
Hari ini Lara serta para jajaran staf dari Laizen Grup dan Lavioletta, terlihat mengecek ulang persiapan untuk acara besok di Canary Palace. Disana juga terlihat beberapa perwakilan dirut dari beberapa brand fashion dunia yang juga turut meninjau lokasi acara. Diperkirakan acara fashion besok akan dihadiri sekitar 10 sampai 20 ribu pengunjung. Dan kabarnya juga, melihat animo masyarakat yang membludak, pihak Laizen grup akhirnya memutuskan untuk membuat acara bazar fashion selama tiga hari setelah acara utama berlangsung.
"Bagaimana nona Yuna, apa semua persiapannya menurut anda sudah oke?" Ujar pria yang jadi penanggung jawab tempat digelarnya acara.
"Ya setelah aku lihat sepertinya semuanya sudah oke. Tapi tetap saja nanti harus kau cek ulang, karena aku tidak ingin ada kesalahan teknis sekecil apapun di hari H nanti."
"Baik Nona."
Sementara itu, Lara yang diutus sebagai perwakilan Laizen bersama Robert merasa gugup untuk acara besok. Ia takut respon orang-orang saat melihat rancangannya akan buruk, ditambah event besok adalah acara pertama untuk Lara sebagai desainer, hal itu semakin membuatnya cemas.
Melihatnya begitu, Yuna pun langsung menghampiri Lara dan menepuk pundaknya. "Hei, apa yang kau pikirkan? Apa kau khawatir dengan acara besok?"
"Oh nona Yuna, ya sebenarnya aku khawatir dan gugup. Apalagi disana nantinya akan ada banyak orang penting, dan media yang akan datang meliput. Akuโ"
"Hais! Sudahlah... kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi. Wajar sih kalau gugup, tapi bagaimanapun kau harus yakin dengan kemampuanmu. Tenang saja, besok pasti akan baik-baik saja, percaya padaku!" Yuna memberikan semangat untuk Lara.
...๐๐๐...
Sementara di sebuah kafe berbintang, Vander terlihat melakukan pertemuan makan siang bersama Eiji dan asistennya Sona. Disana mereka bertiga membicarakan tentang sejauh mana proses pembangunan Resort Laizen di kota RK. Eiji selaku arsitek pun menjelaskan kalau pembangunan resortnya kini sudah berjalan tiga puluh persen lebih, dan itu bisa dibilang cepat untuk ukuran project sebesar resort.
"Lalu apa ada kendala lainnya dalam pembangunannya tuan Eiji?" Tanya Vander yang kemudian menyesap secangkir kopi ditangannya.
"Sejauh ini sih tidak, semua berjalan dengan sangat rapi dan terperinci. Ditambah kucuran dana dari Laizen grup tidak pernah terlambat jadi semua pengerjaannya berjalan sesuai yang telah di rencakanan."
"Bagus kalau begitu, ternyata aku memang tidak salah memilih Revoir Building untuk tender ini, kau memang arsitek yang sangat berbakat dan handal tuan Eiji."
"Terima kasih pujiannya tuan Vander. Oh iya untuk acara fashion di Canary Palace yang diadakan besok, aku akan datang. Kebetulan Lara memintaku datang kesana. Kau, tidak keberatan kan?" Eiji menatap ke arah Vander yang sedang menyesap kopi dengan sangat tenang.
Pria itu lalu tersenyum sambil meletakan kembali cangkir kopinya. "Tentu saja, siapapun yang memang diundang kesana tentu saja bisa datang, termasuk anda tuan Eiji."
Tak lama kemudian, Vander melihat arloji ditangannya dan kemudian izin pamit. "Baiklah, karena waktuku tak banyak, jadi aku rasa pembicaraan kita cukup sampai disini saja. Kalau begitu aku permisi tuan Eiji, dan nonaโ"
"Sona tuan, namaku Sona."
"Ah iya itu, kalau begitu aku permisi, sampai ketemu besok tuan Eiji," ujar Vander lalu pergi meninggalkan kafe.
Melihat Vander yang telah berjalan pergi, Eiji pun menghela nafas. Sona yang melihat wajah bosnya seperti tengah memikirkan sesuatu pun sontak bertanya, "Apa anda baik-baik saja tuan?"
"Ya, aku baik-baik saja."
"Oh iya tuan, sebenarnya aku ingin menanyakan pertanyaan yang sama sekali di luar pekerjaan kita."
Eiji mengerutkan alisnya. "Apa?"
"Aku ingin tanya, se- sebenarnya hubungan tuan dan nona Laraโ itu seperti apa sih? Um- ma- maksudku, aku penasaran saja kenapa, kenapa tuan dan, tuan Vander seperti sedang memperebutkan nona Lara?"
Eiji terdiam.
"Eh t- ta- tapi tuan jika anda tidak mau jawab tidak apa kok, lupakan saja," ungkap Sona fak enak hati.
Pria itu tersenyum getir. "Tidak apa Sona, pada kenyataannya tanpa diberi tahu juga orang lain bisa menilai bukan?"
"Tu- tuan, maaf." Sona jadi agak menyesal sudah menanyakan hal tersebut pada bosnya.
"Tidak perlu minta maaf, sudahlah ayo kita kembali ke kantor."
...๐๐๐...
Di sudut jalan tempat dimana sekolah Rey berada, terlihat ada sebuah mobil sedan berwarna gelap yang sejak tadi sudah terparkir disana. Dan saat jam sekolah usai, seorang pria yang mengenakan jaket kulit dan kacamata hitam pun tampak keluar dari mobil tersebut. Ya, dialah Jeden Lee.ย Di sana pria itu terlihat memperhatikan setiap anak yang keluar dari pintu gerbang taman kanak-kanak tersebut. "Ck! Mana anak itu, kenapa belum terlihat?" Ucapnya dengan nada kesal.
Jeden tiba-tiba mengambil selembar foto dari saku celananya, dimana itu adalah foto Rey yang telah berhasil di ambil oleh anak buahnya beberapa hari yang lalu. Oleh karena itu, hari ini Jeden sengaja datang kesini untuk melihat secara langsung anak Lara tersebut. Karena merasa repot kalau harus memperhatikan dari jauh, akhirnya Jeden pun memutuskan untuk mendekat ke arah sekolah itu.
Ia berjalan memasuki gerbang sekolah, disana ia melihat ada beberapa guru pengajar yang tengah berjejer di dekat gerbang seraya memberi ucapan selamat jalan kepada anak-anak dan orang tua yang hendak pulang. Jeden seketika menggerakan bola matanya ke berbagai arah seraya mencari ditiap sudut, tempat dimana keberadaan Rey saat ini.
"Itu dia!" Akhirnya Jeden menemukan Rey yang terlihat tengah duduk di ayunan bersama satu temannya sambil menunggu di jemput. Dan tanpa banyak pertimbangan Jeden pun langsung bergerak mendekatinya.
"Rey lihat! Disana ada paman berkacamata mendekati kita!" Ujar teman Rey sambil menunjuk arah belakang Rey
Sontak Rey pun langsung menoleh kebelakang dan melihatnya sendiri. Seketika Rey langsung mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya, siapa paman itu?
"Halo anak-anak, kalian sedang apa?" sapa Jeden.
Rey yang langsung merasa curiga dengan kehadiran pria itu pun membalas. "Paman ini siapa? Aku dan temanku tidak kenal denganmu. Paman ini bukan orang jahat kan?"
"Eh- ten- tentu saja aku bukan orang jahat. Akuโ"
"Lalu kenapa paman kemari? Apa paman sedang mencari anak paman yang sekolah disiniย juga?"
"I- itu aku sebenarnya..." Sial! Anak ini benar-benar sikapnya mengingatkanku pada si Vander busuk itu!
"Paman kenapa tidak jawab, atau jangan-jangan kau itu benar-benar penculik ya?"
"A- aku bukan penculik, aku hanya ini hanya orang dari agensi iklan yang sedang mencari anak-anak berbakat untuk di casting iklan. Dan aku lihat kalian terutama kau (Rey), sangat cocok untuk jadi bintang iklan. Oleh sebab itu akuโ"
"Oh begitu, tapi maaf ya paman, aku dan temanku dilarang bicara lama-lama pada orang asing. Jadi kami mau pergi, ayo Sora kita pergi!" Rey pun langsung menarik tangan temannya dan mengajaknya pergi menjauhi Jeden.
__ADS_1
"Aduh Rey pelan-pelan tariknya!"
Sebelum pergi Rey nampak sekilas menatap sinis ke arah Jeden. Hal itu membuat Jeden sampai mengepalkan tangannya dan merasa kesal saat itu juga. "Anak itu merepotkan, aku benar-benar tidak suka padanya dia agaknya akan sulit untuk diperdayai. Tapi tidak apa-apa, setidaknya dengan aku tau anak itu, aku jadi memiliki senjata baru untuk melancarkan rencanaku kedepannya."
...๐๐๐...
Akhirnya hari yang ditunggu Lara pun tiba. Di jantung kota ZR tepatnya di Canary Palace dan sekitarnya, terpantau sangat ramai dan padat sejak pagi. Hal itu tentu saja disebabkan karena banyaknya antusiasme dan animo masyarakat baik lokal maupun asing, yang ingin melihat pagelaran fashion tahunan paling bergengsi di negeri ini. Ditambah disana juga akan banyak model serta selebriti papan atas yang hadir. Hal itu membuat semua yang datang semakin bersemangat dibuatnya.
Sebelum acara dimulai, acara dibuka dengan sambutan singkat dari CEO Laizen grup yang juga merupakan chairman atas diselenggaranya acara tersebut. Dan tak lupa direktur serta kepala desainer Lavioletta Yuna pun ikut memberi sambutan.
Setelah acara sambutan dilakukan, acara utama pun dimulai dengan pameran beberapa busana musim gugur koleksi Lavioletta yang akan mulai dipasarkan bulan depan. Disana terlihat antusiasme para pengamat fashion sangat luar biasa.
Vander yang sejatinya tidak paham acara seperti ini pun terpaksa harus melihat para model berjalan lenggak lenggok di atas panggung memamerkan busana. Aku malas sekali disini, tapi aku ingin lihat rancangan Lara dipamerkan, pikir Vander tampak bosan.
"Kak, kau bosan ya?" Bisik Gavin yang tenyata duduk di kursi vip dibelakang Vander.
"Aku ingin menemui istriku!" Jawab Vander singkat.
"Kak Lara tadi aku lihat ada di backstage, sepertinya ia agak gugup melihat ini pertama kalinya rancangan yang ia buat, dipamerkan dan dilihat oleh puluhan ribu orang secara langsung."
Mendengar hal itu,Vander jadi khawatir. Ia kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan untuk sang istri yang saat ini ada dibelakang panggung.
Di belakang panggung, Lara yang memakai gaun tanpa lengan berwarna violet, tampaknya sedang berusaha mempersiapkan diri karena tak lama lagi racangannya akan segera ditampilkan. Saat itu ia mendengar ponselnya berbunyi. Seketika ia pun langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk.
Lara membuka dan kemudian membaca pesan yang ternyata dikirim oleh suaminya barusan.
Dari suamiku ๐
Sayang, apa kau gugup? Aku rasa iya, tapi aku yakin setelah kau baca pesanku ini kau pasti tidak akan gugup lagi. Kau tenang saja,ย kau itu berbakat dan semua orang pasti akan kagum dengan rancanganmu nanti, Jadi yakinlah pada kemampuanmu. Aku disini dan orang-orang yang sayang padamu disini akan selalu mendukungmu. Semangat istriku yang paling cantik dan hebat sedunia
Membaca pesan dari sang suami Lara seketika senyum-senyum sendiri dibuatnya, dan ia pun segera membalas pesan tersebut.
^^^Untuk suamiku ๐^^^
^^^Terima kasih atas kata-kata semangatnya suamiku, aku sekarang sudah lebih tenang. Sekali lagi terima kasih ya, aku sangat mencintaimu.^^^
Sementara di sudut lain, Emily yang tengah di di make up, melihat Lara yang senyum-senyum sendiri seketika jadi kesal sendiri dibuatnya. Apa-apaan senyum-senyum begitu sambil membaca pesan, seperti baca pesan dari pacar saja! Atau itu dari suaminya? Huh! Aku benar-benar tak suka lihatnya!
"Mama semangat!"
"Lara kau semangat ya!"
Mira dan Rey yang ikut berada dibelakang layar pun turut menyemangati Lara. Ditambah Yuna juga ikut memberi dukungan padanya.
"Terima kasih ya semua, aku jadi semakin semangat!" Ucap Lara terlihat jadi lebih bersemangat.
"Nona Emily semangat," ucap asistennya yang tengah mendandani Emily.
"Aku tidak butuh semangat dari pegawai sepertimu!" Omelnya lalu pergi.
"Hahaha, kau dimarahi ya?" Celetuk MUA yang datang menghampiri asisten Emily.
"Iya, padahal maksudku kan baik huhu..."
"Heh kan sudah kubilang, model satu itu sombongnya sampai ke langit. Padahal juga dia belum terlalu senior tapi sombongnya setinggi angkasa."
"Iya ya, aku juga heran kenapa nona Emily sombong sekali begitu, apa dia pikir dia akan selamanya terkenal?"
"Dia memang sombong, berbeda dengan nona Lara, dia sangat menyenangkan dan baik. Padahal aku baru kali ini jadi periasnya. Selain itu kulitnya bagus dan wajahnya cantik, kalau dipikir kenapa nona Lara tidak jadi model juga saja ya? Lagipula tinggi badannya masuk kriteria model juga kok, apalagi bandannya ramping jadi terlihat tinggi meski tingginya dibawah seratus tujuh puluh."
Akhirnya tiba saatnya rancangan Lara dipamerkan diatas panggung. Para model yang mengenakan rancangannya termasuk Emily terlihat mulai satu persatu, berlenggak-lenggok memamerkan busana rancangan Lara.
Melihat dari respon hadirin saat ini, sepertinya banyak yang kagum dan memuji rancangan Lara tersebut.
Wah ini hasil rancangan perancang baru Lavioletta kah?
Keren sekali!
Aku penasaran dengan perancang busana seperti apa dia?
Katanya masih muda, pasti Lavioletta akan semakin maju kalau menjadikan Lara Hazel itu desainer tetap mereka.
Good! Good!
What an amazing, they're disign so good!
Para pengamat fashion disana pun terlihat memuji rancangan Lara itu.
Melihat respon baik dari para hadirin, Vander yang duduk paling depan menyaksikannya pun jadi merasa bangga sekali pada istrinya saat ini.
Di kursi lain juga, terlihat Eiji yang tak hentinya terpukau melihat tiap rancangan Lara yang sedang dipamerkan satu persatu. Hingga akhirnya sesi pameran desain rancangan Lara selesai, ia sebagai perancang bersama Yuna sang pimpinan pun muncul mendampingi para model itu di panggung untuk mengucapkan terima kasih dan menerima bunga. Semua orang langsung bertepuk tangan melihat Lara yang akhirnya naik ke panggung. Mereka juga memuji Lara yang tampak sangat cantik dan pantas jika jadi model.
Setelah selesai, akhirnya Lara kembali ke belakang panggung dan minum. Dirinya benar-benar merasa sudah lega saat itu. Dibelakang panggung Lara juga tiba-tiba mendapati banyak buket bunga dari banyak orang, termasuk para pengamat fashion dan awak media. Dan siapa sangka, baru sekali memperkenalkan rancangannya, Lara malah sudah dapat surat dari beberapa orang yang memutuskan jadi penggemarnya.
"Lara kau keren sekali!" Ucap Mira sambil memeluk wanita itu penuh rasa bangga.
__ADS_1
"Mama hebat!" Seru putranya juga.
"Sayangku, terima kasih sudah mendukung mama ya." Ucap Lara sambil memeluk putranya.
Disana juga tiba-tiba ada Eiji yang kebetulan jadi tamu VIP, ia membawa buket bunga dan memberikan selamat untuk Lara.
"Lara, selamat ya... Kau cantik sekali, eh maksudku tadi hebat sekali," ucapnya sambil menyerahkan buket tersebut.
"Terima kasih kak, dan terima kasih juga karena sudah datang menyaksikan."
"Sama-sama."
Dan dari tempat yang sama, Emily yang juga banyak mendapat ucapan selamat dari penggemarnya, merasa masih tidak cukup puas karena melihat Lara yang kini juga sepertinya akan punya penggemar. Hal itu membuat rasa iri dan tidak sukanya terhadap Lara semakin menumpuk. Emily pun kesal dan memutuskan pergi ke ruangannya.
Di dalam ruangannya Emily marah-marah. "Huh! Aku tidak terima! Bisa-bisanya perancang magang itu lebih disorot dibanding aku yang model papan atas!"
"Emily kau kenapa lagi sih! Kau tahu diluar ada beberapa wartawan mau mewawancaraimu tahu!" Ujar Naomi sang manajer yang baru saja masuk.
"Naomi, kau lihat kan! Masa aku yang supermodel harus saingan dengan si perancang magang Lara itu!" Ujarnya kesal.
"Ya mau bagaimana lagi, rancangannya memang bagus, dan jujur saja dia cantik jadiย tidak heran kalau bisa cepat dapat perhatian."
"Naomi! Kau ini manajerku apa musuku sih!"
"Ya aku manajermu, cuma aku kan hanya mencoba netral. Tapi kalau dipikir-pikir misalnya popularitasmu turun aku repot juga sih!"
"Sudahlah kau keluar sana, aku mau sendiri dulu!"
"Okey, tapi ingat sepuluh menit lagi kau harus muncul untuk pengenalan global ambassador Lavioletta."
"Aku tahu!" Jawab Emily yang terlihat masih kesal.
"Sial! Semakin hari aku semakin tidak suka rasanya pada Lara! Dia sok cantik tapi..." Emily seketika tersenyum. "Tapi- dibanding memikirkan si Lara norak itu, bukankah setelah ini aku akan naik panggung sebagai Global Ambassador, dan pasti saat itu tuan Vander akan ikut naik panggung kan? Ah benar! Di momen itu akan aku ambil kesempatan untuk menebar rumor hehe..."
"Lara setelah ini kan pengenalan global ambassador, kau mau disini atau lihat dari kursi penonton?" Tanya Mira.
"Sebenarnya aku mau lihat dari kursi penonton, tapi Rey?" Lara tidak ingin seenaknya meninggalkan putranya dan menitipkannya ke Mira terus.
"Mama tenang saja, aku tidak apa-apa kok! Mama dan bibi Mira menonton saja, aku biar disini saja dengan paman Tori."
"Kau yakin sayang?"
"Em!" Angguk Rey.
Setelah sepakat dengan Rey, akhirnya Lara dan Mira memutuskan menonton di kursi penonton untuk melihat pihak Lavioletta mengenalkan global ambassador mereka.
Ladies and Gentleman please welcome CEO of Laizen Group Mister Vander Liuzen!
Semua orang bergemuruh sambil bertepuk tangan menyambut Vander yang naik ke atas panggung. Lara seketika tersenyum bangga melihat sang suami berdiri diatas panggung dengan penuh karisma mengutarakan visi dan misinya.
Setelah semua rangkaian sambutan, akhirnya tiba waktunya untuk mengenalkan global ambassador Lavioletta.
"Baiklah aku Yuna selaku dirut utama Lavioletta, meminta semuanya menyambut meriah global ambassador Lavioletta kita, Emily Hasaki...!"
Emily terlihat berjalan anggun diatas panggung dan berdiri diantara Vander dan Yuna. Semuanya hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah, termasuk Lara yang meski tak suka pada Emily ia tetap terlihat memberi dukungan untuk sang suami dan Yuna.
"Eh Lara menurutmu apa wanita itu pantas dijadikan global ambassador? Aku kok kesal sih lihat wajah si Emily itu," bisik Miranda.
"Aku juga tapi mau bagaimana lagi, dan aku rasa dia juga tidak terlalu buruk, hanya memang kelakuannya saja yang seperti monster kalau dibelakang layar."
"Kenapa tidak kau saja, Vander pasti dengan senang hati kalau istrinya mau jadi GA salah satu anak perusahaannya," goda Mira.
"Kau bicara apa sih! Aku ini desainer bukan model!"
Diatas panggung Emily tampak mencari kesempat untuk bisa tampak dekat dengan Vander. Wanita itu berpikiran untuk mencari momen dimana dirinya bisa terlihat oleh sorot kamera seolah ia memiliki kedekatan khusus dengan bos Laizen group itu.
Akhirnya Emily pun terlihat berpura-pura mau terjatuh. Dan benar saja, Vander yang disebelahnya langsung menahan tubuh Emily agar tidak jatuh. Alhasil semua kamera media tertuju pada mereka, Emily yang sengaja tak mau segera melepaskan diri dari rangkulan Vander malah sengaja memeluk pria itu. Untungnya Vander yang segera sadar kalau semua sorot kamera kearahnya pun langsung melepaskan Emily.
Di kursi hadirin, Lara yang menyaksikan hal itu pun jadi emosi dan kesal.
"Lihat Lara, wanita itu menggoda tuan Vander," ungkap Mira yang juga ikut emosi melihatnya.
"Emily! Dasar wanita itu bisa-bisanya dia menggoda Vander diatas panggung!"
Lara yang saat itu sangat kesal dan ingin menampar wajah Emily, tiba-tiba saja malah dihampiri oleh Tori yang datang dengan raut wajah panik.
"To- tori ada apa? Kenapa kau panik begitu?" Tanya Lara khawatir.
"Nyonya, tuan kecilโ tuan kecil tiba-tiba kesakitan, kita harus segera membawa tuan kecil ke rumah sakit!!
"Apa?! Rey kenapa Tori!?"
"Aku tak bisa jelaskan, tapi disana tuan Eiji sudah membawa tuan kecil ke mobilnya.
"Oke aku segera kesana!" Lara yang khawatir dengan Rey pun langsung berbalik bandan dan meninggalkan acara tersebut.
__ADS_1
...๐๐๐...
TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA YA DUKUNGANNYA, GIFT, LIKE, COMMET SEMUANYA MAKASIH ๐