
Percakapan diantara mereka berdua pun berakhir dengan sendirinya.
Kini mereka semua akan bersiap - siap untuk pergi membeli es campur. Namun, sebelum itu, tak lupa mereka pun membayar makanan yang telah mereka makan.
"Bro sebelum pergi, lo bayar dulu sana semua makanan ini." Kata Haikal pada Bagas sambil menunjuk makanan yang telah habis.
"Loh ko jadi gue. Lo gak mau bayarin." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Bukan gak mau, tapi sekali - sekali aja dari lo. Lagi pula gue udah terlalu sering traktir lo. Walau dulu sih. Sekarang ayo, lo bayar dulu sana. Gue tunggu." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Hem... ya udah gue bayar dulu." Kata Bagas setuju dengan ucapan Haikal.
Hal ini akhir nya membuat Haikal kembali mengeluarkan suaranya lagi.
"Nah, gini kek dari tadi. Udah sana bayar dulu. Gak usah lo jawab lagi ucapan gue." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lagian lo ge'er banget. Gue gak akan jawab lagi ko ucapan lo tanpa lo suruh sekali pun." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Buktinya lo barusan jawab ucapan gue. Darimananya gak di suruh. Heran gue sama lo." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Lo gak usah heran - heran, lagi pula lo ntar bisa stres beneran lagi. Jadi jangan terlalu di heranin." Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan asal.
"Terserah lo aja di mana lo enak bicara. Gue gak peduli." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan spontan tanpa berpikir terlebih dahulu.
"Ko jawaban lo aneh ya. Lo belum minum obatnya?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Obat apa? gue gak pernah minum obat kecuali sakit." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Ko lo pura - pura lupa sih. Obat yang sering lo minum. Masa bisa lupa." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Obat yang mana sih. Lo nggak jelas banget." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Obat yang sering lo minumlah. Masa yang sering gue minum." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Bagas Surbagas Bagja, obat apa yang lo maksud. Jangan bikin gue harus berpikir keras baru lo jawab." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan keras. Bahkan ia sengaja memanggil Bagas dengan nama kepanjangan yang salah.
"Sejak kapan nama kepanjangan gue bisa rubah kaya gitu." Kata Bagas yang protes dengan ucapan Haikal mengenai nama belakang nya.
__ADS_1
"Sejak saat ini, detik tadi dan kedepan nya." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Masa bisa kaya gitu. Lo bohong kan." Kata Bagas yang tak percaya dengan ucapan Haikal.
"Hahaha... emangnya lo gak percaya." Kata Haikal bukannya menjawab ucapan Rindi ia malah balik bertanya pada Rindi.
"Gak lah makannya gue tanya lagi ke lo." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Stop, stop kapan beli es campurnya?" Kata Rindi yang tiba - tiba bicara.
"Aduh maaf, kakak lupa. Ya udah bentar ya, kakak bayar dulu makanan ini nya." Kata Bagas membalas ucapan Rindi.
"Oke kak, jangan lama." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Ngga ko gak akan lama." Kata Bagas kemudian pergi untuk membayar makanan nya.
Beberapa menit kemudian Bagas pun telah kembali ke tempat duduk ia semula.
"Pembayaran nya udah, ayo kita berangkat." Kata Bagas setelah berada di dekat mereka bertiga.
"Oh, oke boleh." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Oh, kalau itu udah pergi orangnya. Barusan gue cancel." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Wah lo parah nih main cancel, cancel aja." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Bukan sengaja gue cancel tapi dia yang minta, terus minta persetujuan gue. Ya udah, gue cancel aja. Kebetulan juga bisa ketemu lo. Yang lebih beruntung sih bisa ketemu Rindi. Jadi, gue datang ke sini gak sia - sia." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem... jadi kaya gitu. Gue kira lo sengaja cancel." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Nggak lah masa sengaja seperti itu. Lagi pula gak baik kalau sengaja cancel orang tanpa sebab." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas hanya dengan deheman saja.
"Udah jawab ko hanya itu aja." Kata Bagas yang heran dengan jawaban Haikal.
"Ya iya lah, memangnya mau jawab apa lagi. Udah lah, sekarang kita langsung berangkat." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
__ADS_1
"Oke, tapi kita berangkat nya masing - masing apa gimana?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal dengan bertanya juga pada Haikal.
"Lo bawa apa ke sini." Kata Haikal membalas ucapan Bagas dengan sebuah pertanyaan.
"Bawa badan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Kalau badan udah gak perlu lo sebutin. Gue udah tau. Maksud gue, lo kesini bawa motor atau mobil atau pesawat pribad atau yang lainnya." Kata Haikak membalas ucapan Bagas.
"Nah gini dong pertanyaannya. Biar gue paham. Em... gue bawa mobil sih. Tapi tadi gue suruh supir gue buat masukin ke bengkel dulu mobil nya. Soal nya ada yang harus di perbaiki. Sekarang gue gak ada mobil. Kalau lo bawa apa?" Kata Bagas membalas ucapan Haikal.
"Kalau gue bawa motor." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Terus Yeni sama Rindi bawa apa?" Kata Bagas malah bertanya pada Rindi dan Yeni.
"Motor kak, Yeni yang punya motornya." Kata Rindi membalas ucapan Bagas.
"Oh, kalau gitu biar Yeni yang ikut Haikal. Kakak bawa motor kamu boleh gak Yen." Kata Bagas membalas ucapan Rindi sambil meminta izin pada Yeni.
"Em... kalau kak Haikal..." Kata Yeni yang baru saja empat kata yang di ucapkan. Tiba - tiba di potong oleh Haikal.
"Jelas dong, gue sama Yeni. Lagian dari tadi juga Yeni bareng gue. Rindi bawa motor Yeni sendiri." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.
"Bohong kak bagas, kak Haikal gak bareng Yeni ko tadi, malahan Rindi sama Yeni udah sampai duluan ke sini. Kak Haikal baru datang." Kata Rindi pada Bagas.
Sebelum Bagas menjawab ucapan Rindi. Haikal terlebih dulu menjawab ucapan Rindi.
"Kenapa harus di kasih tau yang sebenarnya sih Rindi. Kan bisa..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Lagian Rindi ikutin seseorang yang pernah bilang ke Rindi. Katanya Jangan suka bohong. Jadi Rindi jujur aja." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi hanya dengan deheman saja.
"Kenapa kak, gak boleh ya kak?" Kata Rindi membalas deheman Haikal.
"Bukan gak boleh, tapi setidaknya bantuin kakak kek, bukan langsung kasih tau nggak kaya gitu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... jadi harus kaya gitu ya kak. Maaf deh Rindi gak tau." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...