Mendadak Nikah Muda

Mendadak Nikah Muda
Bab 151 Tanpa Permisi


__ADS_3

"Seperti..., loh ko bahas ini sih." Kata Yeni yang baru akan menjawab ucapan Rindi. Tiba - tiba teringat dengan topik pembicaraan mereka yang mengarah ke arah lain.


Sehingga Yeni pun tak jadi meneruskan ucapannya.


"Ya, nggak ada salahnya bahas hal ini juga." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Jangan bahas hal ini, males harus jelasin panjang kali lebar kali tinggi. Makin puyeng ntar jadinya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sejak kapan panjang lebar jadi panjang kali lebar kali tinggi. Ko baru denger ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Sejak saat ini nanti dan selanjutnya. Udah sekarang kita langsung ketempat penjual es campur aja. Jangan jalan - jalan dulu." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Jalan - jalan dulu aja lah." Kata Rindi yang masih tetap dengan keinginannya.


"Nggak bisa Rindi nggak bisa." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Bisa lah kalau kamu mau. Tapi, kalau kamu nggak mau sih tak masalah, lagi pula aku yang bawa motor jadi kemana aku pergi kamu juga ikut. Iya nggak." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil menaik turunkan alisnya.


Hal itu terlihat jelas oleh Yeni di kaca spion motor miliknya.


"Argh... ayo cepat lajuin motornya ke arah butik tante Ratna." Kata Yeni yang mulai emosi.


"Kenapa sih ngotot banget pengen cepet ke sana." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Kak Haikal sama kak Bagas udah di sana." Kata Yeni memberitahukan Rindi mengapa ia tetap ngotot ingin ke tempat penjual es campur.


"Bentar deh, kamu tau dari mana?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Kak Haikal, katanya udah di sana sama kak Bagas." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... dari kak Haikal ya. Em... tapi sejak kapan kamu punya nomor kak Haikal dan kak Haikal bisa tau nomor kamu. Kalau kalian tukaran nomor handphone ko aku gak tau." Kata Rindi yang mulai curiga.


"Lagian kalau tukeran nomor handphone kamu gak tau juga gak masalah." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Gak bisa gitu dong. Kalau kamu tukeran nomor handphone. Aku wajib tau." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Hahahaha... lagian gak ada ketentuannya seorang Rindi tau hal seperti itu." Kata Yeni yang malah ketawa saat menjawab ucapan Rindi.


"Hem... kenapa harus ketawa. Aku kan nggak lagi ngelawak. Jadi kenapa kamu ketawa?" Kata Rindi membalas ucapan Yeni dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Suka - suka aku mau ketawa atau pun nggak. Lagi pula nggak ada larangan nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Hem... memang gak ada larangan nya sih. Tapi itu kamu tau darimana kak Haikal sama kak Bagas udah sampai di sana." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Nih, dari hanphone kamu. Barusan kak Haikal tanyain kita lagi di mana." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Aku kira kamu tau nya dari kak Haikal langsung lewat nomor kamu. Eh tau nya dari hanphone aku." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Lalu ia pun mulai mengambil handphone milik nya setelah ia menghentikan laju motor.


"Lah ko malah berhenti." Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Sini hanphone aku nya, aku mau telpon kak Haikal." Kata Rindi membalas ucapan Yeni sambil meminta hanphone miliknya.


"Kenapa harus di telpon?" Kata Yeni membalas ucapan Rindi.


"Biar gak salah paham kalau lewat chat. Jadi langsung aku telpon aja. Sini hanphone nya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


"Jadi kaya gitu. Ya udah deh, nih hanphone nya." Kata Yeni membalas ucapan Rindi sambil memberikan Handphone Rindi pada Rindi.


"Gini kek dari tadi. Em... aku langsung telpon ya." Kata Rindi membalas ucapan Yeni.


Setelah mendengar jawaban Yeni. Rindi pun kini mulai menekan tombol telpon pada nomor handphone Haikal.


Tut... Tut...


Suara dering handphone itu pun berbunyi.


Baru sekitar tiga detik Rindi menelpon. Tiba - tiba terdengar suara Haikal dari hanphone miliknya.


"Hallo Rindi, kalian lagi pada di mana." Kata Haikal saat menerima panggilan telpon dari Rindi.


Karena tak ada jawaban dari Rind, kak Haikal pun mengucapakan kata hallo sebanyak tiga kali berulang - ulang.


"Hallo... hallo... hallo... ada orang kan atau ini hantu." Kata Haikal pada Rindi.


"Hantu berparas cantik, apakah mau kenalan?" Kata Rindi membalas ucapan Haikal dengan suara yang di buat seseram mungkin.


Namun, ternyata suara yang di seram kan itu tak mempengaruhi Haikal, karena ia kini mulai membalas ucapan Rindi.

__ADS_1


"Oh sama hantu ya, em... saya kira Rindi. Ya udah deh tu, ku tutup dulu ya telponnya. Dah..." Kata Haikal membalas ucapan Rindi. Kemudian menutup telponnya tanpa permisi.


"Lah bro kenapa lo tutup. Kita kan belum tau jawaban mereka." Kata Bagas pada Haikal saat Haikal malah menutup sambungan telpon itu.


"Haikal yang baru teringat kini mulai kembali menelpon Rindi.


"Lupa gue Gas, lo kenapa baru kasih tau nya sekarang sih, bukan nya sedari tadi juga." Kata Haikal yang malah mengomel pada Bagas.


"Lagian lo sih, kenapa harus lupa segala." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Namanya juga lupa gak bisa ada yang cegah. Udah lo jangan terus salahin gue. Sekarang gue juga lagi telpon balik Rindi. Jadi, jangan terus salahin gue." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.


"Lo memang lagi telpon Rindi. Tapi belum ada jawabannya kan." Kaya Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hem... bentar lagi juga di jawab." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Semoga aja kaya gitu." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


Lima menit kemudian telpon puluhan kali dari Haikal tak ada yang Rindi jawab satu pun. Hal ini kembali membuat Bagas mengomel pada Haikal.


"Belum ada jawaban ya." Kata Bagas yang awalnya berbicara dengan nada biasa. Lambat laun ia malah berbicara dengan menyebalkan.


"Belum." Kata Haikal membalas ucapan Bagas sambil menggelengkan kepalanya.


"Lagian lo sendiri sih malah tutup - tutup aja telpon nya. Jadi gak ada jawaban lagi kan." Kata Bagas membalas ucapan Haikal.


"Hem... mau gimana lagi. Tadi gue terlanjur nggak mood." Kata Haikal membalas ucapan Bagas.


"Sekarang nggak mood lo udah makin parah karena Rindi tak kunjung jawab telpon dari lo. Em... kenapa lo gak telpon Yeni aja. Dia kan sama Rindi." Kata Bagas membalas ucapan Haikal sambil memberikan solusi.


Haikal yang mulai kebingungan harus menjawab apa. Kemudian dengan terpaksa ia pun berbohong pada Bagas.


"Udah gue coba, tapi gak ada jawaban juga." Kaya Haikal membalas ucapan Bagas.


"Em... coba mana sini nomor Yeni sama Rindi. Biar gue yang telpon mereka, siapa tau mereka terima." Kata Bagas meminta nomor Yeni dan Rindi.


"Sorry bro gue gak akan kasih nomor cewe gue ke lo. Ntar malah lo sering telpon dan chat dia lagi. Bahaya nanti, apalagi lo kan orangnya..." Kata Haikal membalas ucapan Bagas. Namun, belum selesai ia berbicara Bagas sudah memotong ucapan nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2