
Setibanya di kafe Oliver, Lara langsung melihat Eiji yang sepertinya sudah menunggunya disalah satu meja.
Namun dirinya tidak langsung menghampirinya karena masih merasa gugup. Tapi meskipun begitu, Lara ingin sekali hubungannya dengan Eiji lekas kembali membaik. Alhasil meski gugup ia pun meyakinkan diri dan segera menghampirinya.
"Hai kak!" Sapa Lara berusaha seramah dan sesantai mungkin.
Namun Eiji tak tersenyum sama sekali, nada bicaranya bahkan terasa hambar saat ia menyapa balik Lara.
"Silakan duduk," ucap Eiji menawarakn mau pesan apa?
"Akuβ pesan."
'Bagaimana kalau teh jahe? Itu baik untuk dirimu dan anak diperutmu. "
Lara terkesiap, ia tidak menyangka Eiji masih sangat peduli padanya meski dirinya sudah ia kecewakan.
"Boleh," Lara pun setuju untuk dipesankan teh jahe.
"Baiklah..." Eiji kemudian memanggil pelayan agar mencatat pesanan mereka. Melihatnya masih begitu peduli padanya, Lara jadi semakin yakin, kalau Eiji dan dirinya bisa kembali akrab lagi.
"Baik, kalau begitu silakan tunggu sebentar, aku akan mengantarkan pesanan anda," ucap si pelayan itu kemudian pergi untuk mengambilkan pesanan.
"Umβ kak, terima kasih ya..."
"Untuk apa?"
"Terima kasih karena masih mau peduli padaku yang sudah mengecewakanmu." Bagi Lara sendiri, Eiji sudah ia anggap keluarga dekatnya, apalagi saat ia tinggal di Kanada, pria itu sugguh sangat membantunya disana. Sampai kapanpun Lara tidak akan bisa melupakan kebaikannya. Jadi kalaupun saat ini Eiji marah padanya itu wajar, karena bagaimana pun ia memang salah karena tidak segera jujur pada Eiji.
"Oh iya, kakak ada apa memintaku ketemuan? Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan?"
Tak lama pesanan mereka pun datang. Eiji langsung menyesap moccachino pesanannya sebelum menjawab pertanyaan Lara. Sementara Lara kebalikannya, ia sama sekali tak bisa menikmati minumannya sebelum mendengar alasan Eiji mengajaknya bertemu.
"Kau minumlah dulu tehmu baru aku akan bicara," tandas Eiji yang seolah bisa membaca pikiran Lara. Mau tidak mau Lara pun menurut dan meminum tehnya meski sedikit.
"Sudah kuminum tehnya, jadi ada apa?"
Eiji menghela nafas perlahan. "Aku minta bertemu karena ingin kau jelaskan dengan sejujur mungkin, bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Vander sejak awal, dan kenapa kalian harus menyembunyikannya?"
Merasa yang bisa percaya pada Eiji, akhirnya Lara menceritakan kepada pria itu kenapa ia menyembunyikan pernikahaannya.
"Jadi begitu? Dan kau tidak masalah?" Tanya Eiji.
"Aku percaya pada Vander, aku yakin apa yang ia lakukan pasti demi diriku dan anak-anak kami. Diaβ dia laki-laki yang baik kak... percaya padaku." Lara mencoba meyakinkan Eiji kalau suaminya itu pria yang sangat baik.
"Sejujurnya aku tidak ingin mendengarmu memuji-muji pria lain di hadapanku, sekalipun dia suamimu. Tapi setelah kau menceritakan semuanya padaku tentangmu dan Vander, aku sekarang paham. Sejak dulu kau memang tak pernah mengizinkan pria lain mengisi hatimu. Kau telah mengunci satu nama di dalam hatimu dan nama itu adalah suamimu."
"Sekali lagi maaf aku tidak langsung jujur padamu kak. Tapi sungguh aku tidak pernah sekalipun bermaksud menipumu, aku benar-benar minta maaf," sesal Lara.
"Aku paham," Eiji meraih satu tangan Lara diatas meja lalu menatap wajahnya dalam-dalam.
"Kau tahu, sejak dulu dihatiku juga hanya ada satu nama yaitu kau. Tadinya aku percaya lambat laun kau akan menerimaku setelah sekian lama. Tapi kemudian aku menyadari kalau, kau dan aku itu sama. Kita sama-sama hanya ingin mencintai satu orang dan tak bisa berpaling. Hanya bedanya kau berhasil mendapatkannya, sementara aku tidak."
"Kak Eiji..."
"Aku merasa ini tak adil buatku, mengingat aku lebih dulu kenal dirimu tapi yang kau pilih malah dirinya. Sebenarnya ini salahku juga, seandainya dulu aku lebih cepat menyatakan cinta padamu sebelum kau bertemu Vander, mungkin kau bisa jatuh cinta padaku." Eiji tersenyum getir. "Tapi mau bagaimana pun, semua sudah terjadi. Oleh karenanyaaku memutuskan untuk berdamai dengan hatiku. "
"Ma- maksud kakak?" Lara tidak paham dengan perkataan Eiji.
"Aku menerima semua ini, menerima kalau nyatanya kau sudah jadi milik Vander."
"Jadi maksudmu...?"
"Dengar dulu, aku menerima semua ini tapi bukan berarti aku berhenti mencintaimu. Sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu Lara dengan caraku sendiri."
"Tapi kak, cinta sepihak hanya akan menyiksa perasaanmu saja dan kau akan sakit..." ucap Lara dengan tatapan sedih.
"Kau tenang saja, selagi kau masih bisa memberikan senyum bahagiamu padaku, itu sudah cukup."
"Tapi... akan lebih baik kalauβ"
"Tidak, tolong jangan minta aku untuk melupakanmu dan menemukan cinta yang lain. Hatiku, perasaanku, hanya aku yang tahu. Jadi mulai sekarang, ayo kita kembali akrab lagi," tandas Eiji tersenyum meski Lara tahu hati pria itu saat ini pasti sakit menahan perih. Aku tidak boleh sedih, kak Eiji sudah berusaha tersenyum demi aku.
"Ya, mari kita berteman baik," ucap Lara kemudian menjabat tangan pria itu dan tersenyum manis.
Kak Eiji...
Aku minta maaf atas semua takdir ini.
__ADS_1
Dan jika ditanya siapa manusia yang paling tulus dan layak dicintai saat ini? Dialah kau Eiji. Ketulusanmu membuatku seolah akulah antagonisnya saat ini. Aku berharap, suatu saat nanti kau akan menemukan kebahagiaanmu sendiri dengan wanita yang seribu kali lebih baik dariku.
Sekali lagi, terima kasih kak..
...πππ...
Sore harinya tanpa pemberitahuan apapun. Tiba-tiba saja Vander melakukan konferensi pers mendadak yang akan disiarkan langsung, di lebih dari 1000 media pemberitaan dalam negeri. Hari itu aula serba guna Laizen tower pun tiba-tiba saja ramai sekali dihampiri para awak media.
Para anggota pers dari berbagai media yang hadirpun saat itu bahkan masih tampak kaget, heran serta bertanya-tanya, kenapa mendadak sekali tuan Vander melakukan konferensi pers? Apalagi para awak media baru diberitahu kalau CEO Laizen Group akan melakukan konferensi pers secara live sore ini.
Vander yang ada di ruangannya mengenakan kemeja hitam dengan kacing dada agak terbuka, terlihat sedang duduk sambil menikmati segelas anggur, tiba-tiba saja dihampiri oleh Robert yang datang untuk memberitahukan kalau semua awak media sudah berkumpul di aula.
Pria itu pun berdiri dan meneguk anggurnya sampai habis. Lalu meraih jasnya yang ada di sandaran kursi kerjanya dan memakainya. "Oke aku akan kesana!"
...----------------...
Di aula saat ini riuh suara dari para wartawawan dari berbagai media pun kian terdengar. Banyak dari mereka yang saling bertanya-tanya, alasan CEO Laizen itu mengadakan konferensi pers?
Sebenarnya ada apa?
Apa terkait rumor aborsi itu?
Atau tentang projek mega besar yang akan segera dijalankan Laizen grup?
"Ah itu tuan Vander sudah tiba!"
Sekrtika lampu flash kamera para awak media pun seolah saling bersahutan ke arah Vander. Mereka seolah tidak ingin kehilangan sedetik pun untuk mengabadikan moment kedatangan CEO Laizen Group itu. Di temani Robert yang berjalan dibelakangnya, Vander langsung mengambil duduk di kursi yang mana sudah tersedia untuknya.
Sebagai asisten dan tangan kanan Vander, Robert pun meminta lewat mic kepada seluruh awak media, agar segera tenang karena konferensi pers akan segera dimulai.
Tak sampai lima menit akhirnya suasana ruangan mulai kondusif dan konferensi siap dimulai. Melihat semua sudah tenang, Vander pun akhirnya mulai bicara.
"Pertama-tama aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua awak media yang sudah datang. Hari ini aku ingin mengatakan beberapa pengumuman penting, terkait Laizen Group dan tentangku diriku sendiri."
Tuan apa Laizen berencana membuat mega project dalam waktu dekat?
"Iya, dalam jangka waktu tiga tahun kedepan Laizen group akan membangun beberapa perusahaan berbasis teknologi dan sains. Selain itu dibidang wisata lokal dan hiburan, karena tujuan ku adalah menjadikan Laizen group sebagai salah satu dari lima perusahaan raksasa di dunia. Oleh sebab itu aku berharap media dan semua orang di negeri ini mendukungnya."
Sektor industri swasta di negeri ini tujuh puluh persen dikuasai Laizen Group, apa kedepannya anda akan mengakuisisi beberapa perusahaan lagi?
"Iya, dan salah satunya adalah perusahaan lokal yang bergerak dibidang multimedia. Aku yakin perusahaan lokal kita jika dikelola dengan baik dan serius, akan sangat bisa bersaing dengan perusahaan di luar besar lain diluar sana."
Vander tesenyum kecil. "Mengenai rumor itu ada benar dan ada salahnya."
Eh? Maksud anda apa tuan?
"Soal rumor aku meminta seorang wanita melakukan aborsi itu salah besar, tapi rumor tentang aku dengan wanita itu ke dokter kandungan memang benar adanya."
Seketika semua hadirin disana kaget, mendengar Vander mengatakan dirinya memang menjalin hubungan dengan seorang wanita. Karena selama ini, meski sering dirumorkan dengan berbagai wanita, tapi baru kali ini ia menanggapinya.
Tuan apa wanita itu dari kalangan seleb atau pengusaha sosialita?
Apa pekerjaannya dan apa dia masih muda?
Semuanya tampak ingin tahu latar belakang wanita yang dekat dengan Vander.
"Saat ini aku sedang memiliki hubungan dengan seorang wanita yang cantik, masih muda, dan dia segalanya buatku. Aku tidak akan memberitahu profesinya, yang jelas dia wanita yang baik dan pekerja keras. Dan yang terpenting aku dan dia saling mencintai."
Wah, anda seperti benar-benar jatuh cinta pada wanita beruntung itu ya...?
"Sangat, aku jatuh cinta terlalu dalam padannya. Dia adalah duniaku dan kebahagianku saat ini dan selamanya. Jadi semuanya, sampai saatnya nanti aku kenalkan wanitaku. Aku berharap rekan-rekan media sekalian menghargai dengan cara tidak mengorek terlalu dalam privasiku dan kekasihku. Aku akan sangat berterima kasih jika kalian menghargaiku. Meski aku tahu itu sulit bagi media yang memang pekerjaannya adalah mengorek berita. Yang jelas aku atas nama pribadi sebagai manusia biasa, berharap kalian menghormati hak privasiku."
Sebagian besar pun setuju dengan statement Vander barusan. Sebagai warga negara ia tentu berhak atas haknya diluar profesinya yang pesohor bisnis.
"Dan aku rasa konferensi persnya cukup sampai disini saja, sekali lagi aku ucapakan banyak terima kasih kepada para rekan media yang sudah hadir. Selamat sore menjelang malam."
Sebelum pergi Vander tiba-tiba mengatakan sesuatu lagi. "Dan terakhir sebelum live ini selesai. Aku ingin mengatakan pada kalian semua kalau aku sangat mencintai wanitaku. Untukmu sayangku yang paling indah diantara yang terindah, i love you my honey queen...!" Vander mengerlingkan matamya, lalu pergi meninggalkan aula di saat semua awak media ramai-ramai ikut salah tingkah dan terbawa perasaan, mendengar Vander menyatakan sayang dan cinta untuk kekasihnya disaat siaran langsung.
...πππ...
Begitupun diluar gedung Laizen tower, orang-orang yang ikut menyaksikan live konfers Vander pun ikut heboh sekaligus iri. Terutama para kaum wanita yang mengidolakan CEO itu. Beberapa dari mereka ada yang patah hati karena tau pria itu sudah memiliki tambatan hati, namun sebagian malah ikut bahagia dan penasaran dengan wanita beruntung yang dipilih olehnya.
Begitupun di area kantor Lavioletta, disana para karyawan sebagian besar heboh dengan berita itu. Mereka semua berhasil dibuat penasaran dengan pengakuan Vander tadi soal kekasihnya dan ungkapan cintanya.
Tak mau ketinggalan, Gavin dan Mira di kedai mereka pun ikut heboh membicarakan Vander sambil menonton cuplikan konferensi persnya tadi.
"Lihat kakakku Mira, dia keren sekali kan!"
__ADS_1
"Ternyata pria kejam seperti dia kalau sudah menemukan tambatan hati bisa jadi budak cinta level dewa ya," sahut Miranda.
"Kak Lara beruntung dapat kak Vander,"
"Terbalik, Vander yang beruntung dapat Lara."
"Iya sama-sama beruntung. Seperti kau dan aku kan Mira..."
"Hih!
Di sosial media yang memposting video konferensi pers Vander pun ikut ramai dibanjiri komentar lucu dari warganet.
Tuan Vander sudah punya pacar...!
Lihat, dia pria baik-baik. Mana mungkin menggugurkan kandungan wanitanya!
OMG dia ternyata tidak jomblo?
Tuan tampan aku penasaran dengan wanitamu..!
Pupus sudah harapan jadi istrinya Vander Liuzen, tapi aku tetap akan menganggapnya suami onlineku!
Aku cemburu mendengarnya bilang cinta untuk kekasihnya tadi..
Tuan Vander yang tampan sangat romantis!
Andai aku si wanita itu π₯²
Tolong jadikan aku selirmu tuan...
Hari patah hati wanita senegara... hahaha
Para wanita di komentar ingin menikahi tuan Vander, tapi mereka lupa kalau mereka tak seberharga ferrari CEO Laizen.
Sementara Lara sendiri, dirinya nampak sumringah saat keluar gedung kantor Lavioletta. Wanita itu terus saja mengulum senyum sambil berjalan memandang ke depan menghampiri sebuah mobil land rover hitam yang tidak lain adalah mobil sang suami yang sudah datang untuk menjemputnya.
"Maaf agak terlambat menjemputmu," ucap Vander seketika Lara masuk."Sebagai permintaan maaf ini aku bawakan lagi, setangkai mawar hasil perkebunannya Dominic." Pria itu memberikan setangkai mawar merah pada sang istri sebagai tanda permintaan maaf.
Lara pun langsung mengambil mawar itu dan menciumnya. "Kalau begitu kau dimaafkan tuan gombal tingkat negara," ucap Lara sambil tersenyum.
"Kenapa kau sebut aku gombal?"
"Karena kau berani mengatakan kata-kata semanis itu di siaran live."
"Kenapa, kau tidak suka ya?" Tanya Vander dengan nada polosnya.
"Siapa bilang tidak suka? Aku suka sekali kok!"
"Benarkah?"
"Aku suka sekali, saat ini aku merasa jadi wanita paling bahagia di dunia." Karena meskipun tak nampak tapi setidaknya Vander telah mengakui di publik kalau dirinya milik seseorang.
Vander tersenyum lega. "Syukurlah, aku hanya ingin semua tau kalau aku sangat mencintai istriku."
Lara seketika mendaratkan ciuman manis ke bibir suaminya. "Terima kasih sudah mengatakan hal manis buatku ke penjuru negeri."
"Sama-sama."
Vander tiba-tiba menarik tubuh sang istri duduk dipangkuannya dan menatap Lara.
"Apa kau senang istriku?"
"Iya aku senang sekali," ucap Lara melingkarkan kedua tangannya dikedua pudak kokoh suaminya.
"Kalau begitu aku akan jauh lebih senang."
Lara tersenyum dan menatap lembut wajah suaminya. "Aku senang, karena setidaknya sudah memberitahukan pada dunia kalau kau memiliki seorang wanita yang sangat kau cintai yaitu aku."
"Aku sungguh sangat mencintaimu Lara."
"Aku tahu, karena aku pun cinta padamu."
Mereka pun beciuman mesra.
Sampai akhirnya tiba nanti, aku pastikan semua akan melihat sosokmu sebagai satu-satunya wanitaku Lara, aku janji...
...πππ...
__ADS_1
TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA YA DI LIKE, COMMENT, DAN VOTE, SAMA GIFTNYA JANGAN LUPA YA... PLIS PLIS PLIS π