
"Bentar deh Ryan ko kaya ada yang kurang ya." Kata Yeni yang mulai menyadari sesuatu.
"Kurang gimana kak?" Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Kakak juga kurang tau, tapi kakak mersaa ada yang kurang. Apa ya." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Kakak cantik nih gimana coba. Katanya ada yang kurang tapi kakak cantik nya gak tau apa yang kurang. Lucu banget sih." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Hem... kakak beneran gak tau. Kira - kira Ryan tau nggak. Kaya yang kurang satu gitu. Tapi apa?" Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ryan tau maksudnya kakak pasti mengenai kak Haikal. Iya gak tebakan Ryan itu." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
Sebelum menjawab Yeni pun melihat ke sekeliling dan ternyata memang benar ia tak menemukan Haikal berada di sekeliling nya.
"Ah... iya Ryan. Kakak baru sadar, kak Haikal ko gak ada. Kemana ya kak Haikal." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
"Ryan rasa masih di tempat yang tadi deh kak. Kita kan langsung pergi aja tanpa mengajak kak Haikal. Abisnya Ryan masih kesel sih sama kak Haikal yang super - super nyebelin." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Aduh... gimana dong ntar kak Haikal marah gak ya. Kakak jadi khawatir nih." Kata Yeni kemudian menggigit jari telunjuknya.
"Udahlah kak gak perlu khawatir. Bentar lagi nih, Ryan jamin deh kak Haikal pasti akan menemukan kita. Ayo kita lanjutin aja pergi ke belakangnya." Kata Ryan kemudian menarik tangan Yeni.
"Tapi..." Kata Yeni yang baru saja mengatakan satu kata. Namun, harus terpotong oleh Ryan.
"Sudah lah kak, jangan terlalu di khawatir kan, ayo." Kata Ryan membalas ucapan Yeni.
"Baiklah walau sebenarnya kakak masih merasa khawatir." Kata Yeni membalas ucapan Ryan.
Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Karena saat ini mereka hanya terdiam dan melangkahkan kaki menuju ke belakang butik.
Haikal yang saat ini sudah selesai berbicara. Tanpa pikir panjang ia pun bergegas untuk menyusul Ryan dan Yeni.
__ADS_1
"Em... dari pada pusing terus di pikirin seperti ini. Lebih baik gue susul aja mereka." Kata Haikal pada dirinya sendiri.
Dengan tergesa - gesa bahkan ia sempat menubruk sebuah meja yang membuat kakinya terasa ngilu tak ia hiraukan karena saat ini yang ia ingin kan cepat sampai dan menemukan mereka berdua.
"Aduh... sakit banget lagi nih kaki. Tapi tak apa gue gak boleh nyerah. Ayo Haikal lanjut lagi jalannya." kata Haikal pada dirinya sendiri.
Tiba - tiba ia pun berpapasan dengan Rindi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Loh itu kak Haikal ko keliatan terburu - buru gitu. Ada apa ya." Kata Rindi sebelum ia bertanya pada Haikal.
"Em... biar gak penasaran aku tanya aja deh ke kak Haikal nya." Kata Rindi melanjutkan lagi ucapannya.
"Kak Haikal, kak, kak Haikal." Kata Rindi memanggil Haikal.
Haikal yang mendengar namanya di panggil oleh seseorang kini mulai menghentikan langkah kaki nya. Kemudian mencari sumber suara tersebut.
Di lihat lah sekeliling tempat itu sampai pada akhirnya ia menemukan Rindi yang melambai - lambaikan tangan nya. Pertanda bahwa sumber suara tersebut berasal dari Rindi.
"Iya kenapa?" Kata Haikal membalas panggilan Rindi.
"Tunggu sebentar kak, Rindi ke tempat kakak dulu. Gak enak kan kalau bicara saling berjauhan seperti ini. Ntar ada orang yang bilang kaya bicara di tengah hutan yang tersesat nan jauh di sana." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem..." Kata Haikal hanya membalas ucapan Rindi dengan deheman saja.
"Terserah mu saja tapi kakak gak ada waktu banyak. Jadi kamu harus cepat." Kata Haikal sambil melihat jam tangan yang ia kenakan.
"Hem... sibuk banget ya kayanya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Kurang lebih seperti itu, jadi tolong jangan undur - undur waktu dengan terus diam di sana." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Iya deh iya Rindi gak akan lama. Tapi tunggu sebentar ya." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
"Oke dua menit kamu harus udah ada disini kalau terlambat kakak langsung pergi." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Hem... iya deh." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
Kini Rindi pun mulai melangkahkan kaki dengan tergesa - gesa ke tempat Haikal. Walau hampir terjatuh karena terlalu tergesa - gesa akhir nya ia pun tak kenapa - kenapa. Karena beruntung ia tak sampai terjatuh.
Haikal kemudian mulai menghitung mundur karena saat ini tersisa lima detik lagi bahwa Rindi harus sudah sampai di tempat ia berada.
"Waktu kamu tinggal lima detik lagi. Kakak hitung mundur ya, kalau dalam hitungan terakhir kamu masih belum keliatan, itu artinya kakak akan pergi ninggalin kamu." Kata Haikal memberi tahu Rindi mengenai waktu yang tersisa.
"Jangan gitu dong kak, ini bentar lagi juga sampai." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Oke, kakak mulai dari sekarang hitung mundur nya. Lima, empat, tiga, dua, sa..." Kata Haikal yang langsung menghitung mundur.
"Tunggu kak, huh... hah... huh... hah... ini Rindi udah sampai." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Em... tepat waktu juga ternyata, kakak kira kamu akan gagal. Apalagi saat kakak liat kamu yang jalan kaya siput lama bener " kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Apa kaya siput? kakak nih gimana sih masa gak bisa bedain jalannya Rindi sama siput." Kata Rindi yang terkejut saat membalas ucapan Haikal.
"Bukan gak bisa bedain tapi kamu sama siput tuh jalannya sebelas dua belas sama - sama lambat." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Terserah kakak saja deh. Mau kakak bilang jalannya kaya siput silahkan atau gak seperti itu juga silahkan. Tapi yang jelas barusan Rindi hampir kehilangan napas karena terburu - buru dalam berjalan. Apa itu bisa di bilang seperti jalannya kaya siput." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Bisa karena kamu kan jagonya drama." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Kalau Rindi jagonya drama udah dari dulu Rindi jadi artis atau pendongeng. Tapi, buktinya sampai sekarang Rindi masih gini - gini aja ko. Nggak ada yang spesial sama sekali." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
"Hem... ucapan kamu ada bener nya juga ya kenapa kakak harus bilang kamu ratu drama sedangkan kamu artis atau pendongeng saja bukan." Kata Haikal membalas ucapan Rindi.
"Ntah lah itu kan yang bilang kakak sendiri masa gak tau apa penyebabnya kakak bilang kaya gitu ke Rindi." Kata Rindi membalas ucapan Haikal.
__ADS_1
Bersambung...