lupa sama pamit nya Yeni yang akan pergi. Jadi, Yeni malah diam dan gak pergi. Tapi, sekarang Yeni mau pergi ke toilet ya." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Hem... ya udah, kamu pergi aja yank. Maafin kakak ya udah buat kamu nunggu bahkan sampai belum sempat pergi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak, Yeni pergi ya." Kata Yeni kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Iya yank, hati - hati di jalan. Kalau ada belokan, belok ya. Jangan lupa ke sini lagi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya kak." Kata Yeni hanya menjawab singkat ucapan Haikal.


"Hahaha... ya iya lah Haikal. Mana mungkin Yeni terus aja jalan kalau ada belokan. Ke pentok dong sama jalan kalau gak belok. Ada - ada aja sih. Sama satu lagi Yeni tuh bukan mau nyebrang atau pergi perjalanan jauh. Ini malah bilang hati - hari. Ckckck... ckckck... Haikal... Haikal..." Kata Bagas seketika ikut berbicara.


"Apaan sih sukanya protes aja. Lagi pula Yeni gak masalah ko gue bilang kaya gitu. Kenapa jadi lo yang masalah. Bener - bener aneh lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sebenernya gue tuh mewakili Yeni. Karena gue yakin Yeni pengen protes tapi gak enak sama lo. Makan nya gue yang wakili." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Kapan Yeni bilang kaya gitu?" Kata Haikal yang tak percaya dengan ucapan Bagas.


"Yeni gak pernah bilang, tapi terlihat sangat jelas dari wajah nya barusan. Lo aja yang gak bisa bedain." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Bukan gue gak bisa bedain. Tapi ini karena  lo aja yang pengen kaya gue tapi gak tau sama siapa. Jadi nya suka banget ngusik hidup gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Kurang kerjaan aja gue harus usik hidup lo. Jangan aneh deh." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ya karena lo memang gak ada kerjaan. Makannya bilang kaya gitu ke gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sepertinya gak kaya gitu deh. Lo salah artiin." Kata Bagas yang masih tak mau di salahkan oleh Haikal.


Perdebatan ini pun berlangsung cukup lama. Bahkan saat Yeni sudah kembali dari toilet mereka berdua masih tetep berdebat.


Tap... tap...


Suara langkah kaki Yeni yang semakin terdengar sampai pada akhirnya terhenti tepat di kursi yang sebelumnya Yeni duduki.


Sehingga Yeni hanya bisa berbicara pada Rindi.


"Rindi, ini kenapa masih pada berdebat ya. Permasalahannya apa?" Kata Yeni setelah ia duduk di kursinya sebelumya.


"Oh mereka berdua ya, biasa lagi berdebat yang tak penting. Tapi, aneh nya malah jadi panjang." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oh, jadi kaya gitu. Tapi, mereka lagi berdebat tentang apa?" Kata Yeni yang mulai penasaran.


"Tadi sih masih seputar kamu yang pergi ke toilet. Kalau sekarang aku gak tau. Gak terlalu fokus juga aku. Pusing kalau harus liat mereka berdebat. Enak main game gak harus fokus dengerin mereka berdebat. Walau sedikit - sedikit sempat terdengar sih suara mereka. Tapi tak separah kalau mendengarkan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni cukup panjang.


"Oh gitu. Tapi ko aneh ya, malah perdebatin aku yang ke toilet." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Entahlah aku juga gak tau. Mungkin karena gak ada topik pembicaraan sampai akhirnya hal yang gak terlalu penting aja mereka perdebatkan. Udah lah kamu jangan ikut - ikutan buat aku pusing. Lebih baik sekarang kamu jangan terlalu di dengerin perdebatan mereka. Buka aja hanphone kamu, kita main game sama - sama atau mau jadiin kak Haikal sama kak Bagas sebagi game. Jadi kita dukung salah satu di antara mereka terus ntar yang kalah, itu artinya dia kalah dalam permainan. Gimana menurut kamu, setuju gak?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil memberikan ide aneh untuk menjadikan game perdebatan antara Haikal dan Bagas saat ini.


"Nggak deh, kalau kaya gitu lebih baik aku gak ikutan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Loh kenapa gak mau?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ya karena gak baik Rindi. Masa iya kita jadiin kak Haikal sama kak Bagas sebagai game. Itu kan nggak baik banget." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... ya udah kalau gitu main game di hanphone aja yuk." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kayanya..." Kata Yeni yang belum sempat melanjutkan ucapan nya. Namun, harus terpotong karena Rindi tiba - tiba mengeluarkan suara nya lagi.


"Udah Yen, jangan banyak kayanya. Lebih baik kamu langsung buka aja game nya. Aku tunggu di game." Kata Rindi yang memotong ucapan Yeni.


"Ko kaya gitu sih Rindi. Masa kaya aku gak boleh nolak." Kaya Yeni protes pada Rindi.


"Ya kan tadi udah kamu tolak. Masa sekarang mau kamu tolak juga. Gak asik dong nama nya kalau terus - terusan di tolak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... tapi gak adil buat aku." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak adil dari mana nya. Kamu kan udah nolak yang pertama, kalau yang ke dua kamu tolak juga. Bukannya itu namanya yang gak adil. Jadi sekarang ayo keluarkan Handphone kamu. Buka game nya kita langsung main." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya deh iya. Aku buka. Maksa banget sih jadi orang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan keterpaksaan.


"Kalau gak di paksa kaya gitu. Ntar malah terus - terusan ngelunjak. Makan nya lebih baik aku paksa." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... tapi secara tidak langsung kamu udah buat aku merasa tak nyaman." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sekali atau dua kali gak masalah buat orang gak nyaman. Tapi kalau ke seringan itu gak boleh. Sekarang kan baru sekali aku buat kamu gak nyaman. Jadi masih wajar." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2