
Di gedung Lavioletta, Lara yang ditemani oleh Naomi terlihat tengah mengobrol dengan Yuna, membahas apakah Lara menerima tawaran untuk mau bergabung menjadi salah satu creative designer disana?
"Tentu saja aku mau, tapi aku masih harus negosiasi dengan bosku. Ya kau tau sendiri kan nona Yuna, bagaimana tuan Vander?"
"Iya sih dia memang pria yang agak sulit diajak kompromi, apalagi kelihatannya tuan Vander sangat menyayangimu."
Lara sejenak tersipu malu.
"Oh iya untuk perhelatan di singapura nanti, Lara bisakah aku meminta bantuanmu?"
"Bantuan apa nona Yuna?"
Yuna meminta Lara untuk jadi partnernya dalam pemilihan busana yang akan dibawa ke even fashion internasional di singapura bulan depan. Hal itu karena Yuna menilai kalau kemampuan Lara dalam membaca minat pasar sangat baik dan tepat sasaran. Contohnya desain rancangan yang ditampilkan waktu itu, dalam waktu singkat model gaun rancangannta sudah sangat laris dan jadi trend yang menginspirasi rumah mode lokal maupun internasional.
"Aku sih mau saja, tapi sepertinya aku harus minta izin pada Van- maksudku tuan Vander untuk urusan ini. Karena bagaimanapun aku masih bertanggung jawab atas jadwal kerjanya."
Yuna mengangguk paham posisi Lara saat ini. "Oh iya kau ingin lihat koleksi musim gugur kami? Kebetulan hari ini hari terakhir pemotretan untuk katalog Lavioletta edisi musim gugur."
Diberi kesempatan begitu, tentu saja Lara sangat antusias dibuatnya.
Sementara itu, Naomi yang sekarang ini hanya pengangguran justru merasa canggung, karena dirinya tidak tahu harus apa disini.
"Umβ nona Lara, apa sebaiknya aku pulang saja. Aku kan sudah tidak ada urusan dengan para model disini," ungkap Naomi yang merasa kehadirannya tidaklah penting.
Namun Lara langsung menahan wanita itu. Ia mengatakan kepada Naomi kalau dirinya sengaja membawanya ke Lavioletta dikarenakan memang butuh.
Bersama Yuna dan Naomi, Lara pun berkunjung ke ruang pasca produksi. Disana sudah terpampang puluhan manekin yang memakai berbagai jenis model koleksi fashion musim gugur.
"Wow, semua desain dan modelnya sangat bagus!" Seru Lara.
"Oh iya nona Yuna, para modelnya dimana mereka?" Tanya Naomi yang berharap tidak bertemu dengan Emily.
"Wah wah... lihat siapa yang datang?" ujar Emily yang tiba-tiba saja mucul dari ruangan sebelah. Ditemani dua dayang-dayang barunya, model itu menghampiri Lara dan mantan manajernya tersebut.
Berharap tidak bertemu malah muncul, keluh Naomi dalam hati.
"Oh jadi setelah kupecat, kau sekarang jadi penjilat wanita ini!" Ujar Emily menatap sinis ke arah Lara dan Naomi.
"Aku sudah tidak ada urusan denganmu Emily, lagipula nona Lara tidak sepertimu. Dia bukan orang yang licik."
"Oh benarkah? Cih, naif sekali! Tapi cocok sih Naomi, kau dan j@lang ini memang cocok, sama-sama munafik dan sok bersih!"
"Tutup mulutmu Emily!" Naomi yang emosi dan tidak terima ejekan itu hampir saja ingin menampar Emily, untungnya Lara segera menghalanginya.
"Naomi, kau tidak perlu mengotori tanganmu. Biar saja saat ini dia berkoar dengan sombong, karena belum tentu kedepannya dia masih bisa berkoar-koar seperti saat ini," ucap Lara sambil menatap Emily dengan tatapan seraya memberi peringatan.
"Heh! Kau mengancamku Lara?"
"Tidak, yang jelas aku percaya karma itu pasti ada nona Emily."
Yuna sebagai pemilik pun seketika melerai pedebatan panas itu dengan cara, mengajak Lara kembali berkeliling ke ruangan lain.
"Maaf nona Yuna, kau jadi harus lihat keributan ini."
"Aku juga selaku direktur minta maaf. Dan nona Emily, meski kau bintang brand ini. Aku harapa kau bisa lebih jaga sikap," tegur Yuna.
Lara melirik sambil menyeringai ke arah Emily.
Cih! Wanita itu sepertinya sudah semakin berani menantangku. Dan Naomi penghianat itu, aku sungguh muak melihat wajahnya!
...----------------...
Setelah istirahat makan siang, pemotretan untuk katalog terbaru Lavioletta pun berlanjut. Disana Lara tampak terlihat mengobrol dengan beberapa model lain. Bahkan sesekali ia tampak memberikan tips kencantikan dan referensinya dalam berbusana.
Nona Lara anda sangat cantik, kenapa tidak jadi model juga saja?
Iya, bentuk badan anda juga bagus, kaki anda jenjang. Kenapa tidak coba?
"Ah tidak, aku tidak terlalu percaya diri kalau di depan kamera. Aku cukup jadi desainer saja."
"Apa? Jadi model? Apa aku tidak salah dengar?" Sambar Emily sambil tertawa mengejek.
"Memang kenapa? Nona Lara secara wajah lebih cantik dan lebih natural daripada dirimu, dasar iri!" Balas Naomi membela Lara.
"Iri? Cih! Mana mungkin aku iri pada jal@ng murahan seperti dia."
Lara tertawa geli. "Maaf, tapi nona Emily dari gestur dan ucapanmu, kok aku seperti mencium aroma ketakutan dari dirimu ya? Kau bicara begitu, justru semakin terlihat kalau lau takut kalah saing kalau aku sungguhan jadi model. Iya kan?"
"Tutup mulutmu dasar wanita sialan! Siapa juga yang takut bersaing denganmu! Aku Emily Hasaki model papan atas mana mungkin takut! Minggir kalian!" Emily berjalan menyerobot pergi. Sementara Lara dan yang lainnya hanya tertawa melihat keangkuhan model itu.
Pemotretan pun berjalan, dan kini gilirana shoot Emily untuk katalog edisi khusus. Namun sayangnya, saat pemotretan ingin dimulai, tiba-tiba saja Emily merasa tubuhnya panas dan gatal-gatal diseluruh tubuh hingga muncul ruam-ruam kemerahan.
"Nona Emily, sepertinya anda tidak bisa lanjutkan pemotretan. Lihat wajah dan tubuh anda, terlihat merah-merah mengerikan," ucap Yuna melihat model utamanya itu sejak tadi juga mata dan hidungnya berair
Sial! Kenapa sih tubuhku ini! Kesal Emily. Eh tunggu dulu, susu yang aku minum barusan... Seketika Emily memeriksa susu yang yang ia konsumsi barusan. Wanita itu pun seketika teriak dan marah, mengetahui kalau susu yang ia minum ternyata ada kandungan kancang almondnya.
"Siapa yang memberiku susu ini! Brengsek uhuk-uhuk! Aku alergi kacang almond bodoh!" Makinya sambil terus menggaruk kulit dan terbatuk-batuk.
Seorang staf dapur pun meminta maaf, dirinya tidak tahu sama sekali kalau Emily alergi almond. Karena saat Emily meminta sekotak susu ia sama sekali tak mengatakan pantangan apapun, jelas staf itu. Namun Emily tetap menyalahkannya.
Sementara Lara yang ada disana nampak santai dan tenang melihatnya sambil senyum-senyum. Hal itu pun membuat Naomi jadi penasaran dan bertanya, "Nona Lara apa ini ulahmu?"
Lara mengedipkan satu matanya kearah Naomi, dan meletakan jemari di bibir seraya menyuruh wanita itu diam.
"Jadi benar nona yang..."
"Aku hanya meminta staf menyediakan susu bermerek itu, karena kau bilang waktu itu Emily alergi almond kan? Jadi tugas kita sekarang hanyalah menikmati saja dramanya."
Semua staf menyuruh Emily agar ke rumah sakit, namun wanita itu bersikukuh tidak mau karena ia tidak mau slot halamannya diganti oleh model lain.
__ADS_1
"Nona Emily, anda itu harus profesional. Apa mungkin anda melakukan pemotretan dengan wajah dipenuhi ruam merah yang mengerikan itu?" Tandas Lara.
"Kau! Ini pasti ulahmu, kau mau balas dendam padaku kan! Iyakan!" Seru Emily kepada Lara.
Lara menyeringai. "Ya ampun, kau memfitnahku. Tega sekali kau nona Emily."
"J@lang murahan!" Emily ingin mengamuk namun keadaannya yang semakin buruk membuatnya tidak bisa banyak bertingkah. Akhirnya Emily pun sepakat untuk dibawa ke rumah sakit.
Dan saat tengah dibawa menuju mobil ke rumah sakit, Lara tiba-tiba saja menyempatkan diri berbisik pada wanita itu. "Yang kau rasakan saat ini adalah, balasan atas apa yang kau lakukan pada putraku."
Lara sialan! Jadi benar dia yang lakukan, lihat saja aku akan membalasnya awas kau Lara! Geram Emily
...πππ...
Setelah selesai degan agenda hari ini, Lara terlihat cukup senang karena akhirnya ia bisa membalaskan apa yang telah dilakukan Emily pada Rey waktu itu. Meski yang Emily rasakan masih tak sebanding dengan rasa takut Lara saat itu takut kehilangan putranya.
"Nona setelah ini apa andaβ"
"Ini belum selesai Naomi, setelah ini masih ada yang lebih seru lagi. Aku akan buat Emily membayar semuanya, termasuk membayar apa yang telah ia lakukan padamu."
"Nona Lara...!"
"Oh iya aku akan dijemput suamiku, kau bisa pulang naik taksi kan?"
"Eh, tu- tunggu suami? Ma- maksud anda..."
Lara tersenyum dan tidak lama kemudian muncul mobil porche warna hitam yang berhenti didepan Lara.
"Naomi, suamiku sudah datang kau tidak apa-apa kan kutinggal?"
"I- iya nona tidak apa-apa, tapi suami anda itu..."
Tiba-tiba kaca jendela mobil porsche itu terbuka, disana Naomi melihat sosok Vander yang memegang kemudinya menoleh ke arah Lara. Sontak Naomi pun syok dibuatnya. "Ja- jadi suami nona adalah..."
"Sttt... Naomi, kau diam saja ya. Jangan sampai ada yang tahu kalau pacar gelapku itu suamiku sendiri," ucapnya lalu mengedipkan satu matanya.
"Ba- baik nona," balas Naomi yant masih tampak syok.
"Ingat kata istriku, jaga rahasia ini atau kau tahu akibatnya," tandas Vander lalu melesat pergi.
"Ya Tuhan, jadi tuan Vander itu suaminya nona Lara. Astaga... jadi selama ini dia itu dituduh jadi simpanan suaminya sendiri? Benar-benar gila!" ucap Naomi yang masih nampak tercengang.
...πππ...
"Bagaimana hari ini?" Tanya Vander sambil menyetir.
"Berjalan cukup baik."
"Sepertinya kau terlihat senang sekali ya?"
"Ya, karena aku bisa membalaskan apa yang Rey rasakan saat dia dibuat kambuh alerginya oleh Emily."
"Ada lagi, besok kau akan tahu... Citranya yang sok perfect di depan kamera akan hancur seketika besok!" ujar Lara serius.
"Ternyata istriku kejam juga ya, kalau sudah marah," Goda Vander.
"Kucing manis juga pasti akan berubah liar kalau kedamaiannya diusik. Kenapa, kau takut pada istrimu yanh kejam ini?"
Vander meraih tangan Lara dan menciumnya. "Aku jauh lebih kalau takut tidak bisa membahagiakanmu, Lara aku sangat mencintaimu."
Lara tersenyum. "Aku juga sangat mencintaimu Vander."
...πππ...
Di rumah sakit, Emily yang baru saja pulih mendadak mendapat telepon dari Lara.
Emily : Jal@ng sialan, mau apa kau meneleponku?
Lara : Ya ampun galak sekali sih, aku kan hanya ingin tahu keadaanmu saja.
Emily : Cih, menjijikan. Kau yang buat aku sampai masuk rumah sakit dan sekarang sok peduli. Lara, apa kau punya malu?
Lara : Tentu saja aku punya malu. Yang tidak punya malu kan dirimu. Mengejar-ngejar pria yang jelas tidak menganggapmu sama sekali.
Emily : Brengsek! Dengar, aku tidak akan tinggal diam atas apa yang kau perbuat padaku hari ini. Dan, aku curiga jangan-jangan kau juga yang mengirimiku kecoa menijijikan itu?
Lara : (Tertawa geli) Bagaimana hadiahnya? Kau suka juga kan? Tenang saja, besok dan besoknya akan lebih banyak kejutan lagi. Jadi bersiaplah...
Emily : Apa yang kau rencanakan wanita busuk!
Lara : Rahasia! Ah sudahlah aku mengantuk, sampai jumpa lagi nona Emily bye...
"Lara, halo! Lara! Argh sial!" Emily jadi cemas dan bertanya-tanya, apa sebenarmya yang direncanakan Lara untuknya?
...πππ...
Dua hari kemudian, konferensi pers perluncuran katalog Lavioletta yang baru pun digelar. Acara itu dihadiri langsung oleh Yuna Vergara selaku dirut, Lara sebagai desainer, serta Emily yang merupakan global ambassadornya.
Disana selain bertanya tentang produk fashion yang akan rilis. Wartawan juga menanyakan kepada Lara soal rumor apakah dirinya akan segera bergabung dengan Lavioletta sebagai designer tetap atau tidak?
"Soal itu, aku belum putuskan sekarang. Tapi kemungkinan besarnya iya, karena salah satu mimpiku adalah bisa bekerja di perusahaan ini."
Nona Lara, aku dengar rumor baru-baru ini kalau anda dekat dengan CEO Laizen, apa itu benar?
"Iya kami saling kenal, dan tentu saja hubungan kami baik-baik saja. Karena baik aku atapun tuan Vander, kami sama-sama menjujung tinggi profesionalitas kerja, dan pastinya anti menyebar info tak mendasar." Lara seketika melirik Emily yang ada deduk disebelahnya.
Apaa-apaan dia, bicara begitu sambil melirikku. Apa dia pikir aku tukang bohong!
Oh iya untuk nona, Emily. Beberapa waktu lalu anda buat statement disebuah interview seolah punya hubungan khusus dengan tuan Vander. Tapi jubir tuan Vander mengatakan semua hanyalah karanga, apa itu tandanya semua yang anda katakan hanya pancingan agar interview anda ramai?
__ADS_1
Iya nona coba jelaskan!
Benar-benar yanwartawan ini membuatku kesal saja. Ini semua akibat si wanita bermulut sialan ini! Menoleh melihat Lara.
"Maaf tapi aku tiba-tiba saja tidak enak badan, sepertinya aku tidak bisa lanjutkan konfers ini," ucap Emily bermaksud melarikan diri.
"Tuan-tuan wartawan, sepertinya nona Emily takut dengan pertanyaan kalian, coba pertanyaannya diganti mungkin dirinya akan tetap stay," sahut Lara memprovokasi
Wanita ini apa maksudnya bilang begitu sambil tersenyum?
Lara tersenyum kecil. Aku tidak akan biarkan kau tenang Emily.
Oh iya barusan aku dengar yang tengah ramai, katanya empat tahun lalu nona Emily sempat punya hubungan gelap dengan salah satu pejabat negara yang sudah beristri, apa itu benar nona?
Iya nona barusan sekali berita itu ramai di sosial media. Coba jelaskan apa itu benar atau bohong.
Para wartawan seketika mendesak Emily dengan pertanyaan seputar masa lalu hitamnya.
Aduh, ba- bagaimana rumor masa laluku tersebar. Jangan-jangan... Emily kembali menoleh ke arah Lara yang sedang tersenyum menghadap sorotan kamera wartawan. Kalau benar Lara yang menyebarkan, akan kusiksa dia sampai mati!
"Kalian sudah keluar batas, aku muak dengan pertanyaan tidak berbobot kalian!" Tandas Emily marah seketika walk out meninggalkan pers.
Nona Emily kenapa marah? Apa itu artinya benar?
Kalau bersih kenapa harus risih nona?
Nona Lara kenapa anda sungguh penuh kontroversi.
Melihat keadaan saat ini Lara jadi semakin senang rasanya. Suamiku sayang, kau memang luar biasa, baru kuminta semalam untuk menyebarkan skandalnya saja dia sudah langsung kabulkan hari ini.
Di ruangannya Emily marah-marah bahkan mengamuk, sampai memecahkan barang-barang disana. "Tidak ini tidak boleh terungkap, aku sudah keluar banyak uang untuk menutupi skandal itu bertahun-tahun lalu, bagaimana bisa hari ini berita itu tiba-tiba ramai kembali? Tidak boleh. Karirku bisa tamat" Emily mondar-mandir putar otak, namun ia kepalang buntu. Ia malah berteriak sambil mengumpat menyebut Lara. "Wanita jal@ng sialan, ini semua salah dia! Dasar wanita hina brengsek!"
Model lain yang mendengar Emily marah-marah dari luar ruangan bukannya iba dan kasihan, malah semakin usil membicarakan skandalnya.
Hahaha lihat model sombong itu saat ini. Pasti sedang frustasi memikirkan skandal masa lalunya yang gila.
Ya dia jadi perusak rumah tangga orang, berselingkuh. Ugh menjijikan sekali, masa model papan atas kelakuannya begitu.
*Aku jadi yakin kalau selama ini dia jadi model itu karena sokongan orang lain.
Benar dan dia melakukan banyak operasi selama ini tapi tidak mau mengakui*.
Lara yang berjalan bersama Yuna setelah konfers selesai pun, ikut membicarakan skandal Emily.
"Lara, menurutmu apa ini akan berpengaruh pada Lavioletta? Secara Emily adalah global ambassadornya. Ini saja aku baru dapat laporan kalau banyak yang memberi rating buruk pada produk Lavioletta."
"Ya kalau aku bilang, semuanya harus diputuskan dengan berdasarkan kesejahteraan perusahaan dan karyawan. Jadi kau pasti tau bagaimana baiknya kan," ungkap Lara yang kini merasa senang sekali. Hari ini sungguh semakin seru saja deh, pikir Lara.
Saat para model sedang bersiap melakukan GR di panggung runaway untuk persiapan tampil di singapore. Tiba-tiba saja para model dan staf disana heboh, melihat tersebarnya foto-foto lama Emily yang jelas menunjukkan kalau ia memang pernah selingkuh dengan petinggi negara. Semuanya pun heboh berkomentar di postingan foto skandal Emily tersebut.
-π°π πππ πππ ππππ!
-π³ππ πππππ-πππππ πππππππππ!
-πππππ ππππππππ πππππ ππππ, π΄ππππ’ πππ ππππππ.
-πΌππππ πππππππ ππππππ ππππ ππππππ’π.
-π€’ πππππ ππππππ π πππππ πππππππ ππππ ππππππ πππ,
- π»πππππππππ ππππ πππππ ππππππ’ππππ’π ππππ πΆπ° ππππππ..
"Ada apa ini?" Tanya Lara penasaran dengan keriuhan di ruangan saat ini.
"Nona Lara anda harus lihat foto-foto real Emily dengan pejabat itu sudah tersebar luas. Dan gilanya mereka selingkuh sampai ke paris."
"Haha, jadi selama ini yang dia maksud suka menemuinya di paris itu bukan tuan Vander, tapi tuan pejabat," ejek yang lainnya.
Melihat semua menertawakan Emily Lara pun ikut bahagia meski juga agak miris. Tapi siapa peduli, orang jahat memang akan dapat karma pada akhirnya.
Tidak lama kemudian, terdengar suara Emily yang datang sambil berteriak-teriak memanggil nama Lara. "Wanita jal@ng dimana kau!" Seru Emily dengan wajah murka.
"Eh kenapa dia?" Semua heran melihat Emily datang mengamuk.
"Oh disana kau rupanya jal@ng sialan, akan kuberi kau pelajaran!"
Emily menghampiri Lara dan langsung mengamuk menyalahkan dirinya atas berita yang tersebar. Untungnya hampir semua disana membela Lara, karena terlihat Emily sendiri saat ini hanya bisa menuduh dan mencoba cari pembenaran atas kontroversinya.
"Emily cukup! Semakin lama sikapmu nol besar! Mana sopan santunmu!" Tegur Yuna yang sudah hilang kesabaran.
"Kalian semua sudah tertipu dengan sikapnya yang sok baik ini.. Dia ini aslinya ular!"
"Kalau aku ular, lalu kau apa?!" Tandas Lara menyerang balik ucapan model itu. "Emily asal kau tahu, semua yang terjadi padamu saat ini adalah karma atas apa yang sudah kau perbuat dimasa lalu, harusnya kau sadar itu!"
"Persetan dengan karma, kau itulah pembawa sial bagiku. Kau itu pantasnya pergi saja ke neraka!" Emily yang kalap pun berusaha menyerang, dan untungnya Lara segera bisa menghindar.
"Sini kau, biar ku hancurkan wajah sok manismu itu!" Tandas Emily yang saat itu langsung mendorong Lara supaya jatuh dari atas panggung, beruntung Lara ditarik oleh Yuna sehingga dirinya tidak jadi terjatuh, dan malah Emily sendiri yang terjungkal jatuh dari atas panggung.
Semua orang pun berteriak panik, dan langsung mengerumuni Emily yang saat ini terluka dan menjerit kesakitan. Sementara Lara masih agak syok karena hampir saja dirinya yang celaka tadi.
"Lara kau tidak apa-apa kan?"
"Aku baik-baik saja nona Yuna, terima kasih sudah menolongku terhindar dari amukan Emily."
"Sama-sama, dan naasnya dia kini yang malah terjatuh karena ulahnya sendiri."
Dia pantas dapatkan itu, Emily memang harus membayar atas apa yang telah dia lakukan pada orang lain.
...πππ...
__ADS_1
TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA YA DI LIKE, COMMENT, DAN VOTE, SAMA GIFTNYA JANGAN LUPA YA... PLIS PLIS PLI