Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 122 Cukup Keras


__ADS_3

Mereka berdua pun kini mulai melangkahkan kaki untuk menemui Rindi yang sedang tertidur pulas. Yeni yang langkah kaki nya biasa saja menjadi heran saat melihat langkah kaki Haikal yang di hentak - hentak kan cukup keras.


Hal ini akhirnya membuat Yeni yang penasaran mulai bertanya pada Haikal.


"Kak, jalan nya ko kaya gitu?" Kata Yeni yang bertanya pada Haikal.


Sebelum menjawab, Haikal terdiam untuk beberapa saat. Kemudian ia mulai menjawab ucapan Yeni setelah tiga puluh detik kemudian.


"Oh ini, kakak sengaja jalannya kaya gini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Jadi kaya gitu kak, tapi kenapa sengaja jalannya di seperti itu in." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Respon kamu gimana saat mendengar langkah kaki kakak yang seperti ini. Apakah kamu merasa terganggu atau gak sama sekali." Kata Haikal membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Jujur ya kak, Yeni merasa terganggu. Karena berisik, makannya Yeni bilang kaya gitu kak. Maaf ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil meminta maaf karena merasa tak enak saat menjawab ucapan Haikal.


"Buat apa minta maaf, kamu gak salah apa - apa ko. Lagi pula kakak juga pasti bilang kaya gitu. Kalau kamu juga lakuin hal yang sama seperti kakak, kakak pasti merasa terganggu juga. Nah, ini juga salah satu cara kakak agar Rindi bisa bangun sebelum kita sampai di dekat Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil memberitahu tujuan ia menghentak - hentak kan kakinya pada Yeni.


"Jadi kaya gitu kak, Yeni kira gak ada tujuannya. Em... kalau gitu biar cepet bangun Rindi nya, Yeni juga ikut melakukan hal yang sama seperti yang kakak lakuin itu, dengan menghentak - hentakan kaki juga. Kalau ada dua orang yang hentak - hentakan kaki kan. Itu artinya suara yang berisiknya juga bertambah. Siapa tau beneran langsung bangun kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Boleh tuh, ya udah ayo kita hentak - hentakan kaki dengan keras." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Oke kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan singkat.

__ADS_1


Hentakan demi hentakan kaki mulai terdengar keras. Namun sayangnya Rindi tak terusik sama sekali dengan suara hentakan kaki itu. Bahkan tak ada pergerakan sama sekali membuat Yeni dan Haikal menjadi kecewa.


"Akhirnya sampai juga kak. Huh... hah... huh... hah... capeknya kak sampai keringetan kaya gini." Kata Yeni setelah sampai di dekat Rindi sambil mengusap dahinya yang terdapat keringat di sana dengan tangan kanannya.


"Hem... sama, kakak juga capek. Tapi yang buat kakak makin capek karena Rindi gak terusik sama sekali. Tuh liat, dia masih di posisi yang sama. Jadi apa yang kita lakuin tadi itu percuma karena gak ada respon sama sekali dari Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Dengan cepat Yeni mulai melihat ke arah Rindi yang tertidur karena ia tak memperhatikan Rindi dengan baik saat ia telah berada di dekat Rindi. Sehingga saat mendengar ucapan Haikal ia pun mulai memperhatikan Rindi dengan baik.


"Ya ampun kak, apa yang kakak bilang itu bener. Rindi gak ada pergerakan sama sekali. Kecewanya aku kak, udah berjuang capek - capek sampai harus menghentakan kaki beberapa kali. Tapi, Rindi malah masih tertidur pulas. Ckckck..." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil menggelengkan kepalanya di ujung kalimat yang ia ucapkan


"Bener - bener kecewa banget nih kakak. Tapi, tak apa. Sekarang saat nya balas Rindi dengan membangunkan Rindi menggunakan cara yang lain." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Boleh juga tuh kak, ayo kak langsung di lakuin aja cara yang lainnya." Kata Yeni setuju ucapan Haikal.


Yeni yang aneh dengan apa yang akan Haikal lakukan itu pun, kini kembali bertanya pada Haikal.


"Ko kakak jongkok, terus itu sepatu kakak kenapa di lepas." Kata Yeni bertanya pada Haikal.


"Ini salah satu cara yang akan kakak lakukan untuk membangunkan Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Baru lah setelah mendengar jawaban Haikal. Yeni akhirnya memahami apa yang Haikal lakukan itu.


"Jadi, maksud kakak buka sepatu kakak ini untuk di dekatkan di hidungnya Rindi. Terus nanti ada kemungkinan Rindi bisa bangun. Gitu bukan kak yang kakak maksud." Kata Yeni menyimpulkan ucapan Haikal.

__ADS_1


"Nah itu kamu tau, tapi walau bukan sepatunya sih yang kan di dekatkan di hidung Rindi. Melainkan ini, kaos kaki punya kakak yang akan di dekatkan pada hidung Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil menunjukkan kaos kaki yang baru saja ia lepas.


"Apa kaos kakinya kak? apa gak salah kak. Itu kan pasti buat Rindi gak nyaman. Apa kakak akan setega itu sama Rindi." Kata Yeni yang terkejut saat mendengar ucapan Haikal.


"Ini cara terakhir yang akan kakak lakuin sama Rindi setelah kakak bangunin Rindi dengan memanggil namanya. Tapi, kalau setelah di panggil namanya, Rindi gak ada respon, kakak terpaksa bangunin Rindi dengan cara ini." Kata Haikal menjelaskan rencana yang akan ia lakukan untuk membangunkan Rindi.


"Aku kira langsung sekarang di kasih itu ke hidung Rindi. Tapi leganya, ternyata kakak tak setega itu." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Lagian kakak juga gak mungkin langsung kasih kaos kaki ini ke hidungnya Rindi. Apalagi liat kaos kaki kakak yang udah seperti ini. Pasti akan buat Rindi gak nyaman. Makannya kakak buat cara ini jadi yang terakhir. Maaf ya, udah buat kamu salah mengartikan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Iya juga ya kak, tapi kakak gak usah minta maaf ko. Sama Yeni mah santai aja kak. Lagi pula gak ada salahnya ko pake cara itu, kalau jadi cara yang terakhir dan harusnya yang minta maaf itu Yeni. Karena Yeni kan udah salah mengartikan tindakan kakak. Maaf ya kak udah buat kakak merasa bersalah. Walau yang salah itu adalah Yeni sendiri. Sekali lagi maafin Yeni ya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal sambil meminta maaf pada Haikal.


"Tapi tetep aja kakak merasa bersalah. Oh iya, kakak udah dapat tiga kali loh, ucapan maaf dari kamu. Mau di tambah lagi biar bisa dapat hadiah karena mendengar kata maaf dari kamu atau cukup di sini bilang maaf nya. Kamu sebener nya gak perlu minta maaf juga gak masalah. Jadi, jangan minta maaf lagi ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Maaf..." Kata Yeni yang baru saja mengucapkan satu kata. Namun, harus terpotong secara tiba - tiba oleh Haikal.


"Baru aja kakak bilang jangan ucapkan kata maaf. Eh... malah bilang lagi. Kamu gak capek Yeni, minta maaf terus sama kakak." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Hehehe... Yeni lupa kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.


"Hem... bisa lupa kaya gitu ya. Padahal baru aja kakak bilang." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2