Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 108 Semakin Tidak Nyaman


__ADS_3

"Kamu bahkan lebih ngeselin." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Apaan coba, masa Rindi di bilang kaya gitu. Itu yang harusnya Rindi bilang ke kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Mana ada kaya gitu. Lagi pula itu kesalahan kamu, kakak gak salah. Jadi yang ngeselin itu kamu." Kata Haikal yang masih tak mau di salah kan.


Baru saja Rindi akan menjawab ucapan Haikal. Tetapi tiba - tiba di potong oleh tante Ratna.


"Masih tetep mau seperti ini. Kalau kalian tetep seperti ini. Kapan di mulai pemotretan nya. Liat, Yeni bahkan sudah tak enak melihat kalian berdebat tanpa henti seperti ini." Kata tante Ratna yang tiba - tiba berbicara. Selain itu, tante Ratna pun menujuk Yeni yang memang benar adanya. Karena sekarang wajah Yeni sangat tidak baik.


Mereka berdua secara bersamaan melihat ke arah Yeni. Sementara Yeni yang di lihat oleh mereka berdua menjadi semakin tidak nyaman.


"Yeni, kamu beneran gak enak di liat wajahnya. Mau pulang aja apa gimana. Maaf ya, udah buat kamu jadi seperti ini." Kata Rindi pada Yeni.


"Yank, kamu baik - baik aja. Maaf, maaf saya lupa lagi. Yeni, kamu gak papa kan." Kata Haikal berbicara pada Yeni juga.


Sebelum menjawab ucapan keduanya. Yeni pun sempat menarik nafasnya terlebih dahulu. Lalu setelah itu, ia pun mulai mengeluarkan suaranya.


"Kalau kalian masih terus berdebat seperti ini aku akan pulang. Karena kalau liat kalian yang berdebat dan gak tau ujungnya atau selesainya sampai mana membuat aku bingung harus ngapain. Di hentikan juga kalian akan berhenti sebentar. Beberapa menit kemudian pasti mengulang lagi debatnya. Bukannya hal itu akan membuat aku capek." Kata Yeni membalas ucapan keduanya secara bersamaan.


"Maaf deh Yen, jangan pulang dulu. Aku mau di traktir kak Haikal. Memangnya kamu gak mau ikut. Kalau kamu ikut nanti kita berdua bisa habiskan uang kak Haikal. Masa kamu gak mau. Gratis loh ini, kita gak perlu keluarin uang sama sekali. Jangan pulang dulu ya. Ini aku juga gak akan berdebat lagi. Iya kan kak, kita berdua gak akan berdebat lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil berkata pada Haikal juga.

__ADS_1


Walau ketika Rindi berkata pada dirinya tidak akan berdebat agar Yeni tak pulang, pasti Haikal langsung setuju. Namun, selain itu niat Rindi untuk menghabiskan uang miliknya ini sedikit membuat ia tak setuju dengan ucapan Rindi. Tapi apa boleh buat, ia gak mungkin bilang tak setuju bukan. Apalagi sekarang ada Yeni, bisa - bisa ntar ia dianggap pelit lagi sama Yeni. Bukannya hal ini sangat tidak baik untuk memulai hubungan yang lebih serius lagi. Sehingga pada akhirnya Haikal pun setuju dengan ucapan Rindi.


"Hem... iya deh iya, kakak setuju ucapan kamu itu Rindi. Yeni jangan pulang dulu ya. Kita bertiga bisa jalan - jalan dulu nanti setelah selesai pemotretan. Kamu mau kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil berbicara juga pada Yeni.


"Baik lah tapi kalian berdua harus janji dulu gak akan berdebat." Kata Yeni setelah penuh dengan pertimbangan membalas ucapan Haikal dan meminta Rindi maupun Haikal untuk tidak berdebat lagi.


"Iya aku janji, iya kan kak kita berdua janji gak akan berdebat lagi." Kata Rindi membalas ucapan Yeni dan berkata juga pada Haikal.


"Iya kakak juga janji gak akan berdebat. Tapi, kalau Rindi mulai duluan, kakak juga gak bisa berbuat apa - apa. Mungkin akan berdebat lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya gak boleh gitu dong kak, kalau Rindi mulai membuat perdebatan harusnya kakak nanti ingetin Rindi. Bukankah begitu Yeni." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dan bertanya juga pada Yeni.


"Iya Rindi bener banget. Begitu pun sebaliknya kalau kak Haikal yang mulai, kamu juga harus mengingatkan kak Haikal." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jangan mau Yeni, kamu sama kak Haikal aja belum ada hubungan. Masa ia mau bilang yank. Mana ada seperti itu." Kata Rindi berkata pada Yeni.


"Baru aja di bilangin jangan mulai berdebat ini malah udah mau buat perdebatan baru. Gimana sih kamu Rindi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Hehehehe... abisnya kakak juga sih bicara nya buat Rindi pengen ikut bicara. Maaf deh Rindi salah." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Hem..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi hanya dengan deheman saja.

__ADS_1


"Makannya jangan kaya gitu. Maksud nya kakak jangan mau ikut - ikutan bicara biar gak buat orang terus bicara karena kamu ikut bicara." Kata Haikal yang membuat Rindi kebingungan karena ucapan yang sama di ucapkan terus menerus.


"Udah ah kak, pusing Rindi dengar ucapan kakak barusan. Mana di putar - putar lagi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Apanya yang di putar - putar coba. Kamu nih ada - ada aja." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Ya ucapan kakak barusan buat Rindi pusing karena terus di ulang." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Gitu ya, kalau menurut kamu gimana Yeni. Apa ucapan kakak barusan membuat kamu pusing juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil bertanya juga pada Yeni.


Yeni yang di tanya oleh Haikal seperti itu pun langsung menjawab ucapan Haikal.


"I... i... ya kak, ucapan kakak itu memang pusing." Kata Yeni dengan gugup saat pertama kali mengucapkan ucapannya. Namun, seterusnya ia tak gugup lagi.


"Hem... ya udah deh kalau gitu kakak minta maaf udah buat kalian berdua pusing." Kata Haikal membalas ucapan Yeni sambil berbicara pada Rindi juga.


"Tumben kakak langsung bilang maaf sama Rindi. Biasanya juga hanya ke Yeni aja. Tapi, sekarang malah ke Rindi juga. Ada sesuatu hal kah yang buat kakak langsung berubah seperti ini." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.


"Kamu nih kakak bilang makasih ke kamu aja di buat ribet. Kalau gak minta maaf juga malah semakin ribet. Terus kalau udah seperti itu kakak harus ngapain biar kamu nggak protes ucapan kakak." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Bukan protes kak, tapi Rindi sedikit heran aja. Kakak ko tiba - tiba langsung minta maaf ke Rindi. Biasanya kan jarang banget langsung minta maaf." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.

__ADS_1


"Lagi pengen aja seperti itu memangnya gak boleh." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


Bersambung...


__ADS_2