
Van tidak menjawab sama sekali, ia malah tiba-tiba langsung menyergap Lara dan menggendongnya.
"Van kau ini kenapa?! Cepat turunkan aku! Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini? Vander!" Lara sampai memukul-mukul punggung pria itu namun olehnya tak dihiraukan. Van malah terus berjalan dan membawa Lara masuk ke dalam salah satu kamar hotel, yang kebetulan sekali tidak terkunci dari luar. Pria itu langsung menjatuhkan Lara ke atas ranjang. Ia membungkuk lalu mendekati Lara sambil satu tangannya membuka kancing kemejanya dengan kasar.
"Va- Vander ada apa dengan dirimu?" Lara sungguh merasa bingung sekaligus takut melihat sosok Van saat ini. "Van sebenarnya kau kenapa? Jelaskan padaku!" Suara Lara terdengar gemetar ketakutan. Tubuhnya yang kurus meringsek kebelakang berusaha menjauhi Vander yang kini menatapnya seperti seekor hewan buas yang ingin memangsanya.
"Nona aku sudah tidak kuat lagi menahanannya...," keluh Van yang terus mendekatinya dan menatapnya dengan tatapannya yang liar dan penuh nafsu.
"Tidak Vander bukan begini caranya, kau saat ini menakutiku," lirihnya. Lara mendekap kedua tangannya di dada seolah membuat pertahanan tubuhnya agar tak bisa disentuh.
SREK! Vander dengan kasar langsung merobek gaun wanitanya itu. Kedua tangannya mendekap di dada menutupi kedua buah dadanya yang cukup besar. "Jangan mendekat!" Pekik Lara.
"Van aku mohon jangan seperti ini..." Lara menghiba memohon pada Vander agar tidak terlalu jauh memaksakan hasratnya.
"Aku sudah tidak kuat lagi!" Aliran darah di tubuh Van terasa semakin panas bersamaan dengan dahaganya yang semakin tak mampu lagi diahannya. Van langsung menyingkirkan kedua tangan Lara yang mendekap menutupi buah dadanya yang berukuran cukup besar itu. Kedua pergelangan tangan Lara dicengkram kuat dengan satu tangan Van lalu menekuknya keatas kepala Lara. Kini buah dada besar yang menggantung indah itu bisa dilihat jelas oleh Van. Raut wajahnya tampak seperti tengah bersiap menyantap hidangan, Ia langsung mencium leher Lara dengan sangat rakus dan liar.
"Van aku mohon... bukan begini caranya..!" Rintih gadis itu memohon agar kekasihnya itu berhenti memaksakan keinginanya. Sayangnya pria itu tak peduli, ia malah terus saja menyesap dan menggigit dengan rakus kedua ceri keras di ujung buah dada Lara yang berukuran cukup besar
Tubuh Lara mulai mengerang bersamaan perasaan takut dan kecewa. Lara ingin mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Van namun tak bisa. Tenaga pria itu terlalu kuat, kini Lara hanya bis menggeliat dan mendesah sambil terus memohon.
"Aku mo- hon berhenti.... Aku akan menyerahkan hati dan tubuhku padamu tapi bukan begini caranya," lirihnya sambil menahan reaksi tubuhnya yang mulai merasa terasa nikmat.
__ADS_1
Vander sepertinya sudah kehilangan akalnya, ia terus saja menikmati tiap inci tubuh gadis itu dengan rakus tanpa terlewat. Tangan Van yang kuat seraya memaku tangan Lara hingga membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.
Van terlihat menanggalkan semua pakaiannya.
Itu terlalu besar! Lara langsung syok dan takut melihat milik pengawalnya sudah tegak berdiri bersiap untuk masuk ke dalam dirinya.
Kali ini Lara hanya bisa pasrah karena mencoba melawan pun ia tidak akan mampu. Hati Lara terasa seperti tercabik melihat pria yang ia cintainya kini malah seperti predator buas yang ingin memangsanya tanpa belas kasihan.
Tanpa sadar bulir air mata Lara lolos bersamaan dengan suara isak tangisnya.
Mendengar isak tangis Lara tiba-tiba Van berhenti. Ia seolah sejenak tersadar dengan apa yang ia lakukan saat ini. Pria itu pun tiba-tiba langsung menjauh sesegera mungkin dari Lara. Pengaruh obat yang semakin tak terkendali di sekujur tubuhnya membuat Van sangat tersiksa. Dirinya sungguh tidak tahu cara lain untuk menghilangkan rasa panas dan dahaga yang tak tertahankan pada dirinya saat ini. Pada akhirnya ia memilih membenturkan kepalanya ke dinding berulang kali, bermaksud agar dirinya pingsan hingga tidak akan bisa memaksa Lara.
Dari atas ranjang Lara yang melihat langsung Van membenturkan kepalanya pun tercengang dibuatnya. Vander samapai melakukan itu supaya tidak bisa melampiaskan hasratnya padaku?
"Menjauh dariku dasar bodoh!" Pekik pria itu.
"Tidak mau!" Lara bersikukuh memeluk kekasihnya itu.
"Menjauhlah cepat atau kalau tidak—"
Lara seketika berjinjit memeluk dan mencium bibir Van.
__ADS_1
"Aku bersedia menolongmu," Bisik Lara di telinga kekasihnya itu.
Van yang sudah diambang batas pun menyerah, ia langsung membalas ciuman itu dengan rakus. Tangannya yang telapak tangannya yang besar langsung bergerak merobek seluruh gaun indah Lara tanpa sisa, Ia mengengakat Lara dengan cepat dan membawanya keatas ranjang. Van menanggalkan semua pakaiannya.
Lara menelan ludahnya, bagaimana pun ia yang sudah bersedia melakukannya. Meskipun takut aku sudah tidak bisa lari lagi dari pria ini. Wanita itu berbaring tanpa sehelai benang menutupi tubuh indahnya.
"Lakukanlah yang kau mau padaku Van..." Ucap Lara yang sudah pasrah memberikan seluruh tubuhnya pada pria yang kini berada diatasnya.
"Mulai malam ini kau hanya milikku!" Ucap Vander.
Dengan tanpa ragu pria itu langsung mencoba memasukkan miliknya ke dalam milik gadis itu.
"Sakit....!" Teriak Lara meringis kesakitan saat Van pada akhirnya berhasil merobek selaput daranya dan memasukkan miliknya ke dalam lubang sempit gadis itu. Van semakin dalam membenamkan miliknya yang besar dan keras kedalam tubuh wanitanya. Lara sampai harus menjambak rambut bahkan mencakar kulit tubuh Vander untuk menahan rasa sakitnya. "Berentilah aku mohon, itu sakit sekali!" Lara memohon sambil meringis kesakitan.
"Tenang saja, sakitnya tidak akan lama, sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatannya," Ucap Van yang mulai menggerakan pinggulnya dengan kuat dan agak kasar. Pengaruh obat membuat Van sulit mengatur nafsunya yang menggebu-gebu.
Entah serius atau tidak ucapn Van memang benar, perlahan-lahan sakit nya mulai menghilang berganti dengan kenikmatan rasa yang seumur hidup belum pernah Lara rasakan sebelumnya. Ia memeluk erat tubuh kekar kekasihnya itu seraya telah dengan sepenuhnya yakin menerima apapun yang dilakukan Vander padanya saat ini.
Van, malam ini kau benar-benar sudah menjadikanku wanitamu seutuhnya ...! Meski caranya tidak seindah yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Tapi... Setidaknya orang yang mengambil mahkotaku tetap Van, jadi tidak apa-apa.
Dan pada akhirnya, malam yang panjang itu ditutup dengan momen Vander dan Lara yang akhirnya telah menyatu dengan sebenarnya.
__ADS_1
Bersambung....
TEMAN-TEMAN PLIS JANGAN LUPA BUAT DIVOTE, COMMENT DAN LIKENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR MAKASIH 💜