
Hari konferensi pers pun tiba. Tepat di aula besar hotel Caliente, salah satu hotel termewah di dunia milik Laizen Group, tepat pukul 2 siang nanti akan diadakan konferensi oleh Vander sendiri.
Meski masih dua jam lagi konferensi pers diadakan, namun di depan hotel tersebut sudah banyak dikerumuni para reporter dan wartawan dari berbagai media dalam negeri, bahkan sebagian utusan pers dari luar negeri ada yang rela datang demi mendapat berita langsung di TKP.
Sementara itu, Lara yang tengah bersiap merias diri pun nampak gugup. Ia bingung harus pakai baju apa? Sampai-sampai Miranda dan Naomi pun ikut turun tangan membantu stylist memilihkan baju dan riasan untuk nyonya Vander.
Beberapa dress sudah dicoba Lara namun belum ada satupun yang ia rasa cocok untuk ia kenakan.
"Aduh aku jadi bingung pakai apa?" Keluh ibu dua anak itu yang mulai stress memilih pakaian untuk dipakai saat ia muncul di depan publik nanti. Pasalnya konferensi pers kali ini akan disiarkan langsung diseluruh saluran TV nasional makanya Lara gugup.
"Nyonya, anda punya ribuan potong baju dengan berbagai jenis dan model, bahkan kau bisa minta langsung dibuatkan pakaian baru kalau mau, kenapa harus bingung?" Ucap Naomi.
"Justru itu, karena saking banyaknya aku jadi bingung mana yang cocok aku kenakan. Jujur, aku takut kalau reaksi publik akan jelek saat melihatku nanti."
Miranda yang perutnya sudah mulai membesar pun segera menghampiri sahabatnya itu dan menasehatinya. "Hei, sejak kapan seorang Lara merasa rendah diri? Ingat, kau itu istrinya konglomerat nomor satu di asia. Bagaimana bisa kau tidak yakin dengan dirimu sendiri?"
"Tapi..."
"Lihat dirimu di depan kaca itu," Miranda meminta Lara melihat dirinya sendiri di cermin besar yang ada dihadapannya. "Lihat, kau begitu cantik, badanmu bagus, kau pintar, punya karir bagus, dan jangan lupa kau punya suami yang luar biasa, dan anak-anak yang sangat lucu. Jadi apa yang membuatmu harus tidak percaya diri?"
Lara tersenyum dan seketika rasa percaya dirinya pun kembali. "Kau benar Mira, aku tidak perlu khawatirkan apapun. Aku hanya perlu jadi diriku di depan suami dan anak-anakku."
"Benar! Lagipula, memangnya ada wanita yang lebih pantas mendampingi Vander selain dirimu?"
Lara menyibak rambutnya dan berkata, "Tentu saja tidak, karena aku satu-satunya yang pantas dan boleh mendampinginya."
"Nah itu baru nyonya Vander!"
"Baikalah, sudah aku sudah putuskan akan pakai baju apa!"
Selang dua jam, akhirnya konferensi pers akan segera dimulai. Para awak media, sampai wartawan yang jumlahnya ratusan tampak sudah masuk ke dalam aula memenuhi ruangan yang disediakan. Mereka semua terlihat sudah tak sabar lagi melihat sosok wanita beruntung yang kini jadi istri CEO muda itu.
Kehebohab bukan hanya dikalangan media, bahkan di situs live streaming, live konfers Vander saat ini sedang disaksikan oleh lebih dari 900 ribu penonton.
"Aku tak menyangka kakakku sepopuler ini!" Seru Gavin yang berada di ruang tunggu merasa takjub melihat kepopuleran Vander di dunia maya.
Tak lama Vander yany sudah tampak gagah dan trendy dengan kemeja putuh dengan luaran jas berwarna hitam berhiaskan pin lambang perusahaannya disebelah kanan terlihat bergegas menuju ruang konferensi pers.
Dan saat yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, Vander yang tampak begitu gagah dan menawan saat memasuki ruangan pers.
Flash kamera pun seketika menyala berkelap kelip seketika Vander datang, diriingi dengan riuhnya suara para awak media yang terus berbicara.
Itu tuan Vander!
Tuan tolong senyum sedikit.
Tuan tolong lihat kesini sebentar!
"Ehem! Aku minta semuanya kondusif sehingga aku bisa mulai konferensi persnya," ucap Vander meminta para hadirin agar tenang.
Setelah semuanya tenang dan kondusif, acara konferensi pers pun dimulai. Pertama-tama Vander mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran para awak media.
"Hari ini aku selaku CEO dari Laizen Group, ingin mengumumkan tentang hal yang bagiku sangat penting. Kalian semua pasti tahu aku kerap kali dirumorkan dengan beberapa wanita selama beberapa tahun ini, dan karena efek rumor itu merugikan banyak pihak. Termasuk wanita yang sangat aku cintai, oleh karenanya hari ini sebagai seorang pria sejati, aku ingin memberitahukan kepada khalayak luas, bahwa sebenarnya aku sudah menikah dan memiliki anak. Dan untuk menjawab rasa penasaran publik siapa istri yang sangat aku cintai ini, maka hari ini aku akan mengenalkan kepada kalian ini dia Lara istriku tercinta."
Setelah mempersilakan keluar istrinya, seorang wanita berambut sebahu mengenakan dress warna soft pink selutut, berjalan memakai heels muncul dan langsung menggandeng lengan Vander.
Dia kah istrinya?
__ADS_1
Woah... wanita itu sangat cantik.
Jadi ini nyonya Vander yang buat kita penasaran?
Dia sangat cantik dan elegant.
Tapi aku seperti tidak asing melihatnya.
Para awak media dibuat terpukau dan bertanya-tanya saat melihat Lara muncul. Mereka juga langsung memberondong pertanyaan kepada Lara.
Melihat istrinya agak gugup Vander langsung merangkul erat pinggang istrinya.
"Semuanya sabar, istriku yang cantik ini sepertinya masih agak belum terbiasa dengan konferensi sebesar ini. Jadi biarkan dia tenang dan bicara dulu."
Lara menatap suaminya untuk meyakinkan kalau ia sudah siap, barulah ia mulai bicara.
"Um.. selamat siang semua. Pertama aku ucapkan banyak terima kasih atas kehadiran kalian semua. Hari ini aku ingin memperkenalkan diri, namaku Lara Hazel usiaku dua puluh enam tahun, dan aku saat ini bekerja sebagai desainer senior di Lavioletta. Aku harap semuanya terutama para pegawai yang bekerja di bawah Laizen group ikut bahagia dengan publikasi ini. Aku berharap hubunganku dan suamiku mendapat banyak cinta dari banyak orang."
Semua bertepuk tangan.
Jadi sudah berapa nona Lara dan tuan Vander menikah?
"Kami sudah empat tahun lebih menikah, dan kami sudah dikaruniai dua orang putra, yang mana anak kedua kami baru lahir dua bulan lalu."
Woah, jadi anda baru melahirkan?
Selamat selamat!
Anda tidak seperti ibu dua anak!
Vander menggengam tangan Lara dan langsung mencium keningnya didepan semua awak media yang menyorot. Sontak Lara pun jadi malu sekaligus bahagia tak terperi, melihat sang suami seolah tengah mendeklaraskan cinta kepada dirinya didepan jutaan pasang mata yang menyaksikan saat ini.
"Tuan dan Nyonya Vander, tolong berpose mesra berdua sebentar untuk diambil foto," ujar para wartawan yang ingin mengambil foto mereka berdua.
Tentu saja dengan senang hati Vander langsung merangkul pinggang istrinya dan kedunya pun berpose dengan baik.
...πππ...
Setelah acara konferensi pers Lara benar-benar merasa lega. Di dalam mobil saat menuju pulang ke kediamannya, hati Lara merasa plong karena tak menyangka sambutan awak media begitu baik padanya.
"Tanggapan dari netizen di media sosial tentang nyonya juga mayoritas positif. Delapan puluh persen mereka suka pada anda, sisanya paling hanya orang-orang yang patah hati dan iri melihat anda dan tuan yang tampak bahagia," jelas Robert sambil mengemudi.
"Benarkah?" Lara sepertinya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Robert.
Vander tiba-tiba menggenggam tangan sang istri dan berkata, "Kau tak perlu memikirkan ucapan mereka yang bahkan kau kenal saja tidak. Yang p
terpenting adalah, bagiku dan anak-anak, kau adalah yang terbaik."
"Ya, kau benar," balas Lara lalu keduanya pun berciuman.
...----------------...
Di kediaman Vander terlihat orang-orang terdekat Lara dan Vander berkumpul disana. Ternyata Rey sengaja mengundang orang-orang terdekat mama dan papanya datang untuk merayakan hubungan keduanya yang kini sudah resmi di publish.
Disana semuanya tampak ikut senang karena melihat konferensi pers hari ini lancar, ditambah respon orang-orang di media sosial mayoritas positif.
"Lihat! Aku membaca komentar dari para warganet sejak tadi seru sekali," ungkap Miranda yang sejak tadi sibuk membaca ribuan komentar positif membanjiri kolom postingan berita tentang hubungan Lara dan Vander.
__ADS_1
"Mana bibi, aku mau lihat!" Ujar Reynder yang penasaran.
"Ini kau baca saja."
Rey pun kemudian membaca sebagian komentar-komentar itu.
- Pasangan serasi
- Si tampan memang selalu cocok dengan si cantik.
-Aku tak menyangka nona Lara yang desainer itu Laviotta ternyata istrinya tuan Vander
-Tidak bisa, mereka terlalu serasi.
-Aku ingin jadi istri CEO Laizen, tapi sadar diri aku bukan nona Lara
-Tuan Vander istri anda begitu cantik
Rey dibuat senyum-senyum membaca komenter-komentar tersebut.
Dan tidak lama kemudian, akhirnya Vander dan Lara pun pulang. Disana Rey dan yang lainnya langsung menyambut kedatangan mereka dan memberi selamat atas konferensi pers yangΒ berjalan dengan baik dan lancar.
Rey memberikan buket ke papa dan mamanya. "Mama, Papa, ini bunga untuk kalian. Aku doakan kalian selalu sehat dan bahagia terus sampai kakek nenek."
"Terima kasih sayang," balas Lara lalu mencium kening putranya. Vander yang kemudian menggendong putra sulungnya pun memberikan ucapan terima kasih, dengan berjanji akan membelikan action figure robot limited edition dengan ukuran asli.
"Papa memang terbaik!"
Disana terlihat semua bersuka cita, tak terkecuali Khai yang ternyata sudah bangun dari tidur, dan dibawa Frida untuk diberikan kepada mamanya.
"Oh pangeran kecilku sudah bangun, apa kau lapar nak?" Tandas Lara yang sepertinya sudah harus kembali menyusui bayinya.
"Melihatmu menimang bayi, aku jadi tak sabar putriku lahir," ungkap Miranda yang kandungannya kini sudah memasuki enam bulan.
"Aku doakan anak kalian lahir dengan sehat dan selamat," ucap Vander pada Mira dan Gavin.
"Kak Vander, kau punya istri yang luar biasa dan sudah punya dua anak, pasti hidupmu sudah sangat lengkap kan?"
"Ya, tapi sepertinya kalau tambah satu tuan putri untuk menemani Lara akan lebih lengkap lagi, iyakan istriku?' Goda Vander yang secara tak langsung minta anak perempuan.
"Oh ayolah Vander aku baru dua bulan yang lalu melahirkan. Tunggu dua atau tiga tahun lagi!" Ujar Lara malu-malu.
"Memang kalian mau punya anak berapa?" Tanya Miranda.
"Mungkin sepuluh," tandas Vander berkelakar.
"Sepuluh? Baiklah Vander kau lahirkan saja sendiri," sahut Lara sewot.
"Aku hanya bercanda sayang..."
Semua yang ada disana pun ikut tertawa dengan gembira. Mereka terlihat bahagia dan tanpa beban bersenda gurau menikmati hidangan yang sudah dibuat oleh Frida dan Robert.
Dan keceriaan keluarga ini, akan terus berlanjut selamanya kan?
...πππ...
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE YA... π
__ADS_1