
Berbeda hal dengan Rindi yang saat ini hanya tertunduk tak berani berbicara pada ibunya.
Namun, di dalam hati ia terus berbicara.
"Bu, maafin Rindi ya. Rindi salah udah buat Ryan nangis seperti itu. Rindi niatnya hanya bercanda aja. Tapi, ternyata Rindi begitu kelewatan mencubit Ryan sampai nangis kencang seperti ini. Rindi bener - bener merasa bersalah." Kata Rindi di dalam hatinya.
"Andai Rindi bisa memutar waktu, Rindi pasti gak akan lakuin ini. Tapi, apa boleh buat semuanya udah terjadi. Sekarang ibu juga udah kecewa sama Rindi. Sedih nya Rindi, bu." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
Di tempat tante Ratna dan Ryan saat ini.
"Sayang, mamah mau ke depan lagi ya. Kamu mau ikut mamah gak atau mau di sini aja. Hem." Kata tante Ratna pada Ryan.
"Ko mau ke depan mah. Memangnya mau ngapain ke depan." Kata Ryan membalas ucapan tante Ratna dengan sebuah pertanyaan.
"Mau temui bunda Ririn sama onti Rindi. Kamu mau ikut gak." Kata tante Ratna membalas ucapan Ryan.
"Oh, kirain mau ngapain mah. Ryan di sini aja ya mah. Nanti kalau Ryan ikut sama mamah. Onti Rindi cubit Ryan lagi. Ryan gak mau mah, cubitan onti tuh sakit banget. Ryan takut." Kata Ryan membalas ucapan tante Ratna.
"Ya, udah kalau kamu takut. Kamu di sini ya. Mamah mau ke depan dulu." Kata tante Ratna membalas ucapan Ryan.
"Iya mamah, tapi jangan lama - lama ya mah. Ryan takut kalau sendiri." Kata Ryan membalas ucapan tante Ratna.
"Iya mamah gak akan lama. Kalau gitu mamah keluar dulu ya." Kata tante Ratna membalas ucapan Ryan sambil berpamitan pada Ryan.
"Iya mamah." Kata Ryan membalas ucapan tante Ratna.
Tante Ratna pun kemudian pergi meninggalkan Ryan setelah mendengar ucapan Ryan barusan.
Tap... Tap...
Suara langakah kaki itu pun terdengar oleh ibunya Rindi dan Rindi.
Tepat ketika suara langkah kaki itu berhenti. Tante Ratna pun mulai mengeluarkan suara nya.
"Maaf ya mbak, saya ke sini nya lama." Kata tante Ratna pada ibu.
__ADS_1
"Iya gak papa Ratna. Gimana dengan Ryan?" Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Alhamdulillah mbak udah gak nangis lagi. Sekarang lagi main game di dalem." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
Ketika tante Ratna pergi dari ruanganya. Ryan pun sibuk dengan hanphone miliknya untuk bermain game.
"Alhamdulillah, saya masih merasa bersalah karena ulah Rindi. Kamu jadi kerepotan menenangkan Ryan." Kata ibu masih tetap merasa bersalah.
"Udah mbak, gak papapa. Lagi pula Rindi memang udah biasa buat Ryan nangis. Jadi, gak papa mbak." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
"Oh iya, Rindi ayo ikut tante." Kata tante Ratna kemudian berbicara pada Rindi.
Rindi yang masih tertunduk. Kini mulai melihat ke arah tante Ratna. Walau dengan perasaan bersalah. Ia pun akhirnya memberanikan diri untuk berbicara dan tante Ratna.
"Tante maafin Rindi." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan meminta maaf.
"Iya Rindi, udah tante maafin ko. Ayo sekarang kamu ikut tante." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi sambil meminta Rindi untuk ikut bersamanya.
Rindi yang tak tau akan pergi kemana bersama tante Ratna pun kini mulai bertanya pada tante Ratna.
"Ikut dulu aja. Nanti juga kamu tau. Ayo." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi tanpa sebuah kepastian.
"Baik tante." Kata Rindi yang akhirnya setuju. Walau dalam hati ia masih pengen tahu akan kemana tante Ratna membawa nya.
"Ratna saya gak di ajak nih." Kata ibu pada tante Ratna.
"Mbak juga ikut. Maaf mbak saya lupa ajakin mbak. Ayo mbak kita ke sana. Ayo Rindi." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu dan berkata juga pada Rindi.
"Iya Ratna." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Iya tante." Kata Rindi membalas tante Ratna.
Setelah mendengar jawaban dari keduanya. Tante Ratna pun mulai melangkahkan kaki untuk pergi ke tempat yang ia tuju. Sementara ibu dan Rindi mereka berdua berada di belakang tubuh tante Ratna.
Tepat saat tante Ratna menghentikan langkahnya. Mereka berdua pun menghentikan langkah juga.
__ADS_1
"Sampai juga. Sekarang coba kamu pilih Rindi. Tante udah siapin baju - baju terbaik buat kamu pilih. Ayo pilihlah." Kata tante Ratna pada Rindi.
"Mak... Mak... sud nya tante. Rin... Rin... di pilih baju - baju ini. Apa gak salah tante." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna dengan gugup.
"Kenapa harus salah? ini kan permintaan ayah kamu. Tante lakukan sesuai yang ayah kamu minta. Bukannya kamu akan menikah. Makannya ayah kamu minta tante buat siapin baju - baju seperti ini." Kata tante Ratna membalas ucapan Rindi.
"Jadi ayah bener - bener mau nikah kan Rindi." Kata Rindi yang terdengar samar - samar karena ia berbicara dengan suara yang kecil.
"Rindi, kamu bicara apa? tante gak denger sayang. Coba lebih keras suara nya." Kata tante Ratna bertanya pada Rindi.
"Gak ko tnate, Rindi barusan lagi bicara sama diri Rindi sendiri. Kalau gitu, Rindi liat - liat dulu ya tante." Kata Rindi membalas ucapan tante Ratna.
Kemudian ia pun mulai mendekati berbagai macam gaun untuk ia lihat.
Ibu yang melihat itu pun, seketika berbisik pada tante Ratna.
"Ratna, jadi semua ini sudah di minta ayah nya Rindi." Kata ibu ketika berbisik di telinga tante Ratna.
"Iya mbak, memangnya mbak gak tau." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
"Jujur, mbak gak tau. Mbak kira ayah nya Rindi hanya minta kamu buat siapin satu baju aja. Tapi, ternyata sebanyak ini." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Jadi kaya gitu mbak. Tapi, ko mbak bisa gak tau. Apa pernikahan Rindi ini karena di paksa oleh ayah nya." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu sambil bertanya juga pada ibu.
"Ya begitulah Ratna. Kamu tau sendiri kan. Ayah nya Rindi itu kalau udah memutuskan sesuatu gak bisa di ganggu gugat lagi. Maksud nya gak bisa di ubah lagi. Jadi, Rindi juga harus nikah secepat ini." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Kalau boleh saya tau mbak. Rindi ko bisa di nikah secepat ini. Maaf mbak saya tanya seperti ini ke mbak." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
"Gak papa Ratna. Rindi melakukan kesalahan sampai membuat ayahnya memberikan hukuman dengan cara menikahkan dia Secepat ini. Maaf saya hanya bisa kasih tau kamu sampai sini saja." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
"Jadi, seperti itu mbak. maaf ya, mbak sekali lagi saya malah bertanya seperti itu ke mbak." Kata tante Ratna membalas ucapan ibu.
"Iya gak papa Ratna." Kata ibu membalas ucapan tante Ratna.
Bersambung...
__ADS_1