
Dengan begitu yakin Haikal kemudian mendekatkan kaos kakinya pada hidung Rindi.
Namun, di alam bawah sadar Rindi. Rindi samar - samar mendengar seseorang menyuruhnya untuk bangun.
Sehingga di detik terakhir saat kaos kaki itu akan tepat berada di hidung Rindi. Ia pun mulai perlahan membuka matanya.
Setelah matanya terbuka sempurna. Ia yang melihat ada kaos kaki langsung menjauhkan tangan Haikal dari dekat hidungnya.
"Apa - apaan sih kak, itu kaos kaki punya siapa? kenapa mau kakak deketin ke hidung Rindi?" Kata Rindi dengan menggebu - gebu saat berkata pada Haikal.
"Kaos kaki ini maksud kamu?" Kata Haikal sengaja menunjukkan kaos kakinya di depan wajah Rindi.
"Iya, kaos kaki yang mana lagi memangnya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem..." Kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.
"Apa - apaan coba. Masa iya jawabannya cuman hem aja. Jawab yang benar dong kak. Itu kaos kaki kakak, kenapa di dekatkan ke hidung Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Karena mau bangunin kamu." Kata Yeni yang membalas ucapan Rindi secara tiba - tiba.
"Kan bisa pake cara lain. Nggak harus pake cara itu bukan. Apalagi itu kaos kaki juga kan kotor. Jahat banget sih kak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil berkata juga pada Haikal.
"Terus pake cara apa?" Kata Haikal sengaja bertanya seperti ini pada Rindi.
"Di panggil kek, di tepuk atau sejenisnya gitu. Gak harus dengan cara itu." Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan mengomel.
"Semua itu udah kakak lakuin, tapi kamu malah gak bangun - bangun. Jadi, apa salah kakak pake cara ini untuk bangunin kamu." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sesuai dengan apa yang terjadi.
"Apa iya kaya gitu? Rindi gak denger apa - apa dan gak ngerasain apa - apa. Kakak bohong ya." Kata Rindi yang malah mengatakan Haikal berbohong.
"Bohong apanya, kalau kamu gak percaya tanya aja Yeni. Dia juga panggil - panggil kamu tapi kamu tetep gak bangun." Kata Haikal yang mulai terbawa emosi karena bisa di lihat saat ini ekspresi wajah nya pun sangat tidak baik.
Dengan rasa tak percaya dan penasaran dengan jawaban Haikal. Rindi kemudian mulai bertanya pada Yeni.
"Apa benar yang di ucapakan kak Haikal itu Yeni?" Kata Rindi bertanya pada Yeni.
__ADS_1
Dengan begitu cepat Yeni pun menganggukkan kepalanya.
"Iya, kamu memang gak bangun - bangun." Kata Yeni mbalas ucapan Rindi.
"Tapi aku ko gak denger ya." Kata Rindi yang merasa aneh.
"Itu karena telinga kamu udah di tutupi hantu. Jadi, gak denger - denger. Apalagi kalau kamu gak sampai bangun secepatnya. Tuh hantu udah bawa pergi kamu jauh." Kaya Haikal yang membalas asal ucapan Rindi.
Mendengar semua itu, sempat membuat Rindi merasa ketakutan. Ia pun mulai menunjukkan ekspresi ketakutannya itu tanpa suara.
Namun, setalah ia merasa tenang. Ia kemudian mulai mengubah ekspresi wajah nya menjadi tak ketakutan lagi.
"Mana ada kaya gitu kak. Hantu gak mungkin tutupi talinga aku. Kakak jangan aneh - aneh deh bicaranya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Siapa bilang gak bisa tutupi?" Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Rindi yang bilang barusan kak, masa gak tau siapa yang bilang. Aneh nih kakak." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Maksud kakak kamu tau dari mana?" Kata Haikal menjelaskan apa yang ia maksud pada Rindi.
"Hem... itu artinya kamu udah di kencingi hantu. Makannya susah bangun." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Makin aneh aja kakak nih bicaranya. Udah sekarang kita bisa pergi belanja kan. Udah selesai juga bukan pemotretan nya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengalihkan pembicaraan.
"Aneh darimana coba memang itu kenyataannya. Kamu aja yang gak ngerti. Hem... kalau belanja gak pernah lupa. Besok aja ya belanjanya ini udah mau malam." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau besok, Rindi kan udah gak ada di rumah kak. Udah pergi jauh ntah kemana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Iya juga ya, kakak ko bisa lupa. Ya udah kalau gitu. Kamu sama Yeni ganti baju dulu sana. Gak mungkin pake baju ini kan belanjanya. Kalau sampai pake baju ini. Kakak bisa - bisa di buat repot lagi sama kamu. Lebih baik ganti dulu sana. Kakak tunggu di sini." Kata Haikal membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi dan Yeni untuk mengganti bajunya.
"Iya deh iya Rindi juga gak mungkin mau pake baju ini kali kak. Yuk Yen, kita ganti baju." Kata Rindi membalas ucapan Haikal sambil mengajak Yeni.
"Yuk" kata Yeni setuju dengan ajakan Rindi.
Kemudian Yeni pun berbicara pada Haikal.
__ADS_1
"Kak, Yeni ganti baju dulu ya." Kata Yeni pada Haikal.
"Iya, jangan lama ya." Kata Haikal membalas ucapan Yeni.
"Iya kak." Kata Yeni membalas ucapan Haikal.
"Udah ayo Yeni jangan sibuk bicara sama kak Haikal. Ayo." Kaya Rindi pada Yeni sambil menarik tangan Yeni.
"Jangan ditarik kaya gini dong Rindi. Baju yang aku gunainnya jadi susah untuk berjalan." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalau gak ditarik, kamu pasti terus bicara sama kak Haikal. Nanti aku lepas tarikan tangan aku nya. Setelah berada di ruang ganti." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Terus kalau aku jatuh karena di tarik kaya gini. Masih tetap mau kamu tarik tangan aku nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Kalau itu, aku langsung lepas lah. Masa iya aku sampai tega masih terus tarik tangan kamu." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Ya udah, kalau gitu lepas tangan aku nya sebelum aku jatuh." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh aku lepas." Kata Rindi kemudian melepas tangan Yeni.
"Dari tadi kek kaya gini. Gak mungkin sakit nih tangan aku. Mana tarikan kamu cukup kuat lagi. Untung gak sampai merah tangan aku nya karena di tarik." Kata Yeni setelah tangannya di lepas oleh Rindi.
"Gak sampai kaya gitu juga kali Yen, masa hanya di tarik aja tangannya bisa merah." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Kenapa gak bisa? kalau udah seharusnya merah, ya pasti akan merah. Walau hanya di tarik aja." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh maaf." Kata Rindi akhirnya mengakui kesalahannya dengan meminta maaf pada Yeni.
"Telat minta maaf nya juga. Harusnya tuh dari tadi kamu udah minta maaf, bukannya sekarang." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.
"Setidaknya walau terlambat juga. Aku udah minta maaf sama kamu. Sekarang aku di maafin gak?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni.
"Aku pikirkan dulu mau maafin kamu atau nggak." Kata Yeni meminta waktu pada Rindi.
Bersambung...
__ADS_1