Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Mau Melahirkan.


__ADS_3

Lima bulan berlalu sejak Lara memutuskan tinggal di Kanada. Di negara itu ia tinggal di sebuah kota yang tidak terlalu besar dan agak jauh dari pusat kota toronto. Disana Lara terlihat cukup menikmati hidupnya sebagai orang biasa. Beruntungnya, berkat Eiji yang juag tinggal di area yang sama, Lara jadi memiliki beberapa kenalan orang lokal yang baik dan sering membantunya.


Saat ini Lara tengah bekerja di salah satu butik di kota itu. Butik itu letaknya tidak jauh dari tempat Lara tinggal saat ini, sehingga ia hanya butuh waktu sekitar setengah jam saja naik bus atau kendaran umum lain untuk sampai disana. Terkadang Lara juga suka diantar Eiji kalau-kalau pria iti sedang senggang dan tidak ada jadwal kuliah.


Kebetulan, hari ini Eiji tidak ada jadwal kuliah. Seperti biasanya Eiji akan datang menjemput Lara lebih cepat karena harus menunggu wanita itu bersiap-siap dan berdandan. Namun sudah beberapa minggu ini, Eiji datang tiga puluh menit lebih cepat mengingat kandungan Lara yang sudah besar membuat geraknya jadi sedikit lebih sulit dan lamban.


"Kak Eiji, maaf ya kau jadi menunggu lama," ujar Lara yang baru saja keluar dari rumah. Seperti biasa wajah Lara tampak cantik dan mempesona mengenakan dress hamil selutut berlengan pendek. Bahkan meski sedang hamil besar pun Lara tetap terlihat cantik. Ia beruntung karena selain perutnya yang membesar, bagian tubuh Lara yang lain tidak terlalu banyak berubah.


Eiji dengan sigap langsung keluar dan membantu Lara masuk ke dalam mobil.


Diperjalanan Lara yang berada duduk dikursi belakang, tampak terus mengusap perutnya yang besar sambil bersenandung. Dari kaca spionnya Eiji terus memperhatikan Lara yang baginya semakin terlihat cantik saja, ditambah aura keibuan Lara pun semakin hari semakin terpancar. Mungkin efek sudah memasuki minggu jelang persalinan.


"Lara, kau seharusnya sudah cuti sejak kemarin kan, kenapa kau masih memaksakan diri bekerja?" Pungkas Eiji sambil menyetir.


Lara tersenyum kecil. "Habisnya, aku tidak tega melihat Joy bekerja dibutik sendirian sementara minggu ini sedang banyak pesanan masuk."


"Tapi kan kau tahu sendiri, minggu ini sudah memasuki perkiraan jadwal kau melahirkan. Kau harusnya ingat, nyawa bayimu juga tergantung mamanya."


"Hehehe... iya- iya maaf, lagipula besok aku sudah mulai cuti kok! Jadi hari ini terakhir aku masuk kerja. Kakak tenang saja oke," pungkas Lara dengan santainya.


Setibanya dibutik tempat Lara bekerja. Eiji sangat khawatir dengan keselamatan Lara pun berinisiatif mengantar Lara masuk sampai ke dalam butik.

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa Joy, pria lokal yang gelagatnya agak feminim yang juga adalah pemilik butik tempat Lara bekerja.


"Pagi Joy," balas Lara.


"Ah kalian berdua manis sekali, benar-benar cocok jadi suami istri kalau dilihat-lihat," Joy menggoda Lara karrna melihat dirinya yang diantar oleh Eiji ke dalam butik


"Joy kau ini, sudah kubilang kan jangan suka sembarangan bicara!" Tegur Lara jadi merasa tidak enak pada Kak Eiji.


"Ups sorry, habis aku tidak tahan lihat tuan Eiji yang super keren dan sangat husband material," celetuknya.


Merasa semakin tidak enak pada Eiji karena terus digoda Joy, Lara akhirnya menyuruh pria itu agar segera pergi dari sana.


"Yasudah kalau begitu aku pergi dulu ya, kalau ada apa-apa tolong kau segara hubungi aku," pungkas Eiji. "Oh iya Joy, tolong kau jaga Lara ya," imbuh Eiji lalu pergi.


"Huh! Kau ini apa-apaan sih Joy! Aku kan jadi tidak enak pada kak Eiji," omel Lara sewot.


"What? kenapa harus tidak enak segala? Kau lihat sendiri kan tadi, kak Eijimu itu jelas terlihat


senang, saat aku bilang kalau kalian pasangan suami istri."


"Kau salah, hal itu justru membuatku jadi kasihan padanya. Karena gara-gara itu para wanita yang baru mau dekat dengannya malah jadi menjauh, karena berpikir kalau aku ini memang sungguhan istrinya kak Eiji."

__ADS_1


"Oleh karena itu kalian menikah saja sungguhan, atau minimal pacaran. Lagipula apa salahnya sih membuka hatimu buat pria itu? Memang kurang apalagi seorang Eiji? Dia tampan, mapan, dewasa, berpendidikan bagus, baik, perhatian, dan bisa menjagamu. Apalagi yang kurang?"


"Karena dia pria yang nyaris sempurna oleh karena itu aku tidak pantas buat dia," sanggah Lara.


"Aku rasa bukan itu alasan sebenarnya. Alasan sesungguhnya kau tidak mau membuka hati untuk tuan Eiji adalah, karena hatimu masih diisi pria itu, kau mencintai ayah dari bayimu itu kan?"


Lara tiba-tiba terdiam memegangi perutnya, wajahnya yang merona seketika berubah tegang dan tampak kesakitan.


"Eh, Lara kau kenapa?"


"Joy perutku- perutku berkontraksi, aku- aku sepertinya akan melahirkan,"


"Huh? Apa?! Lara kau jangan bercanda, bagaiamana ini! Aduh!" Joy panik dan memanggil pegawainya.


"Astaga bagaimana ini aduh!"


"Joy ini sakit sekali, cepat- cepat tolong kau hubungin Kak Eiji, cepat!" Teriak Lara terdengar kesakitan.


"I- iya ba- baik!"


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA YA DI LIKE, COMMENT, DAN VOTE. PLIS PLIS PLIS 💜


__ADS_2