Pengawalku Gelandangan Tampan

Pengawalku Gelandangan Tampan
Jadilah kekasihku...


__ADS_3

Gadis itu menatap Van dengan lembut. Terpancar ketulusan dan kejujuran di dalam tatapan matanya yang gelap dan bening.


"Aku tau kau pasti berpikir kalau aku ini tidak tau malu, tapi inilah yang aku rasakan. Jatuh cinta untuk pertama kalinya di dalam hidupku dan orang itu adalah kau Vander."


Van teperangah tak menyangka mendengar perkataan Lara barusan. Bagaimana mungkin seorang Lara Hazel jatuh cinta pada pria yang bukan siapa-siapa sepertiku?


"Nona Lara aku..."


Lara tak berani menatap Van. "Aku tidak tahu akan bagaimana responmu saat ini Van. Tapi setidaknya aku jadi lega akhirnya bisa mengatakan isi hatiku padamu, jadi..."


Pria itu langsung memegang wajah Lara dan mendongakan ke hadapan wajahnya. "Nona aku—" Van seolah kehabisan


"Kau diam, apa itu artinya kau tidak tertarik padaku?"


"Jangan gila! Siapa pria normal yang tidak tertarik padamu!"


"Lalu..."


"Aku tidak pandai berkata-kata jadi lebih baik seperti ini—" Vander langsung menundukan kepalanya dan mengecup bibir Lara dan melumaatnya perlahan.


Ciuman ini apa maksudnya? Pikir Lara, matanya mulai terpejam merasakan ciuman pengawalnya itu semakin dalam.


Setelah beberapa saat berciuman dengan Van, Lara pun melepaskan dirinya. Dengan nafas terengah-engah Lara menanyakan apa maksud ciuman barusan.


"Jadi apa sebenarnya yang ingin kau katakan Van? Aku tidak akan tau maksudmu sama sekali jika kau tidak bilang," karena bagaimana pun Lara butuh kejelasan.


"Aku juga mencintaimu Nona Lara," jawab Van.


Lara membulatkan matanya seolah tak percaya mendengar ucapan pengawalnya barusan. Iangsung memengan kedua pipi Vander dan menundukkan wajah pria itu ke kehadapan wajahnya. "Katakan lagi!" Pinta Lara.


"Aku juga mencintaimu Nona Lara."


Jantung Lara seketika bedegup kencang, kupu-kupu diperutmya seolah menari-nari saat ini. Ini sungguhan kah? Tanya Lara dalam hati.


"Nona?"


"Van, karena kau sudah mengatakannya jadi, ayo kita pacaran!" Ujar Lara.


"Apa?" Van dan Lara memang sudah saling menyatakan perasaan mereka, tapi untuk memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, Vander sungguh tak menyangka sama sekali. Apalagi strata sosial diantara mereka berdua memaksa Van seolah harus tau diri.


"Jadi Van, sekarang kau harus menyatakan perasaanmu padaku dan minta aku jadi pacarmu," pinta Lara.


"Huh? Apa itu perlu?" Tanya Van yang baginya merasa tidak perlu melakukan hal macam itu. Bagi Vander melakukan hal semacam itu lebih baik saat memang sugguh-sungguh ingin melamarnya.


"Dulu banyak teman laki-lakiku yang mengutarakan perasaannya padaku, sayangnya aku tidak pernah menerima pernyataan cinta mereka satupun. Oleh karena itu, aku ingin kau jadi satu-satunya pria di dalam catatan hidupku yang aku terima cintanya," jelas Lara.

__ADS_1


Merasa sulit untuk menolak, pada akhirnya Van melakukan apa yang diminta Lara.


Vander pun segera berlutut dengan satu kaki di hadapan Lara dan mengungkapkan perasaannya. "Nona Lara aku mencintaimu, mulai hari ini bersediakah kau menjadi kekasihku?" Van meraih satu tangan Lara lalu menciumnya.


Wajah Lara langsung merah merona. Aduh kenapa aku yang malah jadi malu ya? Van saat ini benar-benar seperti seorang pangeran yang tengah menyatakan cintanya pada seorang putri.


Lara mengangguk. "Aku bersedia jadi pacarmu, sekarang kau bangunlah."


Van lalu berdiri, ia menatap Lara dengan lembut lalu menyelipkan rambut yang tertiup angin itu ke sela telinganya. "Kau benar-benar sangat cantik Nona Lara," puji Vander dengan suaranya yang husky dan lembut.


Gadis itu tersenyum sambil sedikit malu-malu.


Dipeluknya Vander dengan erat. "Aku mencintaimu Vander," ucap Lara sambil terus memeluk pengawal yang kini sudah jadi kekasihnya itu. Mereka berpelukan, pria itu membelai dan menciumi rambut Lara yang harum.


Tiba-tiba Lara menarik tubuhnya.


"Ada apa?" Tanya Vander.


"Van, untuk saat ini sampai waktu yang aku pun belum tahu sampai kapan. Bisakah kita menjalani hubungan ini secara rahasia? Maksudku— jangan biarkan orang-orang terutama pegawai kantor sampai mengetahuinya."


Vander memegang kedua pipi Lara dan berkata, "Aku tau Nona, aku sudah memutuskan hal ini jadi aku sudah tau konsekuensinya sejak awal." Vander memang sudah memikirkan hal itu sejak sebelum dirinya bersedia menjalin hubungan dengan Lara. Sebagai seorang pimpinan perusahaan besar, sudah pasti akan ada citra diri yang diawasi.Yang mana hal termasuk kehidupan pribadi terutama urusan asmara yang pasti akan disorot nanti. Seorang pimpinan perusahaan memiliki hubungan dengan pengawalnya sendiri, bagi sebagian orang hal itu masihlah yang tidak biasa. Bisa-bisa akan banyak opini miring tentang Lara kalau sampai ketahuan.


"Maaf ya Van, kalau hubungan kita tidak bisa seperti layaknya pasangan lain pada umumnya," tandas Lara seraya minta maaf karena membuat hubungan mereka jadi agak rumit.


"Tidak masalah, asal bersama Nona aku sudah cukup!" Ucap Van lalu mengecup singkat bibir Lara.


"Nona Lara..."


Lara berjinjit dan mencium mesra bibir pria  dihadapannya. Tanpa ragu Van pun membalas ciuman itu dengan penuh rasa kenikmatan cinta kasih.


Setelahnya beberapa saat saling berkecup mesra, keduanya saling tersenyum satu sama lain, Van tiba-tiba mengangakat pinggul Lara dan menggendongnya hingga membuat kakinya seolah melayang.


"Di gendong begini aku jadi lebih tinggi daripada kau," ungkap Lara yang wajahnya kini berhadapan sejajar dengan Van.


"Mau aku gendong lebih tinggi lagi?" Tanya Van.


"Huh?"


Entah kenapa Van tiba-tiba usil, ia tiba-tiba menggendong Lara dengan cara membopongnya dipundak dengan satu tangan lalu membawanya pergi.


"Vander turunkan aku, aku bukan karung beras, hei!" Lara menggerak-gerakan kakinya dan memukul-mukul manja punggung kekasihnya itu minta diturunkan.


"Vander turunkan aku, atau kupukul kau nanti!"


"Terserah Nona Lara saja kalau mau pukul juga tidak apa-apa," jawab Van yang tetap tidak mau menurunkan Lara.

__ADS_1


"Van kalau dibopong begini, pakaianku jadi tertiup angin, aku malau kalau sampai ada yang melihat celana dalamku!"


"Kalau ada pria yang berani melihatnya aku akan congkel matanya," jawab Van dengan entengnya.


"Vander kau gila, turunkan aku...! Hei!"


"Nanti aku turunkan kalau sudah dimobil," ucap Vander sambil tertawa.


..."Di pantai yang berpasir dengan dipayungi indahnya langit senja, disinilah awal kisah cinta kita dimulai" -Lara Hazel-...


**


Sementara itu, Aron yang baru saja menemui salah satu pelanggan tokonya, terlihat tengah menikmati minuman di bar salah satu klub malam ternama. Tidak lama muncul seorang wanita berpakaian ketat dan cukup terbuka datang dan duduk disebelanya.


"Buatkan aku satu minuman," ujar wanita itu.


Merasa tidak asing dengan suara si wanita pria itupun menoleh untuk memastikannya.


"Eva?" Ujar Aron tak menyangka.


"Apa kabar Ron!?" Balas Eva.


"Jadi kau benar-benar menetap dikota ini sekarang?" Tanya Aron.


"Ya seperti itulah!"


"Lalu apa tujuanmu kesini? Apa masih ada hubungannya dengan Van dan Crux? Dan kenapa kau menyuruh orang membakar Miracle?" Tanya Aron langsung ke intinya.


Karina tertawa kecil. "Jadi kau sudah tau soal pembakaran itu ya?"


"Vander yang memberitahuku."


"Heh! Sudah kuduga tidak sampai satu hari pasti pria itu langsung tau!" Ungkap Eva seolah tidak heran.


"Kau tahu kan, Vander itu pria yang bagaimana, ditambah dia juga sudah bukan anggota Crux. Jadi  aku sarankan kau lebih baik tidak usah mengganggu hidupnya lagi."


Eva tersernyum masam, seolah menyepelekan peringatan dari Aron tersebut.


"Aku punya urusanku sendiri, lagipula kau juga bukan lagi bagian dari Crux bukan? Jadi apa yang aku lakukan itu bukan urusanmu! Terlebih..."


Tiba-tiba tatapan Eva berubah dingin seolah memancarkan rasa marah sekaligus kekecewaan. "Masih ada urusan yang harus aku selesaikan dengan pria itu!"


Aron tidak tau urusan apa diantara Eva dan Vander. Tapi jika masih ada kaitannya dengan mendiang Nagisa, kemungkinan besar itu konflik internal dimasa lalu mereka yang bahkan Aron pun tidak paham sampai saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


TEMAN-TEMAN PLIS BANGET JANGAN LUPA DIVOTE, COMMENT DAN LIKENYA BUAT SEMANGATIN AUTHOR MAKASIH💜


__ADS_2