Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 137 Belum Tuntas


__ADS_3

"Jangan sedih yank, sini kakak peluk." Kata Haikal pada Rindi.


"Ye... itu maunya kamu. Jangan mau Yeni, Haikal orangnya modus. Lagian belum halal juga kan kalian. Gak baik kalau harus peluk - pelukan." Kata Bagas yang malah menjawab ucapan Haikal sambil berbicara pada Yeni.


"Gak baik atau lo gak bisa kaya gue. Karena gak ada yang bisa lo peluk." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menaik turunkan alisnya.


"Mungkin salah satunya ini, lagian ini tempat umum. Lo mau peluk anak orang emangnya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Ya kalau Yeni mau sih, gak masalah buat gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil melihat ke arah Yeni.


"Mana mau Yeni di peluk sama lo. Udah kita langsung cari makan aja. Kasian Rindi udah kelaparan sampai kebingungan gitu dengerin ucapan kita." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan mengalihkan pembicaraan.


"Hem... Padahal belum tuntas. Rindi bisa di cancel dulu gak laparnya sampai beres dulu pembicaraan ini." Kata Haikal meminta hal aneh pada Rindi.


"Kalau Rindi bisa udah sedari tadi Rindi cancel kak. Tapi, mana bisa udah bunyi kaya gini perutnya. Ayo sekarang kita cari makan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem... kirain bisa. Ya udah ayo kita cari." Kata Haikal akhirnya menyetujui ucapan Rindi.


"Ayo yank, kita cari makan. Kamu mau makan apa?" Kata Haikal tiba - tiba berbicara pada Yeni.


Membuat Yeni yang menunjukan ekspresi sedih kini mulai mengubah ekspresi wajah nya.


"Yeni bareng sama Rindi aja kak. Kakak duluan sama kak Bagas." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Lah ko gitu, jangan kaya gitu dong yank, maaf deh kalau kakak salah bicara." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Gak ada yang salah ko, ini Yeni pengen bareng sama Rindi aja." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Ya udah kalau kamu maunya kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Sabar bro namanya juga cewe. Jangan sampai di paksa ntar malah marah, terus ada kemungkinannya juga kabur. Mau memangnya lo di tinggal sama Yeni." Kata Bagas pada Haikal.


"Mana sanggup gue, kalau harus di tinggal seperti itu sama Yeni. Lebih baik gue izinin dia bareng sama Rindi daripada harus jauh dari dia untuk selamanya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.

__ADS_1


"Bener banget bro jangan kaya gue yang pergi tanpa memulai lalu kehilangan saat ketemu lagi." Kata Bagas memberitahukan mengenai nasib dirinya pada Haikal.


"Sepertinya lo yang harus paling sabar. Tapi, masih ada waktu ko. Lo temui ayahnya aja. Lagi pula ada beberapa hari lagi sebelum hari H." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dan menyatakan Bagas untuk menemui ayah nya Rindi.


"Hem... tapi apa gue berani temui ayahnya saat situasi seperti ini. Bukannya gak baik kalau gue datang setelah ada seseorang yang akan mengikat dia bro." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Memang gak baik bro, tapi ini juga bukan keinginan Rindi melainkan keinginan ayah nya. Dan gak ada yang tau Rindi terima sepenuhnya pernikahan ini atau gak sama sekali. Apa lo akan nyerah sebelum dimulai lagi." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sepertinya akan gue pikirkan. Apa yang lo bilang barusan memang harus gue pertimbangkan ulang. Thank ya buat ucapan lo barusan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Iya, jangan lama - lama pertimbangkannya. Apalagi kalau sampai udah hari H, lo baru memutuskan keputusan lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Iya gue usahain gak akan sampai pada hari H pertimbangkan ulangnya." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Oke, kalau kaya gitu sekarang kita cari tempat makan buat mereka berdua." Kata Haikall sambil menunjuk Yeni dan Rindi.


Lalu setelah itu Haikal pun mulai meminta Yeni dan Rindi untuk jalan lebih dulu. Sementara ia dan Bagas berada di belakang mereka.


"Yank kamu sama Rindi jalan duluan ya. Biar kakak sama Bagas di belakang kalian." Kata Haikal pada Yeni.


"Gimana Rindi mau kita yang duluan atau kak Haikal sama kak Bagas yang duluan." Kata Yeni bertanya pada Rindi.


"Siapa aja gak masalah yang terpenting bisa sampai ke tempat makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Oke kalau gitu Rindi. Kita di depan aja berarti ya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya." Kata Rindi hanya membalas ucapan Yeni dengan satu kata saja.


Setelah mendengar jawaban dari Rindi. Yeni pun kemudian berbicara lagi pada Haikal.


"Iya kak, aku sama Rindi berada di depan." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Ya udah, ayo kita jalan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


Kemudian mereka berempat pun mulai melangkahkan kaki meninggalkan tempat mereka saat ini untuk mencari tempat makan.


Tap... tap...


Suara langkah kaki mereka terdengar perlahan demi perlahan sampai pada akhirnya beberapa menit kemudian. Mereka berempat telah sampai di tempat makan.


Masuklah mereka berempat ke tempat makan tersebut. Lalu duduk di sana dan setelah itu mereka berempat mulai memilih menu makanan dan minumannya.


Setelah selesai memilih dan memesan. Mereka berempat kini mulai menunggu pesanan mereka selesai.


Sambil menunggu makanan siap, mereka berempat pun mulai berbicara satu sama lain.


"Akhirnya bentar lagi makannya tiba." Kata Rindi orang yang pertama kali memulai pembicaraan.


"Masih lama kali Rindi, ini kan baru kita pesan. Lagian bukan kita aja yang pesan. Tuh, masih banyak yang lain juga yang pesan. Pasti nunggu lama juga." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya nih, mana ada makanan yang di pesan langsung siap dengan waktu kilat. Walaupun mungkin sebenarnya ada." Kata Haikal membalas juga ucapan Rindi.


"Gak papa Yeni, setidaknya kita semua udah gak harus cari tempat lagi. Nunggu makanan siap sih gak masalah. Tapi kalau harus jalan cari tempat makan. Bukannya itu yang lebih lama." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hem... iya juga sih." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Dan buat kak Haikal, jangan bilang kaya gitu. Ada ko tempat yang kita baru aja pesan langsung ada makannya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kakak kan juga bilang kaya gitu tadi. Kamu sebenernya simak ucapan kakak gak sih." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Simak kak tapi ya pengen aja bilang kaya gitu. Biar nunggunya gak terlalu lama. Kalau di buat obrolan kaya gini kan. Nunggu beberapa menit atau jam bisa gak terlalu bosan. Makannya Rindi jawab seperti itu ucapan kakak. Biar gak pada bosan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ye... kamu nih ada - ada aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bukan ada - ada aja kak tapi sengaja Rindi adain. Hehehe..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil menutup bibir nya ketika ia tersenyum di ujung kalimat yang ia ucapkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2