
Melihat Haikal yang berjalan dengan tergesa - gesa bahkan sampai membuat tubuhnya hampir menubruk sebuah patung yang terpajang di butik.
Memuat Rindi yang bersembunyi dan melihat hal tersebut. Ingin rasanya ia meledakkan tawanya saat itu juga.
Namun, sebelum hal itu terjadi ia langsung menyadari bahwa saat ini ia tak boleh berlebihan karena sedang bersembunyi.
Bukankah saat dia meledakkan tawa akan membuat Haikal curiga dan pada akhirnya ia akan ketahuan telah mengikuti Haikal.
Not, hal itu gak mungkin Rindi lakukan bisa berabe jika hal itu sampai ia lakukan detik itu juga.
Perjuangannya mengikuti Haikal sampai titik ini bukanlah hal yang mudah. Bahkan berjalan mengendap - ngedap itu tak semudah saat melihat orang melakukan hal yang sama. Nyatanya semua itu benar - benar susah.
Bahkan ia pun sampai mengeluarkan keringat karena rasa takut dan was - was ketika Haikal membalikkan tubuhnya secara tiba - tiba.
"Lihat kak Haikal yang ketakutan seperti itu ko jadi gak tahan pengen ketawa sih. Ketawa jangan ya. Tapi, kalau ketawa terus ntar ketahuan kan berabe. Em... jangan deh." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Mbak lagi apa, ko sembunyi di sini." Kata seseorang yang entah sejak kapan ada di belakang tubuh Rindi.
"Itu saya lagi ngikutin kakak saya. Ngomong - ngomong kakaknya sendiri lagi apa." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu tanpa melihat ke arah belakang tubuhnya.
"Em... saya lagi pergokin adik saya yang katanya ngikutin kakaknya." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Bentar, bentar maksudnya kakak gimana sih. Tadi katanya lagi pergokin adik yang ngikutin kakaknya. Itu artinya kakak lagi di ikutin sama adiknya. Gitu kak maksudnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Yup... benar sekali." Kata seseorang itu membalas ucapan Rindi.
"Ko sama ya kak kaya cerita saya, tapi bedanya saya lagi ngikutin kakak saya sementara kakak lagi pergokin adiknya." Kata Rindi membalas ucapan seseorang itu.
"Entahlah menurut kamu gimana?" Kata seseorang itu membuat Rindi mengerutkan alisnya.
Kemudian ia pun mulai membalikan tubuhnya untuk melihat ke arah sumber suara.
__ADS_1
"Lah... kak... Haikal, ko bisa ada di sini. Bukannya tadi di sana terus pergi. Ko sekarang malah ada di sini." Kata Rindi yang kaget ternyata orang yang berbicara dengan dirinya barusan adalah Haikal.
"Kamu sendiri ngapain di sini. Suka - suka kakak dong mau di sana atau di sini juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... suka - suka aku dong mau di sini ngapain juga. Bukan urusan kakak." Kata Rindi mengulang kembali ucapan Haikal dan menambahkan beberapa kata.
"Hem... lagian kalau kamu nggak mau bilang juga gak masalah sih. Kakak juga udah tau. Kamu ngapain ngikutin kakak. Nggak ada kerjaan apa." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Siapa yang ikutin kakak, pede bener sih. Rindi tuh lagi liatin baju ini. Liat cocok gak sama Rindi." Kata Rindi membala ucapan Haikal sambil meminta pendapat Haikal mengenai baju yang ia pegang untuk menghindari bahwa ucapan Haikal itu memang benar.
"Jelek." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan satu kata saja.
"Kalau yang ini gimana?" Kata Rindi kemudian beralih pada baju yang satunya.
"Jelek juga." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi tau yang ini pasti cocok kan warnanya juga..." Kata Rindi yang belum selesai berbicara langsung di potong oleh Haikal.
"Huh... kalau di antara semua baju ini mana yang cocok buat Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Nggak ada, kalau kamu pake yang ada di sini ntar baju yang bagus ini jadi jelek karena kamu yang gunain." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi udah sabar loh kak, kenapa kakak terus bilang jelek. Memangnya Rindi sejelek apa. Kakak bahkan lebih jelek dari Rindi. Dasar kakak jelek." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan penuh emosi.
"Lah kamu berani bilang kakak jelek. Kamu gak bisa liat emangnya. Kakak ganteng kaya gini. Malah di bilang jelek. Ckckck... ckckck..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ah... iya Rindi lupa kak Haikal kan ganteng ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Baru sadar, barusan kemana aja." Kata Haikal yang mulai merasa senang.
"Hem... soalnya Rindi baru liat kegantengan kakak lewat sedotan. Jadi baru sadar kalau ternyata kakak sedikit ganteng kalau Rindi liat kakak dari sedotan. Hahaha... hahahaha..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan tertawa terbahak - bahak di ujung kalimat yang ia ucapkan.
__ADS_1
"Apa? tega bener sih bilang kaya gitu ke kakak. Awas ya ntar kakak bales ucapan kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi tunggu balesan nya kak. Hahahaha... hahahaha... aduh sakit nih perut Rindi ketawa terus. Hahahaha... hahahaha..." Kata Rindi membalas ucapan Haikal masih dengan tertawa.
"Rasain makan nya jangan ketawaain orang berlebihan. Kena batunya kan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Tapi Rindi bohong kalau perut Rindi sakit Hahaha... hahaha... kak Haikal kena tipu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Diem gak, kakak sumpal juga mulut kamu pake batu biar sekalian gak bisa ketawa lagi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi dengan meminta Rindi untuk berhenti ketawa bahkan sampai mengancam Rindi jika Rindi tak mau berhenti ketawa.
"Ngerinya... jadi takut Rindi. Tapi bo'ong. Hahahaha... Rindi gak takut. Lakuin aja kalau kakak bisa." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kamu nantangin kakak, baik kalau gitu kakak buktiin." Kata Haikal kemudian pergi meninggalkan Rindi.
"Lah katanya mau buktiin, ko malah pergi sih kak." Kata Rindi yang saat ini mengekor di belakang tubuh Haikal.
"Kamu kira di butik ini ada batu. Ya, kali di butik ada batu. Memangnya ini butik batu, ini kan butik baju." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Em... iya juga sih. Itu artinya kakak beneran akan buktiin dengan mencari batu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Sepertinya kaya gitu. Bukan nya kamu yang minta." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi bercada kak, jangan cari batu ya. Ntar Rindi gak bisa makan kalau di sumpal pake batu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Sudah terlanjur kamu bilang kaya gitu tadi ke kakak. Jadi kamu terima saja buah dari ucapan kamu itu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Yah, Rindi kecewa dong. Hem... ya sudah cari lah sesuka hati kakak. Rindi temuin Yeni sama Ryan dulu ya. Dah kak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Seketika Haikal pun mulai teringat dengan tujuan pertama ia pergi sebelum masuk ke kamar mandi.
"Lah ko bisa lupa ya, gue kan mau temuin Yeni sama Ryan. Kenapa jadi cari batu. Kurang kerjaan banget. Hem... lebih baik langsung temuin mereka aja." Kata Haikal yang baru teringat mengenai tujuan pertaman nya.
__ADS_1
Bersambung...