Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 133 Sedang Sibuk


__ADS_3

Sementara di tempat Rindi berada saat ini. Ia pun akhirnya bertemu juga dengan Haikal. Walau mencoba menghindar pada akhirnya ia bisa di temukan oleh Haikal.


Sehingga saat ini mereka bertiga sedang sibuk membeli barang - barang. Walau sebenarnya yang sibuk adalah Rindi dan Yeni. Tapi, berhubung Haikal ikut bersama mereka berdua.


Pada akhirnya Haikal pun ikut sibuk membawa barang - barang yang telah mereka beli.


Ditambah ia yang harus membayar semua belanjaan mereka. Luar biasa bukan, ia yang beliin untuk mereka malah ia juga yang bawa barang - barang mereka.


"Rindi, ini gak papa kak Haikal yang bawa barangnya?" Kata Yeni mulai merasa tidak enak.


"Santi aja Yen, kak Haikal gak marah ko. Jadi, di lanjut aja belanjanya. Jangan pikirkan hal lain." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan melihat barang - barang yang akan ia beli berikutnya.


"Tapi Rindi, kita kan udah pake uangnya kak Haikal masa harus buat kak Haikal yang bawa barangnya juga. Sementara kita sibuk memilih - milih." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Udah Yen, kamu jangan pikirkan itu. Ini udah jadi resiko kak Haikal, kenapa ia harus susul kita. Kalau gak susul kita kak Haikal gak akan bawa barang - barang kita bukan. Jadi, jangan terlalu gak enakan. Ayo lanjut aja belanjanya. Masih banyak nih uang yang harus kita habisin." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menunjukkan dompet Haikal pada


Yeni.


"Oh iya satu lagi, kalau kamu nanti udah ada hubungan sama kak Haikal jangan lupa ajak aku ya belanja kaya gini. Tenang kak Haikal orangnya royal ko. Buktinya, aku habisin uangnya saat ini dia gak masalah kan. Jadi, jangan lupa ya." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


"Hubungan apa Rindi?" Kata Yeni yang aneh dengan ucapan Rindi. Sehingga ia bertanya pada Rindi.


"Hubungan antara kamu sama kak Haikal. Kalau aku jelasin, ntar aku malah keduluan sebelum kak Haikal. Jadi, nanti aja. Kamu juga pasti tau. Udah ya jangan bahas itu. Sekarang lebih baik bahas barang apa lagi yang akan kita beli." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil mengalihkan pembicaraan.


"Suka kaya gini deh bicara sama kamu. Udah di buat penasaran malah gak mau jelasin. Rindi, Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hehehe... udah tau suka kaya gitu. Kenapa masih harus penasaran sih." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan tersenyum tanpa merasa bersalah.


"Mau gimana lagi, kalau udah pengen tau, di cegah juga susah. Tapi, sayang nya orang yang udah buat penasaran gak mau jelasin." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... iya sih, tapi sabar aja ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Udah paling sabar kalau ngadepin kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hem... gitu ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Iya lah kaya gitu. Kalau gak percaya ingat - ingat kembali aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Malas kalau harus diingat lagi. Jadi percaya aja deh." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Sesimpel itu." Kata Yeni yang tak percaya dengan ucapan Rindi.


"Ya terus apa lagi?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Biasanya kan gak kaya gini." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Memangnya biasa nya kaya gimana?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Biasanya tuh kamu gak pernah mau ngalah. Ini malah langsung bilang kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Heran ya, udah gak perlu di buat pusing. Anggap aja aku lagi gak mau buat masalah. Jadi, kita jangan bahas ini lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta Yeni untuk tak membahas hal ini lagi.


"Hem... iya deh iya. Terus bahas apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Rindi.


"Tadi aku tanya apa yang kamu maksud. Kamu gak mau jawab. Tapi, sekarang kenapa kamu malah mau bahas tentang itu lagi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Rindi yang ternyata salah berucap kemudian langsung menjawab ucapan Yeni.


"Maaf tadi aku salah bicara. Maksud aku tuh jangan bahas hubungan kamu. Jadi bahasnya hal lain aja. Selain tentang itu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Aku kira kamu plin plan orangnya. Ternyata salah bicara. Hem... ya udah kalau gitu kita bahas apa?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku kan udah bilang Yeni, kita bahas hal apa aja selain hal itu. Jadi bahasnya bebas. Gimana sih malah tanya lagi?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hehehe... ngetes aja. Soalnya agak aneh kalau kamu jawab ucapannya sesimpel itu. Kalau udah protes kaya gini kan. Udah jelas aku bicara sama kamu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil tersenyum.


"Kurang kerjaan banget sih. Malah ngetes segala. Lagi pula memanya kamu tadi bicara sama siapa kalau bukan sama aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


"Tubuhnya mungkin tubuh kamu. Tapi yang bicara seperti bukan kamu. Jadi, kaya ada jiwa lain dalam tubuh kamu." Kata Yeni membalas asal ucapan Rindi.


"Hahaha... udah bener - bener ngaco nih kamu Yeni. Kayanya harus minum sama makan dulu. Berhubungan perut aku juga udah bunyi. Kita lebih baik makan aja yuk." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ngaco apa sih, jangan aneh Rindi." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Udah aku tau ko, kamu gak akan berani bilang jujur. Jadi, lebih baik kita langsung makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Jujur apa coba?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi dengan sebuah pertanyaan.


"Jujur kalau kamu sekarang lapar dan pengen makan. Jadi tak apa, karena aku udah hapal, sekarang lebih baik kita makan." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ckckck... bukan nya kebalik ya. Kamu kali yang lapar." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kalau aku kan udah jelas tadi udah bilang juga bukan. Kalau perut aku tuh udah bunyi. Bukannya secara otomatis aku juga udah lapar. Jadi gak perlu di sebutin lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ayo tunggu apa lagi. Kita cari tempat makan. Udah lapar nih perut." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.


"Hem..." Kata Yeni membalas ucapan Rindi hanya dengan satu kata saja.


"Udah jawaban kamu hanya itu aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.


"Iya, apa lagi kalau bukan itu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Irit banget jawabnya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Gak papa biar gak banyak kata yang keluar. Sayang banget kalau kebanyakan kata." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... banget sih. Bagusnya tuh kalau banyak kata bukan sedikit kata." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Tapi aku lebih nyaman sedikit kata daripada banyak kata." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Terserah kamu aja." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2