Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 134 Bicara Aneh


__ADS_3

"Hem... kalau terserah aku kenapa kamu protes." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Pengen aja, gak boleh emangnya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Udahlah bicara sama kamu malah makin aneh." Kata Yeni akhirnya menyerah untuk tak memperpanjang lagi ucapannya itu dengan Rindi.


"Lagian dari tadi kan aku udah bilang, lebih baik kita cari makan. Kamu juga tau sendiri bukan. Kalau perut aku bunyi itu tandanya aku akan bicara ngelantur. Sekarang biar aku gak bicara ngelantur lebih baik kita cari makan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Iya in aja deh biar cepat." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kenapa gak dari kemarin - kemarin coba bilang iya nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Ini benar - benar harus segera di isi perut kamunya. Biar gak makin aneh bicaranya. Lagi pula kamu baru bilangnya sekarang. Kenapa harus bilang iya nya dari kemarin coba. Rindi, Rindi. Ckckck... Ckckck..." Kata Yeni sambil menggelengkan kepalanya di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Biarin lah suka - suka aku. Mungkin efek lapar juga. Jadinya bicara aneh." Kaya Rindi membalas bodo amat ucapan Yeni.


"Hem... sepertinya kaya gitu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


Ketika mereka berdua masih sibuk berbicara. Haikal yang membawa banyak belanjaan di tangan kiri dan kanannya. Kini mulai berbicara di dalam hatinya.


"Ini mereka berdua mau sampai kapan sih keliling - keliling. Gak capek memangnya, dari tempat yang ini terus ke sana. Setelah itu malah kembali lagi ke tempat ini. Hadeh... capek banget nih. Apalagi tangan yang udah pegal karena banyak membawa belanjaan Rindi dan Yeni. Gak sadar apa ya mereka berdua. Belanjaan udah sebanyak ini. Istrirahat sebentar juga gak masalah. Ini boro - boro kaya gitu. Mereka malah semakin tak mempedulikan hal ini. Nasib... nasib... gini amat." Kata Haikal di dalam hatinya.


Tiba - tiba ada seseorang yang tidak sengaja menubruk Haikal. Sehingga barang - barang yang Haikal bawa terjatuh di lantai.


Bruk....


Suara benturan tubuh mereka yang bertubrukan.

__ADS_1


"Sorry, sorry bro gue gak liat. Gue bantu ya." Kata seseorang yang menubruk Haikal.


"Apes banget sih gue, udah di suruh bawa barang sebanyak ini. Sekarang malah di tubruk orang. Mana belanjaannya jadi terjatuh berserakan kaya gini lagi. Harus banyak, banyak sabar ini mah." Kata Haikal berbicara di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan seseorang yang telah menubruk tubuhnya tersebut.


"Tak apa bro, lain kali hati - hati jalannya biar hal ini gak terjadi pada orang lain." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Iya bro lain waktu akan lebih hati - hari. Ini barang kamu bro. Ngomong - ngomong ini ko belanjaan cewe semua. Jangan bilang kalau kamu itu sebenarnya..." Kata seseorang yang menubruk Haikal bertanya pada Haikal. Namun, sebelum seseorang itu selesai berbicara Haikal langsung memotong ucapannya.


"Jangan aneh - aneh bro. Ini barang punya adik gue. Bukan buat gue kenakan. Lo mau bilang gitu kan." Kata Haikal yang memotong ucapan seseorang itu.


"Hem... kurang lebih kaya gitu. Sorry ya bro gue malah berpikiran hal aneh tentang lo." Kata seseorang itu pada Haikal.


"Oke, lain waktu jangan sampai curiga kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Makasih bro udah mau maafin gue. Sekarang gue pergi dulu ya. Buru - buru nih, takut di cariin." Kata seseorang itu membalas ucapan Haikal dan pamit pada Haikal.


"Iya silahkan." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Bentar deh, gue ko agak kenal ya sama orang yang gue tubruk barusan. Kalau gak salah dia itu teman gue waktu SMA. Tapi siapa ya namanya. Ha... ha... hantu. Eh... masa hantu namanya. Em... kalau gak salah dia itu. Ah... iya bener si tengil Haikal. Gue ko hampir lupa. Tapi, si tengil juga kenapa bisa lupa ya. Harus nya kan dia hapal gue. Ini boro - boro, harus gue temuin lagi dia nih. Belum pergi kan si tengilnya." Kata seseorang itu yang baru teringat bahwa ia mengenal Haikal.


Di balikanlah tubuhnya tersebut untuk melihat apakah Haikal masih ada di tempat itu atau sedang pergi entah kemana.


Setelah ia melihat bahwa Haikal masih ada di tempat yang sama ia pun bergegas menghampiri Haikal.


"Bro apa kabar?" Kata seseorang itu tiba - tiba bertanya kabar pada Haikal.


Hal ini membuat Haikal mengerutkan alisnya. Karena aneh mendengar pertanyaan orang yang telah menubruknya itu. Kenapa tiba - tiba bertanya kabar tentang dirinya.

__ADS_1


"Maaf ini kenapa tanya gue seperti ini ya bro. Lo kenal gue." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Udah jawab aja bro. Kabar lo gimana?" Kata seseorang itu membalas ucapan Haikal.


"Kabari gue baik, lo sebenarnya siapa sih. Ko malah tanya kabar gue." Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu dan meminta seseorang itu menjelaskan alasan dia bertanya kabar.


"Masa lo gak kenal gue bro. Teman SMA lo dulu." Kata seseorang itu memberitahu Haikal mengenai dirinya.


"Teman SMA gue yang mana? terus lo itu siapa?" Kata Haikal membalas ucapan seseorang itu.


"Ingat - ingat coba masa gak kenal gue." Kata seseorang itu masih ingin Haikal mengetahui dirinya tanpa ia memberitahu nama dirinya pada Haikal.


"Bentar gue ingat - ingat dulu. Suara lo memang kaya yang sering gue denger tapi gue lupa lagi lo siapa sebenarnya." Kata Haikal membalas seseorang itu.


"Oke, jangan lama ingat - ingat nya. Keburu berubah zaman nanti kalau lo mikir terlalu banyak." Kata seseorang itu kini mulai membuat Haikal mengingat potongan demi potongan kata yang sering di dengar Haikal pada suara teman di masa SMA nya.


Hingga pada akhirnya Haikal pun mulai mengingat seseorang itu.


"Ah... iya gue ingat lo. Lo Bagas kan, orang yang suka bikin gue emosi tiap saat kalau di sekolah. Gimana kabar lo, bro sekarang? udah lama kita gak ketemu." Kata Haikal pada seseorang itu yang ternyata seseorang itu adalah Bagas.


"Bukan nya kebalik ya, Lo kan Haikal si tengil yang suka buat onar." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hahaha... mana ada gue suka buat onar. Di dalam kamus gue aja gak ada seorang Haikal pembuat onar. Jangan aneh - aneh deh." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan tertawa.


"Itu kan dalam kamus lo, tapi beda lagi kalau dalam kamus seseorang yang udah lo buat onar. Haikal, Haikal gak berubah - berubah ya sikap lo ini dari dulu sampai saat ini masih gini - gini aja." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Lagian gue kan bukan spiderman yang bisa berubah jadi laba - laba." Kata Haikal membalas asal ucapan Bagas.

__ADS_1


"Gue juga gak bilang lo kaya Spiderman. Gimana sih." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Bersambung...


__ADS_2