Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 117 Gak Mungkin


__ADS_3

"Udah lah percuma juga kakak paksa kamu buat jujur kamu gak mungkin jujur juga." Kata Haikal menjawab ucapan Rindi.


"Satu lagi, jangan lupa simpan tempat minum nya di tempat yang seharusnya, bukan di bawah kursi." Kata Haikal melanjutkan lagi ucapannya.


"Ko jadi Rindi yang harus simpan kak, ini kan bukan Rindi yang ambil terus bukan Rindi juga yang minum. Masa harus Rindi yang simpan." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kalau bukan kamu siapa lagi. Udah lah jangan banyak protes, lebih baik simpan dulu aja itu tempat minumnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Rindi pun kemudian mulai mengembungkan kedua pipinya sebanyak satu kali. Setelah itu, ia pun mulai menjawab ucapan Haikal.


"Mana bisa kaya gitu kak. Harusnya yang ambil dong yang tanggung jawab buat simpan." Kata Rindi yang masih tak ingin menyimpan tempat minumnya. Sehingga ia masih berusaha untuk menghindar.


"Kalau yang minum tanpa permisi, gimana kabarnya dengan itu. Apa gak mau simpan tempat minum nya. Bukannya itu gak tanggung jawab ya." Kaya Haikal membalas ucapan Rindi.


"Maksudnya kakak, Rindi yang harus simpan. Rindi kan udah bilang kak, Rindi gak minum air nya. Mana ada Rindi harus simpan tempat minumnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gak ada salah nya ko kalau kamu gak minum, tapi simpan tempat minumnya. Bukannya itu bisa menjadi hal yang baik karena membantu orang. Jadi, udah sana simpan dulu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi untuk segera menyimpan tempat minum.


"Males kak, lain kali aja membantu orangnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Itu artinya ntar kalau kamu butuh bantuan dari orang lain, terus dia bicara lain kali aja orang yang kamu minta tolong bilang ke kamu nya. Apa itu yang kamu mau." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya nggak lah kak. Hem... iya deh, Rindi simpan tempat minumnya. Tapi bentar lagi ya kak, lagi males berdiri nih, udah pewe duduk." Kata Rindi akhirnya menyetujui keinginan Haikal.


"Tapi, jangan lama - lama. Ntar malah lupa gak kamu simpan tempat minumnya." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Siap kak, gak akan lama ko. Paling 1 - 2 jam lagi. Baru nanti Rindi simpan tempat minumnya." Kata Rindi membalas dengan santai ucapan Haikal.


"Kalau kaya gitu. Sekalian aja gak usah kamu simpan. Jangan aneh - aneh deh nunggu dari 1 - 2 jam baru kamu simpan tuh tempat minum." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Hehehe... bercanda kali kak. Iya deh, Rindi gak akan lama." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tersenyum.


"Hem... ya udah, jangan lupa di simpan. Tapi bentar, Yeni air nya udah habis belum." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya pada Yeni.


Yeni yang di tanya oleh Haikal secara tiba - tiba sempat terdiam. Kemudian ia pun mulai menjawab ucapan Haikal.


"Em... belum habis kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.


"Oh, kirain udah habis. Kalau udah habis, biar tempat minumnya Rindi yang simpan sekalian. Tapi, karena air minum punya kamu belum habis, jadi biar nanti sama kakak aja yang simpan." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.


"Belum abis ko kak, em... nanti tempat minumnya bisa Yeni simpan sendiri aja kak. Nggak enak kalau terus ngerepotin kakak." Kata Yeni yang mulai canggung karena merasa tak enak pada Haikal.


"Santai aja sama kakak mah. Gak usah nggak enakkan gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Iya santai kaya di pantai. Giliran Rindi gak minum. Eh di suruh simpan. Tapi, giliran Yeni yang minum malah bilang biar kakak aja yang simpan. Gini amat sih nasib nya Rindi." Kata Rindi ikut mengeluarkan suara.


"Diem kamu Rindi jangan ikut - ikutan bicara." Kata Haikal yang geram karena Rindi tiba - tiba bicara.


Ucapan yang baru saja akan di keluarkan oleh Yeni kini hanya bisa ia tahan. Karena Haikal kembali mengeluarkan suara nya.


"Hem... memang gak da larangannya tapi tetep aja kamu bisa tau situasi dong. Jangan main ikut - ikut aja bicara." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Situasi seperti apa yang harus Rindi tau?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan sebuah pertanyaan.


"Situasi yang pada suatu waktu kamu gak usah ikut bicara. Kamu paham kan apa yang kakak maksud." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Rindi dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya sambil berbicara.


"Nggak tau kak" kata Rindi saat ia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Terus apa yang kamu tau?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Selain situasi yang kakak maksud, Rindi anggap bebas berbicara." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ckckck... ada ya orang seperti kamu. Masa gak bisa bedain." Kata Haikal yang kemudian menggelengkan kepalanya karena mendengar ucapan Rindi.


"Memangnya hanya Rindi aja yang gak tau. Gimana kalau selain Rindi juga ada lagi yang gak tau. Jangan langsung bilang kaya gitu ke Rindi dong kak. Nggak enak banget denger nya juga." Kata Rindi yang tak terima dengan ucapan Haikal kepadanya itu.


"Mungkin ada, tapi gak separah kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Lah memgnya Rindi separah apa tingkat gak taunya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Di bawah angka 3 jadi masih jauh dari kata setengah paham." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Sedih banget dong ya, kalau seperti itu ada pada Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Ya, begitulah." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Kalau menurut kamu gimana Yeni. Tingkat kepahaman aku, ada di angka berapa?" Kata Rindi kemudian bertanya pada Yeni yang sedari tadi hanya terdiam saat ia akan menjawab tapi langsung di potong oleh suara Haikal yang tiba - tiba tersebut. Sehingga membuat Yeni hanya bisa terdiam.


"Kamu tanya ke aku Rindi." Kata Yeni yang malah bertanya pada Rindi.


"Bukan, tapi ke hantu. Ya iyalah Yeni, aku tanya ke kamu. Di sini yang nama Yeni kan cuman kamu. Masa tanya ke Yeni yang lain memang nya ada." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Tepat saat Yeni telah selesai berbicara terdengar lah suara seseorang.


"Hallo jeng, apa kabar?" Kata seseorang itu pada tante Ratna.


"Eh jeng Yeni, Alhamdulillah baik jeng. Kalau jeng sendiri gimana kabarnya? udah lama gak ke sini." Kata tante Ratna membalas ucapan seseorang tersebut yang ternyata nama seseorang itu adalah jeng Yeni.

__ADS_1


"Kata kamu gak adalagi nama Yeni selain aku. Itu buktinya ada juga yang nama nya Yeni di sini. Terus kamu bicara sama Yeni yang mana?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2